Home / Berita

Sabtu, 12 Juni 2021 - 17:58 WIB

IPB University Punya Profesor Termuda Berusia 37 Tahun, Ini Profilnya

Viewer: 454
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 4 Detik

Kompasnasional l Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB University) Anuraga Jayanegara berhasil meraih gelar profesor di usia 37 tahun. Hal ini membuat Anuraga yang mengajar di Fakultas Peternakan menjadi guru besar termuda IPB University.

Anuraga ditetapkan sebagai profesor berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia pada tanggal 10 Mei 2021.

Pengajar yang lahir di Bojonegoro, Jawa Timur ini menuturkan, prestasi diraihnya karena konsisten dan fokus dalam menulis artikel ilmiah. Sambil menggeluti profesi sebagai dosen, ia menjadikan menulis artikel ilmiah sebagai kegiatan rutin harian.

“Saya meluangkan waktu sekitar setengah jam atau satu jam setiap hari untuk aktivitas menulis. Yang penting rutin,” ucap Anuraga dalam keterangan tertulis yang diterima detikEdu, Kamis (10/6/2021).

Dosen Berprestasi Nasional 2019 peringkat 1 kategori Sains dan Teknologi ini menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Peternakan IPB University pada Mei 2003.

Ia kemudian meneruskan pendidikan di University of Hohenheim, Stuttgart, Jerman dan meraih gelar Master of Science di Agricultural Sciences in the Tropics and Subtropics, minor in Animal Nutrition.

Baca Juga  PEMKAB TOBA BUKA BAZAAR DENGAN ALAT TUKAR SAMPAH NON ORGANIK

Masa Postgraduate Diploma (PgDip) dijalani Anuraga di Polytechnic University of Catalunya, Barcelona, Spanyol. Adapun pendidikannya saat itu mengenai Modeling in Ecology and Natural Resource Management.

Anuraga kemudian meraih gelar PhD di Swiss Federal Institute of Technology (ETH) Zurich, Swiss bidang Nutrisi Hewan. Maret 2021 lalu, ia mulai mendalami ilmu agama dengan mengikuti kelas karyawan Program Magister Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Tangerang.

Ia kelak memberi perkuliahan sebagai dosen tamu di berbagai kampus internasional, seperti di Hiroshima University, Jepang, Mie University, Jepang, Ghent University, Belgium, Poznan University of Life Sciences Polandia, dan di almamaternya sendiri, ETH Zurich, Switzerland.

“Untuk mendapatkan ini semua, perlu perjuangan. Baik dari segi ikhtiar maupun tawakkal. Hal penting lainnya adalah meminta doa orang tua, keluarga dan orang-orang soleh. Jangan pernah menyerah, terus persisten menghadapi ujian dan tantangan yang ada. Ini semua karena pertolongan dan kehendak dari Allah SWT,” ucapnya.

Baca Juga  Kepuasan Kinerja Awal Prabowo-Gibran Tinggi karena Situasi Politik Lebih Kondusif

Saat ini Anuraga menjabat sebagai Ketua Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB University. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Pascasarjana Ilmu Nutrisi dan Pakan, Fakultas Peternakan IPB University.

Kepakaran Anuraga di bidang Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan membuatnya turut menjadi bagian Editorial Board berbagai jurnal nasional dan internasional.

Sejumlah jurnal tersebut di antaranya Asian Australasian Journal of Animal Sciences, South Korea (Internasional Q1), Frontiers in Veterinary Science, Switzerland (Internasional Q1), Jurnal Agripet, Universitas Syiah Kuala (Nasional S2), Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan, Universitas Brawijaya (Nasional S2), dan Tropical Animal Science Journal, IPB University (Internasional Q2). (DE/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pangdam XII/Tpr Pimpin Sertijab Danbrigif 19/KH

Berita

Lions Club Golden Estate Menyalurkan APD dan Sembako Melalui Polres Batu Bara Untuk Masyarakat dan Tim Medis

Berita

Alhamdulillah Titik Terang Duplikasi Jembatan Kapuas I, Tahun 2022 Mulai Dibangun

Berita

Berita Tapsel. Pengecekan Pengamanan Ibadah Perayaan Tahun Baru Di Wilkum Polres Tapsel Berlangsung Lancar

Berita

AKP. DAHNIAL SARAGIH,S.H, KUNJUNGI KORAMIL 05 DOLOK SANGGUL

Berita

Bamsoet Pantau Langsung Rekonstruksi Kasus Peluru Nyasar ke Gedung DPR

Berita

Belum Satu Tahun, Proyek Rabat Beton Rp 339 Juta di Desa Pardomuan Sudah Kupak-Kapik

Berita

Agar Tepat Sasaran, Babinsa Gua Dampingi Penyaluran Bantuan Korban Banjir*