Kompasnasional.com, SIMALUNGUN-Untuk membekali Siswa-siswi lebih mengenal dunia kerja dan dunia usaha, Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) negeri 1 Siantar, Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara merancang program wisata Industri.
Adapun program wisata Industri tersebut sudah di rapatkan dengan staf, kepala program, bahwa untuk program di tahun ajaran baru akan mengadakan wisata Industri bagi kelas X yang baru masuk. Kata Kepala SMK Negeri 1Siantar Manuahal Sirait saat di jumpai diruang kerjanya Selasa,(13/7/21).
Wisata Industri ini suatu kegiatan yang di lakukan untuk mengunjungi sebuah perusahaan yang menjadi contoh kegiatan atau gambaran pekerjaan yang akan dilakoni oleh siswa atau peserta didik kelak jika sudah lulus sekolah nanti. ujar Manuahal.
Lebih lanjut Manuahal menjelaskan, Agar nantinya terlaksana program wisata Industri ini agar masing-masing jurusan supaya mendirikan unit produksi(UP) karena orientasi unit produksi adalah produksi dan jasa, supaya nantinya ada uang masuk ke unit produksi agar nantinya setiap jurusan membuat kegiatan, seperti jurusan tata busana menjahit pakaian untuk dijual, jurusan tata rias membuka salon kecantikan, agar nantinya kalau ada pesanan SMK Negeri 1Siatar siap melayani dengan harga lebih murah dari pasaran yang lain.ucapnya.
“Jadi nantinya semua penghasilan unit produksi adalah milik masing-masing jurusan bukan milik kepala sekolah maupun milik ketua program, adapun tujuan jika nantinya hasil unit produksi terkumpul adalah untuk modal dasar untuk mewujudkan program wisata Industri, kalau nantinya tujuan wisata Industri ke Batam,ke Singapura terserah kalau pun nanti kurang dana untuk per ongkos an sudah bisa ditarik dari siswa dengan cara agar setiap wali kelas mengkoordinir menarik sumbangan dari siswa sebesar sepuluh ribu per Minggu atau sekali per dua Minggu dengan sifatnya menabung agar bisa menambah modal biaya wisata industri”. Kata Manuahal.
Baca Juga Seorang Bandar Sabu Terkapar Ditembak Tim Gabungan BNN RI dan Polrestabes Medan
Bahkan, kata Manuahal untuk Pakaian seragam dari anak didik baru SMK Negeri 1 Siantar sudah di produksi sendiri. “Untuk pakaian seragam anak didik baru sudah saya terapkan tata busana untuk memproduksi sendiri, langsung saya suruh siswa yang sudah mahir untuk menjahit seragam putih abu-abu, walaupun tidak semua terpenuhi semua yang berjumlah 360 jadi langsung saya perintahkan ke ketua program agar menghubungi mitra unit produksi sekolah lain atau konveksi lain agar bisa terpenuhi 360, juga cara pembayarannya pun di angsur, karena saya yang bertanggung jawab, agar anak didik baru tidak terbebani jadi bisa diangsur sampai enam bulan.”kata Manuahal.
Baca Juga Roy Suryo Posting Komik Palu Arit, Polri Langsung Berekasi…
Karena, lanjut Manuahal dalam program wisata industri nantinya , siswa diajak untuk melihat bagaimana sebuah perusahaan beroperasi dan bekerja. Mereka diberikan sebuah gambaran tentang suatu pekerjaan di bidang keahlian mereka dan mereka juga diberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dalam dunia kerja Industri.
Juga kata Manuahal, Bahwa di SMK Negeri 1 Siantar diterapkan untuk di setiap guru produktif “One Teacher One Tefa” contohnya agar satu guru yang produktif ada partner ke salah satu perusahan biar nantinya kelak siswa lulus biar dapat disalurkan untuk bekerja demi untuk mengurangi angka pengangguran yang lulus dari SMK Negeri Siantar. imbuhnya.
“Kalau setiap guru ada partner atau link ke salah satu perusahan otomatis kita sudah bisa bermohon ke perusahan tersebut untuk mengajukan anak didik kita yang lulus dari sekolah ini untuk di pekerjakan pada perusahan tersebut, jadi ini salah satu program yang saya diterapkan di sekolah ini agar nantinya SMK bisa SMK hebat dapat terlaksana”. sebut Manuahal Sirait.
Joli Saltaro Saragih selaku Wakasek SMKN 1 Siantar juga Mengatakan, Bahwa kegiatan program wisata industri akan menunjukan tentang banyak hal yang ada dalam lapangan kerja agar siswa tidak kaget supaya terbiasa menerima pekerjaan atau bekerja dengan sesuai keahlian.
Wisata industri juga bertujuan untuk melatih mental siswa-siswi agar mereka bisa bekerja dengan situasi dan kondisi apapun. Tanpa ada Wisata industri, siswa-siswi tentu saja akan merasa kaget atau tidak terbiasa dalam melakukan pekerjaan di dalam sebuah perusahaan. Tutup Joli Saltaro Saragih.
Toni Tambunan






