Kompas Nasional l SIMALUNGUN-Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kabupaten Simalungun digelar di dua sekolah SMA pada, Senin (26/4/21). Salah satu sekolah yang menggelar simulasi PTM adalah SMA Negeri 1 Plus Raya jalan Sutomo No.68A, Sondi Raya, Raya, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Provinsi Sumatera Utara di Pematangsiantar-Simalungun James Andohar Siahaan S. STP menyebutkan, bahwa ada dua sekolah yang melakukan uji coba PTM di Kabupaten Simalungun yakni SMA Negeri 1 Bandar, Perdagangan dan SMA Negeri 1 Plus Raya.
James dalam keterangannya mengatakan, Bahwa alasan kedua sekolah ini dipilih untuk melakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka adalah telah dianggap lulus dari serangkaian penilaian Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, dan Satgas Covid-19, mulai dari administrasi hingga fasilitas kesehatan. Tuturnya.

Dengan tegas James menjelaskan, Pelaksanaan uji coba sekolah tatap muka ini dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Sebab, sekolah ini berbeda dengan sekolah – sekolah yang sudah melakukan uji coba PTM pada sebelumnya. Dimana, setiap siswa tidak pulang kerumah masing-masing, melainkan tinggal di asrama yang berada dilingkungan sekolah tersebut.
Jadi, jumlah murid yang mengikuti pembelajaran tatap muka tetap dibatasi hanya maksimal 18 siswa dalam satu ruang kelas. Sedangkan yang sebagian lagi masih berada diruang asrama pada kamar masing-masing menunggu bagian berikutnya. Sebut James.
“Kalau sebelumnya satu ruang di asrama itu sebanyak 4 orang. Saat ini menjadi 2 orang saja. Sisanya kita masukkan ke kamar lain. Agar tidak menimbulkan keramaian selesai PTM,” Jelasnya.
Pantauan awak media di SMA Negeri 1 Plus Raya, sebelum kegiatan belajar tatap muka dimulai, para siswa sudah berbaris di lapangan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak serta menggunakan masker.
Sebelum mereka memasuki ruang kelas, para guru mengarahkan pelajar untuk mencuci tangan yang sudah disediakan pihak sekolah, kemudian para siswa memasuki kelas masing-masing. Pengecekan suhu tubuh pun sudah dilakukan.
Menurut Kepala sekolah SMA Negeri 1 Plus Raya Daud Raja Purba, bahwa dalam belajar tatap muka uji coba tingkat SMA/SMK pada sekolah tersebut diikuti hanya kelas X, dan XI saja. Dan itu dibagi menjadi empat rombongan belajar (rombel).
“Tiap kelas hanya diisi sebanyak 18 murid. Jadi pembelajaran nya dilakukan dalam dua sesi atau gelombang. Dengan jadwal bergiliran yang sudah kami tentukan,” Katanya.
Dia menegaskan, pelaksanaan protokol kesehatan diawasi ketat dalam uji coba PTM di SMA Negeri 1 Plus Raya. Protokol kesehatan diterapkan mulai dari pintu masuk, proses kegiatan belajar mengajar, hingga siswa keluar dari area sekolah. Begitu juga penerapan prokes pada area asrama mereka masing-masing.
Daud berharap uji coba ini dapat berhasil dengan maksimal agar pemerintah tidak merasa ragu dan juga orang tua peserta didik bisa yakin ketika anaknya berada di sekolah. Tutupnya.
Toni Tambunan






