Home / Berita

Minggu, 18 Juli 2021 - 14:02 WIB

Gubernur Kalbar Ikuti Rapat Evaluasi dan Pembahasan Perpanjangan PPKM Mikro diperketat dan PPKM Darurat

Viewer: 596
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 32 Detik

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS NASIONAL.COM – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., mengikuti Rapat Evaluasi dan Pembahasan Perpanjangan PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat Penanganan Covid-19 secara virtual, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartato, di Ruang Analisis Data Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (17/7/2021).

Rapat Evaluasi dan Pembahasan Perpanjangan PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat Penanganan Covid-19 juga dihadiri secara virtual oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, Kapolri diwakili oleh KAKORSABHARA BAHARKAM POLRI, Panglima TNI diwakili oleh ASOP TNI, serta Kepala Daerah dari 10 provinsi di luar Jawa-Bali.

Baca Juga  Ops Bina Karuna Kapuas II 2022 Lakukan Sosialisasi ke SMA Negeri 4 Sungai Raya 

Gubernur Kalbar melaporkan program vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat berjalan dengan baik.

Saat ini jumlah vaksin yang ada sebanyak 5.404 vial dan dalam tiga hari bisa habis digunakan.

“Sekarang Kalimantan Barat sudah memulai vaksinasi kedua.

Saat mengikuti video conference yang lalu hingga hari ini, Kemenkes baru mengirimkan 1.500 vial ke Provinsi Kalimantan Barat dan dalam waktu satu hari seluruh vial itu bisa habis terpakai”, ungkap H. Sutarmidji.

Lebih lanjut dia menjelaskan tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di sejumlah rumah sakit di Kalimantan Barat tercatat telah mengalami penurunan.

Baca Juga  Bantu Tangani Karhutla, Kodam XII/Tpr Terima Bantuan Alat Damkar dari Pengusaha Kalbar Peduli*

“Angka BOR di Kalimantan Barat sudah turun jika dibandingkan dengan yang lalu, yaitu 57,68 persen.

Untuk testing, jika ditambahkan dengan para pekerja migran Indonesia yang berada di karantina, berjumlah sekitar 700 orang per hari”, jelas orang nomor satu di Kalimantan Barat.

Gubernur Kalbar mengusulkan kepada Kemenkes RI, agar jika ada orang yang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil tes di laboratorium swasta, seharusnya langsung diberi resep dan tidak perlu merujuk ke dokter lagi.

Dengan demikian alur testing dapat dipersingkat dan lebih murah.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Alumi Akpol 1991 Polda Kalbar Bagikan APD Dan Paket Sembako

Berita

DPRD Dukung Pemerintahan Kabupaten Sambas Pendirian Perusahaan Umum Daerah (Perumda)

Berita

Kapolda Kalbar Pimpin Latihan Tempur Untuk Pejabatnya

Berita

Pangdam XII/Tpr dan Forkopimda Kalteng Sambut Kedatangan Wakil Presiden*

Berita

Edi Kamtono Gelar Deklarasi Kawasan Tanpa Asap Rokok, Untuk Melindungi Anak

Berita

Bupati Tapsel : PKK Harus Berperan Aktif Dalam Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Tapsel

Berita

Disdik Pematangsiantar Keluarkan Juknis PPDB TP 2021 – 2022

Berita

Polres Pematangsiantar: “Kue dan Nasi Tumpeng” Suprise HUT Ke-75 Brimob