Kompas Nasional l SIMALUNGUN-Kepala cabang dinas pendidikan (Kacabdisdik) Siantar-Simalungun James Andohar Siahaan S.STP menyambut baik pelaksanaan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas di 30 jenjang SMA/SMK Kabupaten Simalungun yang dilaksanakan pada Senin tanggal 06 september 2021 Selain menyambut baik, Ia mengatakan kesiapanya melakukan monitoring protokol kesehatan Covid-19 sebagai dukungan dalam pelaksaan PTM.
“Kalau bicara berapa sekolah yang sudah siap PTM di Simalungun hampir semua sekolah sudah siap.
30 sekolah digelar pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas dikabupaten Simalungun”. Kata James Andohar Siahaan Senin (6/9/21) sekira jam 11.00
James juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Gubernur Sumut oleh Dinas Pendidikan Sumut atas kepercayaannya kepada Cabdis Siantar sudah mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dikabupaten Simalungun daerah-daerah level 3. Untuk itu, kita ikuti lebih detail arahan Gubernur serta persyaratan yang sudah ditetapkan.
Lanjut James, pada hari Senin bertepatan pada tanggal 6 September 2021 kita sudah membuka 30 sekolah SMA/SMK Swasta dan Negeri dikabupaten Simalungun. Adapun ketentuan yang diselenggarakan yakni untuk PTM terbatas 50% siswa yang mengikuti PTM dengan durasi 2 jam per sekali tatap muka dan 50% lagi tetap belajar daring.

Untuk pelaksanaan PTM di 30 sekolah, kita dari Cabdis Siantar sudah membentuk tim untuk melihat perjalanan tatap muka yang diselenggarakan disatuan pendidikan masing-masing. Dalam pembentukan tim ini, kita secara bertahap untuk mempersiapkan dan membenahi sekolah yang lain untuk melakukan PTM nantinya.
James juga tetap berharap semoga nantinya sekolah bisa melakukan tatap muka 100%, dengan ketentuan tetap mematuhi prokes sesuai instruksi Gubernur Sumut. Sejauh ini sudah kita lihat disatuan pendidikan yang melakukan PTM, antusias anak-anak sangat luar biasa.
“Nanti kita tetap monitoring, mulai apakah proses belajarnya sudah menerapakan protokol kesehatan Covid-19 , baik itu dari kapasitasnya, jaga jaraknya, hingga pengecekan siswa apakah sudah mencuci tangan sebelum belajar, termasuk memonitoring serta ikut memberikan edukasi kepada siswa agar siswa yang sudah selesai belajar tidak berkumpul-kumpul tapi agar langsung pulang kerumah masing-masing,” ujar James.
Hal yang sama juga di katakan Kepala SMAN 1 Tanah Jawa Parulian Manik SP.d, bahwa pemberlakukan PTM tatap muka ini harus disambut baik dan ini merupakan kesempatan sebab siswa tentu saja sudah jenuh dengan kondisi yang daring sudah hampir satu setenga tahun, namun dengan pelaksaan PTM tetap tidak boleh lalai dalam menerapkan protokol kesehatan, terkait mengenai adanya aturan pelaksanaan PTM ini, Ia menilai semata-mata untuk menjaga keselamatan siswa.
“Tetapi Ini merupakan kesempatan, apalagi siswa/i sudah mulai jenuh sebab hampir satu setenga tahun belajar daring. Mengenai adanya kebijakan atau aturan mengenai pelaksanaan PTM ini adalah semata-mata untuk menjaga keselamatan Siswa mudah mudahan kedepannya lebih baik. Ujar Parulian Manik.
Berikut nama sekolah yang di buka PTM secara terbatas di kabupaten Simalungun yakni : SMKN 1 Rsya, SMKN Seni Budaya, SMKN Pertanian batu XX, SMKN 1 Siantar, SMAS GKPS 1 Raya, SMKS GKPS 1 Raya, SMAS Gotong Royong, SMAS Teladan Jaya (Bangun), SMKS Pembaharuan 1, SMKS Pembaharuan 2, SMKS Al-Washlyah, SMKS Panca Budi, SMAN 2 Bandar , SMKS Yapim, SMA Alwashlyah 2 Perdagangan, SMKN 1 Jorlang Hataran, SMAN 1 Dolok Batu Nanggar, SMAS Muhammadiyah 7, SMAS Taman Siswa Tapian Dolok, SMAN 1 Dolok Panribuan, SMAS YPI Dharma Budi, SMAN 1 Dolok Pardamean, SMAN 1 Sidamanik, SMAN 1 Bandar, SMAN Plus Raya, SMAN 1 Tanah Jawa, SMAN 1 Silau Kahean, SMAN 1 Ujung Padang, SMAN 1 Raya Kahean, dan SMKS Dharma Budi.
Toni Tambunan.






