Kompasnasional l Ganda putra terbaik Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo siap tempur di ajang All England Open 2021. Mereka diyakini dapat merebut kembali gelar bergengsi tersebut.
Pelatih ganda putra Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Herry Iman Pierngadi mengatakan kans Marcus/Kevin tahun ini terbuka lebar untuk menjuarai All England 2021 ini.
“Tetapi kita juga harus ingat, apa pun yang namanya pertandingan bisa saja terjadi. Dari hasil drawing (undian) All England 2021, jalan Marcus/Kevin cukup mulus dan berpeluang melesat ke laga puncak,” ucap Herry.
Jika melihat undian, ganda putra Indonesia seharusnya bisa melewati babak awal. Marcus/Kevin yang menjadi unggulan pertama akan menghadapi wakil Jerman, Jones Ralfy Jansen/Peter Kaesbauer.
Herry mengaku di atas kertas, Marcus/Kevin mampu melewati di babak pertama. Namun ia tetap meminta anak didiknya jangan menganggap remeh lawan, siapapun dia yang bakal dihadapi.
“Kita akan fokus step by step, langkah satu per satu setiap pertandingan. Menurut saya bertemu pasangan Jerman ini Marcus/Kevin mampu mengatasainya. Yang penting itu tadi fokus satu persatu lawan yang dihadapi,” jelasnya.
Mereka memang sempat absen di dua turnamen awal tahun ini. Maka dari itu persiapannya pun sangat matang dan siap untuk menaklukkan semua lawan-lawannya.
Seiring dengan persiapan mereka berangkat ke All England Open 2021, Marcus/Kevin diliputi semangat berapi-api. Tak hanya sekadar comeback, All England Open 2021 akan menjadi ajang pembuktian sesungguhnya bagi The Minions.
Jika Marcus/Kevin mampu ke final, mereka tak hanya akan berambisi meraih gelar All England ketiga mereka. Namun juga bisa membawa misi merebut gelar itu dari musuh bebuyutan mereka asal Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.
Pada All England Open 2020 tahun lalu, Marcus/Kevon gagal juara usai dijegal pasangan Jepang tersebut. Marcus/Kevin kalah di final All England Open 2020 dari Endo/Watanabe dalam pertarungan 3 gim yang alot.
Dari rekor pertemuan kedua pasangan, Marcus/Kevin sudah menelan enam kekalahan beruntun sepanjang 2019 hingga 2020. Artinya dalam enam kali bertemu Endo/Watanabe, Marcus/Kevin masih belum menemukan obat yang tepat guna meredam mereka.
(BS/Red)







