Kompas Nasional l SIANTAR – Dinas Pendidikan(Disdik) Kota Pematangsiantar akan gelar simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Sebanyak empat sekolah SMP akan dijadwalkan untuk menggelar simulasi pembelajaran tatap muka yang rencananya akan di mulai usai lebaran 2021,hal ini dikatakan Kepala Dinas (Kadisdik) Pematangsiantar Senin, (3/5/21).
Dalam keterangannya Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Plt. Rosmayana Marpaung S.pd. MM. mengatakan, Bahwa pada simulasi uji coba tatap muka nanti akan dilakukan hanya pada tingkat SMP saja. Keempat sekolah tersebut nantinya berasal dari dua SMP negeri dan sisanya SMP swasta. Tapi belum bisa dipastikan SMP mana nantinya yang akan dilakukan untuk simulasi tersebut.
“Hal ini akan kita lakukan rencananya selesai hari raya lebaran nanti. Saat ini belum bisa dipastikan kapan tanggal pelaksanaannya. Tapi sebelumya, kami akan koordinasi dahulu pada pemerintah Daerah Kota Pematangsiantar serta Satgas Covid-19, “ucap Rosnayana.
Rosmayana juga menjelaskan, terkait tentang vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga kependidikan di Siantar masih terlalu minim. Maka dari itu, kadisdik akan bekerjasama dengan pemerintah kota Pematangsiantar, Satgas Covid-19, serta dinas kesehatan untuk menindaklanjuti vaksinasi tersebut, terutama untuk PTM pada ajaran baru di bulan Juli nanti.
Untuk jumlah guru yang telah divaksin pada guru masih sangat sedikit, tidak sampai 50 %. Namun, untuk guru dan tenaga pendidik pada sekolah yang nantinya ditunjuk melakukan simulasi uji coba PTM, akan kita utamakan atau dahulukan untuk diberikan vaksin pada tahap pemberian vaksin selanjutnya. Katanya.
“Uji coba sekolah tatap muka itu bertujuan mengembalikan kegiatan belajar mengajar secara langsung di tengah pandemi. Pelaksanaannya pun hanya diikuti oleh sepertiga dari keseluruhan siswa di sekolah tersebut. Sisanya masih melakukan proses belajar secara daring,” tuturnya.
Rosmayana juga berharap, pada tahun ajaran baru bulan Juli 2021 mendatang, semua sekolah bisa melakukan PTM dengan catatan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan guru serta tenaga pendidik sudah selesai divaksin.
Karena Ini juga merupakan mandat dari SKB 4 menteri. Selain itu, apa yang tertera di SOP PTM Covid-19, bisa kita realisasikan atau dikondisikan di satuan pendidikan masing-masing. Tutupnya.
Toni Tambunan







