TERNATE – KOMPAS NASIONAL | Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, perbedaan Suku, Agama, Ras dan Budaya sangat rentan dijadikan isu konflik. Bahkan masyarakat sering kali terjebak dalam suatu konflik akibat dari kurangnya pemahaman atas hakikat perbedaan itu sendiri, sehingga mudah tersulut ketika isu-isu perbedaan tersebut dimunculkan.
Demikian yang dipaparkan Kabag TU Kanwil Kemenag Provinsi Maluku Utara Drs. Amar Manaf, M.Si pada Kegiatan Pembinaan Manajemen Konflik dan Jurnalisme Damai di Aula Hotel Muara Ternate, Kamis (4/03/2021)
Amar juga menuturkan bahwa dalam pandangan Islam, perbedaan di antara umat manusia bukanlah karena warna kulit dan bangsa, tetapi hanyalah tergantung pada tingkat ketaqwaan masing-masing.
“Inilah yang menjadi dasar perspektif Islam tentang ”kesatuan umat manusia” yang pada gilirannya akan mendorong berkembangnya solidaritas antar manusia,” Tuturnya
Bahkan Amar juga mengatakan bahwa perbedaan merupakan anugerah Tuhan, sehingga menolak perbedaan apalagi sampai berkonflik karena alasan perbedaan sama artinya menafikkan kehendak Tuhan, dan sudah tentu akan merusak solidaritas antar umat manusia.
Oleh karena itu, Lanjut Amar, kegiatan Pembinaan Manajemen Konflik dan Jurnalisme Damai yang dilaksanakan ini, merupakan media bagi kita semua yang hadir untuk menyamakan persepsi sekaligus dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta tentang manajemen konflik serta bagaimana suatu konflik itu dapat diminimalisir/diredam melalui eksistensi dan peran media masa untuk kepentingan perdamaian dunia.
“Sebab keterlibatan media masa baik cetak, elektronik maupun media online dalam kegiatan ini, di harapan dapat memberi kontribusi bagi pemerintah khususnya Kementerian Agama dalam program pembangunan umat beragama, karena media masa memiliki peran signifikan dalam mempengaruhi masyarakat luas dalam memandang suatu konflik, maka dalam menyikapi isu konflik tentu diperlukan pembingkaian khusus oleh media masa, ” Tutup Amar.
(Fik)






