Home / Berita

Selasa, 8 Juni 2021 - 18:41 WIB

Debt Collector Tewas di Hakimi Massa di Subang, Diteriaki Begal Oleh Kreditur Motor

Viewer: 666
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

Kompasnasional l Seorang penagih utang atau debt collector di Kabupaten Subang, Jawa Barat, tewas dihakimi massa.

Peristiwa tersebut terjadi di Sagalaherang Kabupaten Subang, Jumat petang (4/6/2021).

Dia diduga tewas dikeroyok usai menarik kendaraan roda dua milik kreditur warga Ujung Berung Kota Bandung.

Sepeda motor tersebut diduga telat setoran selama satu tahun.

Saat diambil, sepeda motor tersebut sedang digunakan di wilayah Jalancagak Kabupaten Subang pada Jumat siang (4/6/2021).

Setelah dicabut sepeda motor tersebut rencananya akan dibawa ke daerah Lembang Kabupaten Bandung Barat bersama seorang pengendaranya.

Namun belum sampai di daerah Jabong Kabupaten Subang seorang pengendara tersebut minta turun lalu berteriak meminta pertolongan warga mengaku dihipnotis dan dibegal oleh DC tersebut.

Dandi rekan DC tersebut menuturkan, mereka dikejar oleh warga Jabong hingga tertangkap di wilayah Sagalaherang, bahkan rekaman CCTV menunjukkan DC tersebut sempat ditabrak.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Reklamasi, Kadishub DKI Diperiksa soal Amdal

Pas sampai di dekat pasar Sagalaherang dia gak bisa bawa motor kenceng, terus sempat jatuh dari motor pas dia bangun langsung ditabrak sama yang ngejar,” lanjut Dandi.

Setelah ditabrak, korban (DC) tersebut lalu dibawa oleh warga yang mengejar ke tempat sepi.

“Dia sempat dicekoki minuman, sambil terus dipukuli,” imbuhnya.

Karena saya di Polsek Jalancagak cagak, dia (korban) saya minta diambil dari Polsek Sagalaherang ke Polsek Jalancagak, karena saya ada disini,” ujarnya.

“Dia dibawa ke Puskesmas dari Polsek Jalancagak, tapi menurut keterangan Puskesmas katanya gak ada luka parah, karena kami sudah ada upaya damai korban kami bawa ke rumah sakit Pamanukan,” kata Dandi.

Baca Juga  MoU Dengan BPJS Ketenagakerjaan, 178 Siswa Peserta PKL SMK Swasta Teladan Pematangsiantar Dapat Perlindungan Jaminan Sosial

Namun sesampainya di rumah sakit, pihak rumah sakit tidak menyanggupi penanganan korban.

“Di rumah sakit Pamanukan itu gak sanggup katanya, saya hubungi keluarga korban terus dibawa ke rumah sakit Siloam Purwakarta,” kata dia.

“Korban meninggal itu tak lama setelah sampai di rumah sakit Siloam Purwakarta, pada hari Sabtu,” katanya.

Dandi menuturkan, ia bersama korban melakukan penagihan atas perintah kantor Federal International Finance (FIF) Cabang Pamanukan.

“Kita dapat data penagihan itu dari FIF Pamanukan, karena posisi unit sekarang adanya di Subang meskipun unit itu dari Bandung jadi kita yang narik,” pungkasnya. (TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Syukuran Hari Jadi Polwan Ke-73, Diperingati Sederhana Di Polda Kalbar

Berita

Walikota P.Sidimpuan Lepas Kafilah STQH Ke XVII Tingkat Sumatera Utara

Berita

IAD Wilayah Kalbar Beri Bantuan ke Korban Banjir di Putussibau Selatan

Berita

Aksi Massa di Areal PT. Langgam Harmoni Siak Hulu, Warga Sebut Tidak Ada Keributan

Berita

Pemkab Simalungun Berikan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Huta Bayuraja

Berita

Anggota Polri Tidak Sebanding Dengan Jumlah Penduduk Menjadi Alasan Utama Dibentuknya Pokdarkamtibmas Polres Melawi*

Berita

Bupati Sintang Lantik 119 Pejabat Struktural di jajaran Pemerintah Daerah kabupaten Sintang

Berita

Komisi X DPR RI Kunjungan Kerja Ke Pontianak