Timnas Indonesia kini sudah berada di Hanoi, untuk menatap leg kedua semifinal Piala AFF 2016 melawan Vietnam. Menatap laga krusial itu, punggawa Merah Putih langsung mendapat ancaman buruknya cuaca.
Yup, di ibukota Vietnam itu, kini memang tengah berada di musim dingin. Tentu saja hal itu bukan hal yang biasa di hadapai Boas Salossa cs selama ini.
Dengan kondisi cuaca yang cukup dingin dan bisa mencapai suhu dingin hingga di bawah sepuluh derajat celsius itu, tantangan untuk memenangkan laga leg kedua pun semakin berat.
Pasalnya, Vietnam kerap menjadi tim yang kuat manakala bermain di kandang sendiri. Itu juga ditambah degan animo suporter The Red Stars yang dipastikan ingin membalas dendam atas dukungan yang diberikan suporter Indonesi pada leg pertama lalu.
Wasit Australia yang Pimpin Indonesia vs Vietnam Memang Ahli Kontroversi
“Yang pasti itu (cuaca) bakal jadi kendala bagi Indonesia. Cuaca dingin bisa saja menyulitkan kami,” kata bek timnas, Manahati Lestusen.
Pasukan racikan Alfred Riedl ini sendiri sudah menyiasati hal itu. Mereka bakal tiba lebih cepat di Hanoi meski pertandingan baru digelar 7 Desember mendatang.
“Iya itu salah satu jadi alasannya. Makanya kami jauh-jauh hari sudah ke sana. Hal ini dilakukan untuk adaptasi cuaca,” tandas Manahati.
Satu kaki Timnas Indonesia saat ini sudah berada di babak final setelah pada leg pertama lalu memenangi laga dengan skor 2-1.
Sejatinya, Indonesi hanya butuh hasil imbang dengan skor berapapun untuk bisa melangkah. Namun, lebih amannya, kemenangan adalah harga mati! (pjkst|dwk)








