Home / Ekonomi

Kamis, 1 Juli 2021 - 20:15 WIB

Pemerintah Diminta Terapkan Cukai Plastik dan Minuman Berpemanis Tahun Depan

Viewer: 416
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 9 Detik

Kompasnasional l Badan Anggaran (Banggar) DPR RI merekomendasikan kepada pemerintah agar bisa menerapkan cukai terhadap produk plastik dan minuman berpemanis di tahun depan. Tujuannya agar penerimaan negara melesat, sehingga semakin realistis untuk menekan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tahun 2022-2023.

Hal tersebut tertuang dalam hasil keputusan Panitia Kerja (Panja) Asumsi Dasar, Kebijakan Fiskal, Pendapatan, Defisit, dan Pembiayaan Banggara DPR dalam pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2022, Rabu (30/6/2021).

Baca Juga  Saham-saham Farmasi Raup Keuntungan di Masa Pandemi

Anggota Badan Anggaran DPR RI Hamka Baco Kady mengatakan pemerintah dapat melakukan kebijakan itu untuk menambah pendapatan negara. Pasalnya Undang-Undang (UU) Cukai juga sudah memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan ekstensifikasi barang kena cukai.

“Penerimaan cukai dapat diperluas, di antaranya dengan percepatan pengenaan cukai kantong plastik dan perluasan pengenaan cukai pada produk plastik, serta memulai proses regulasi untuk penerapan cukai terhadap soda dan pemanis makanan minuman,” katanya dalam rapat kerja bersama pemerintah, Rabu (30/6/2021).

Hamka bilang ekstensifikasi barang kena cukai (BKC) tersebut diharapkan mampu menyokong penerimaan cukai, sekaligus penerimaan negara. Sebab menurutnya, jika hanya mengandalkan cukai hasil tembakau (CHT) saja, penerimaan cukai sulit melejit.

Baca Juga  Perusahaan Pialang Berjangka Diduga Tipu Nasabah

Hal tersebut juga mengingat pada 2023 defisit APBN harus berada di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Makanya, Hamka mengatakan bila tahun depan usulan tersebut dilakukan, implementasinya akan lebih efektif di tahun setelahnya sebab sudah ada penyesuaian di 2022.
(KC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Ini Program Relaksasi Kredit Bagi Nasabah Bank UOB Indonesia

Arsip

Ahok Akui Belum Mampu Kendalikan Harga Cabai

Arsip

Toko Ganti Uang Kembalian dengan Permen, Penjara Menanti

Ekonomi

Seribu Rupiah Akan Diubah Jadi Rp1, RUU Redenominasi Siap Dibahas

Ekonomi

Ultimate Winter Driving Tips

Arsip

Ahok Gagal Paham Soal Tax Amnesty

Ekonomi

Dibanderol Rp17 Triliun, Mal Taman Anggrek Terjual Lewat Situs Properti

Arsip

Waskita Beton incar kontrak baru Rp 6,7 triliun hingga akhir tahun