Home / Berita

Minggu, 18 Juli 2021 - 14:02 WIB

Gubernur Kalbar Ikuti Rapat Evaluasi dan Pembahasan Perpanjangan PPKM Mikro diperketat dan PPKM Darurat

Viewer: 563
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 32 Detik

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS NASIONAL.COM – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Harisson, M.Kes., mengikuti Rapat Evaluasi dan Pembahasan Perpanjangan PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat Penanganan Covid-19 secara virtual, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartato, di Ruang Analisis Data Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (17/7/2021).

Rapat Evaluasi dan Pembahasan Perpanjangan PPKM Mikro Diperketat dan PPKM Darurat Penanganan Covid-19 juga dihadiri secara virtual oleh Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono, Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, Kapolri diwakili oleh KAKORSABHARA BAHARKAM POLRI, Panglima TNI diwakili oleh ASOP TNI, serta Kepala Daerah dari 10 provinsi di luar Jawa-Bali.

Baca Juga  Jokowi Buka Konvensi Nasional Humas 4.0 di Istana Negara

Gubernur Kalbar melaporkan program vaksinasi Covid-19 di Provinsi Kalimantan Barat berjalan dengan baik.

Saat ini jumlah vaksin yang ada sebanyak 5.404 vial dan dalam tiga hari bisa habis digunakan.

“Sekarang Kalimantan Barat sudah memulai vaksinasi kedua.

Saat mengikuti video conference yang lalu hingga hari ini, Kemenkes baru mengirimkan 1.500 vial ke Provinsi Kalimantan Barat dan dalam waktu satu hari seluruh vial itu bisa habis terpakai”, ungkap H. Sutarmidji.

Lebih lanjut dia menjelaskan tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di sejumlah rumah sakit di Kalimantan Barat tercatat telah mengalami penurunan.

Baca Juga  Mantap! Tiga Putra Daerah Wakili Tapsel Pada MTQ Korpri Tingkat Sumut

“Angka BOR di Kalimantan Barat sudah turun jika dibandingkan dengan yang lalu, yaitu 57,68 persen.

Untuk testing, jika ditambahkan dengan para pekerja migran Indonesia yang berada di karantina, berjumlah sekitar 700 orang per hari”, jelas orang nomor satu di Kalimantan Barat.

Gubernur Kalbar mengusulkan kepada Kemenkes RI, agar jika ada orang yang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil tes di laboratorium swasta, seharusnya langsung diberi resep dan tidak perlu merujuk ke dokter lagi.

Dengan demikian alur testing dapat dipersingkat dan lebih murah.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

GEMPA Hari Ini – Nias Utara Sumut Diguncang Gempa Berkekuatan M 5,1 Minggu 7 Juni 2020 Pagi

Berita

Peneliti UGM Ubah Limbah Kepiting Jadi Pestisida Ramah Lingkungan

Berita

Cegah Penyebaran Covid-19, SMK Negeri 1 Siantar Terima Vaksinasi Booster

Berita

Menteri PUPR Kunjungi Kabupaten Sintang yang Dilanda Bencana Banjir

Berita

Mahfud MD Buka Kartu Soal ‘Perasaan’ Jokowi ke Rizieq Shihab

Berita

Gali Potensi Wilayah Perbatasan, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Anjangsana Ke Pengrajin Kulit Kayu

Berita

Wadan Satgas Pamtas Yonif 645/GTY Hadiri Pembukaan Turnamen Bola Volly Danlanud Cup 2022

Berita

Sambil Giat Vaksinasi Dosis 2, Danramil 16/Tapung Ajak Warga Cinta Tanah Air