(Foto: Fik – Kompas Nasional)
HALSEL – KOMPAS NASIONAL | Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Helmi Surya Botutihe, menyesalkan sikap Kepala Desa Moh. Abdul Fatah yang enggan menghadiri acara “Program Membangun Wilayah Sehat Huni” yang di laksanakan di Desa Kusubibi, Sabtu (1/5/2021)
Sikap cuek Kepala Desa tersebut saat kunjungan Pemerintah Daerah yang di wakili Sekda Halsel, Helmi Surya Botutihe, dalam rangka pencanagan Program Membangun Wilayah Sehat Huni melalui pertambangan emas terpadu di Desa Kusubibi.
Kunjungan Sekda Halsel di dampingi Asisten 1, Staf Ahli, bebrapa Kepala Dinas, Wakapolres, Sekjen DPP APRI dan DPC APRI Halsel, ke Desa Kusubibi tidak di respon Kepala Desa Moh. Abdul Fatah.
Ironisnya, acara yang digelar demi kelangsungan pertambangan ilegal tersebut tak juga dihadiri para pelaku usaha Tromol/Glundung dan pengusaha Tong.
Dalam sambutanya, Sekda Halsel, Helmi Surya Botutihe, menyesalkan sikap Kepala Desa Moh. Abdul Fatah yang enggan menghadiri acara yang di gelar pemerintah Daerah di Desa Kusubibi.
“itu kepala Desa Moh. Abdul Fatah lebih memilih ke tromol (Tempat pengolahan emas) ketimbang menyambut rombongan Pemda Halsel,” sesal Helmi dalam sambutanya.
Ia pun berjanji akan melakukan kunjungan berikutnya di Desa Kusubibi, karena selama ini potensi pertambangan tampa izin di Kusubibi tidak masuk ke Negara melalui pajak baik retribusi, royalti dan pasca tambang,” tandasnya.
Bahkan sambutan Wakapolres Halsel, Kompol Rusli Mangoda pun menyentil soal sikap Kepala Desa Moh. Abdul Fatah yang enggan menghadiri kunjungan kerja Pemda Halsel.
“Seharusnya sebagai tuan rumah patut menunjukan etika dalam kehidupan sosial, apalagi yang berkunjung adalah pejabat Forkopimda,” cecar Rusli Mangoda
Padahal kata Rusli, bahwa kehadiran Pemerintah Daerah di Desa Kusubibi lebih mengedepankan kepentingan masyarakat, sebab tambang rakyat di Kusubibi ketika di legalkan Pemerintah Pusat maka akan berdampak positif bagi masyarakat Kusubibi.
“Kunjungan ini sangat penting biar masyarakat juga mengerti bahaya dari bahan kimia mercuri, serta bagaimana cara pengelolaan emas menggunakan bahan ramah lingkungan agar tambang rakyat dapat dikelola dengan cara yang baik,” kata Wakapolres.
(FIK)






