Home / Berita

Selasa, 8 Juni 2021 - 18:41 WIB

Debt Collector Tewas di Hakimi Massa di Subang, Diteriaki Begal Oleh Kreditur Motor

Viewer: 638
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

Kompasnasional l Seorang penagih utang atau debt collector di Kabupaten Subang, Jawa Barat, tewas dihakimi massa.

Peristiwa tersebut terjadi di Sagalaherang Kabupaten Subang, Jumat petang (4/6/2021).

Dia diduga tewas dikeroyok usai menarik kendaraan roda dua milik kreditur warga Ujung Berung Kota Bandung.

Sepeda motor tersebut diduga telat setoran selama satu tahun.

Saat diambil, sepeda motor tersebut sedang digunakan di wilayah Jalancagak Kabupaten Subang pada Jumat siang (4/6/2021).

Setelah dicabut sepeda motor tersebut rencananya akan dibawa ke daerah Lembang Kabupaten Bandung Barat bersama seorang pengendaranya.

Namun belum sampai di daerah Jabong Kabupaten Subang seorang pengendara tersebut minta turun lalu berteriak meminta pertolongan warga mengaku dihipnotis dan dibegal oleh DC tersebut.

Dandi rekan DC tersebut menuturkan, mereka dikejar oleh warga Jabong hingga tertangkap di wilayah Sagalaherang, bahkan rekaman CCTV menunjukkan DC tersebut sempat ditabrak.

Baca Juga  Pemkab Asahan Gelar Lomba Cipta Menu, Sosialisasikan Program B2SA

Pas sampai di dekat pasar Sagalaherang dia gak bisa bawa motor kenceng, terus sempat jatuh dari motor pas dia bangun langsung ditabrak sama yang ngejar,” lanjut Dandi.

Setelah ditabrak, korban (DC) tersebut lalu dibawa oleh warga yang mengejar ke tempat sepi.

“Dia sempat dicekoki minuman, sambil terus dipukuli,” imbuhnya.

Karena saya di Polsek Jalancagak cagak, dia (korban) saya minta diambil dari Polsek Sagalaherang ke Polsek Jalancagak, karena saya ada disini,” ujarnya.

“Dia dibawa ke Puskesmas dari Polsek Jalancagak, tapi menurut keterangan Puskesmas katanya gak ada luka parah, karena kami sudah ada upaya damai korban kami bawa ke rumah sakit Pamanukan,” kata Dandi.

Baca Juga  Pemko Pematangsiantar Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Ibu Hamil

Namun sesampainya di rumah sakit, pihak rumah sakit tidak menyanggupi penanganan korban.

“Di rumah sakit Pamanukan itu gak sanggup katanya, saya hubungi keluarga korban terus dibawa ke rumah sakit Siloam Purwakarta,” kata dia.

“Korban meninggal itu tak lama setelah sampai di rumah sakit Siloam Purwakarta, pada hari Sabtu,” katanya.

Dandi menuturkan, ia bersama korban melakukan penagihan atas perintah kantor Federal International Finance (FIF) Cabang Pamanukan.

“Kita dapat data penagihan itu dari FIF Pamanukan, karena posisi unit sekarang adanya di Subang meskipun unit itu dari Bandung jadi kita yang narik,” pungkasnya. (TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pemusnahan Barang Bukti Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Narkotika Polres Sanggau 

Berita

Kapolres Tapsel : “Dengan Mematuhi Prokes Pemerintah Dapat Mencegah Dan , Penyebaran Covid-19”

Berita

Kabareskrim Mabes Polri Harus Senior & Profesional

Berita

Danantara Siapkan Rp 20 Triliun buat Bikin Peternakan Ayam

Berita

Hasil PPDB Jenjang SMA Resmi Diumumkan, Berikut Data Jumlah Kouta PPDB 2021 Online SMA Cabdis Siantar-Simalungun

Berita

Babinsa Tanah Pinoh, Serka Herman Kawal Jalannya Vaksinasi.

Berita

Kunjungan kerja Tim Monitoring dan Evaluasi Divisi Hubungan Internasional Polri di Polres Sanggau

Berita

Bupati Simalungun Apresiasi UMKM Kembangkan Produk Home Industry Di Tengah Pandemi Covid-19