Home / Kesehatan

Sabtu, 13 Februari 2021 - 18:32 WIB

Ilmuwan perkirakan virus corona ditemukan pada kelelawar di Jepang, China dan Thailand

Viewer: 450
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 24 Detik

Kompasnasional l Para ilmuwan mengatakan virus corona yang terkait dengan Sars-CoV-2 mungkin beredar di kelelawar yang mendiami banyak wilayah di Asia.

Mereka telah menemukan virus yang mirip dengan virus penyebab Covid-19 pada kelelawar di suaka margasatwa di Thailand timur.

Mereka memperkirakan bahwa virus corona serupa mungkin ada pada kelelawar di banyak negara dan wilayah Asia lainnya.

Temuan ini memperluas area di mana virus tersebut ditemukan hingga jarak 4.800 km. Ini kemudian memberi petunjuk bagaimana wabah Covid-19 bermula.

Para peneliti mengatakan meski pengambilan sampel terbatas, mereka yakin bahwa virus corona “dengan tingkat keterkaitan genetik yang tinggi dengan Sars-CoV-2 secara luas terdapat pada kelelawar di banyak negara dan wilayah di Asia”.

Wilayah itu mencakup Jepang, China dan Thailand, ujar para peneliti dalam sebuah laporan yang diterbitkan di Nature Communications.

Sejumlah penelitian terdahulu menemukan bahwa Sars-Cov-2 muncul pada hewan, kemungkinan besar kelelawar, sebelum menyebar ke manusia.

Asal muasal virus itu belum diketahui dan kini sedang diselidiki oleh tim yang ditugaskan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga  Efek Gelombang WNA India Masuk Indonesia Mulai Terasa, Warga Jakarta Kena Imbas, Diminta Waspada

Dalam penelitian terbaru, tim yang dipimpin oleh Lin-Fa Wang dari University of Singapore mendeteksi kerabat dekat virus Sars-Cov-2 pada kelelawar jenis tapal kuda yang tinggal dalam gua buatan di sebuah suaka margasatwa di Thailand.

Virus yang bernama RacCS203 ini sangat mirip dengan kode genetik Sars-CoV-2 (dengan kemiripan genom 91,5%).

Virus ini juga terkait erat dengan virus corona lain – disebut RmYN02 – yang ditemukan pada kelelawar di Yunnan, Cina (dengan 93,6% kemiripan dengan genom Sars-CoV-2).

“Kita perlu melakukan lebih banyak pengawasan pada hewan,” kata Profesor Wang.

“Untuk menemukan asal-usul sebenarnya, tugas pengawasan harus melampaui perbatasan China.”

Salah satu yang menjadi perhatian besar adalah kemampuan virus corona untuk berpindah di antara mamalia yang satu ke yang lain, misalnya kucing, anjing, dan cerpelai.

Dengan berpindah antar spesies, virus dapat bermutasi dan berkembang menjadi patogen baru, yang dapat menjelaskan bagaimana Covid-19 muncul.

Dr Thiravat Hemachudha dari Universitas Chulalongkorn di Bangkok, Thailand, adalah bagian dari tim peneliti internasional.

Baca Juga  Peneliti Temukan Manfaat Tomat untuk Kurangi Risiko Stroke

Virus yang ditemukan pada kelelawar di Thailand dan China bertindak sebagai “pola sempurna yang dapat bergabung kembali dengan yang lain dan akhirnya berkembang sebagai patogen baru yang muncul, virus Covid-19”, katanya.

Para peneliti juga memeriksa antibodi pada kelelawar dan trenggiling yang diperdagangkan yang disita di Thailand selatan.

Antibodi kedua hewan itu mampu menetralkan virus penyebab pandemi, yang merupakan bukti lebih lanjut bahwa virus corona terkait Sars-CoV-2 yang beredar di Asia Tenggara, kata mereka.

Menanggapi temuan tersebut, Profesor Martin Hibberd dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan temuan tersebut menyoroti penyebaran kelelawar dan virus yang mungkin termasuk pencetus wabah saat ini.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana Sars-CoV-2 ditularkan dari hewan ke manusia, dengan penyelidik WHO baru-baru ini di Wuhan, menunjukkan bahwa hingga saat ini, belum ada bukti konklusif tentang bagaimana ini terjadi,” katanya.
(BBCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Anak-anak Jepang Disebut Paling Bahagia dan Sehat di Dunia, Ini Rahasianya

Kesehatan

Adakan Pesta Pernikahan Tanpa Prokes, Pengantin Dipenjara

Kesehatan

Mulai Sekarang Stop Buang Kulit Semangka! Manfaatnya Ajaib Banget buat Cegah Penyakit Serius yang Bisa Sebabkan Kematian Ini!
Bisnis Vaksin Palsu Tebongkar dari Kasus Kematian Bayi-kompasnasional

Arsip

Bisnis Vaksin Palsu Tebongkar dari Kasus Kematian Bayi

Kesehatan

Ketersediaan Vaksin Bukan Berarti Abai Protokol Kesehatan

Kesehatan

NGERI! 5 Makanan Ini Berubah Jadi Racun Jika Dimakan di Waktu yang Salah, Salah Satunya Makan Pisang di Jam 8 Pagi

Kesehatan

3 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama dengan Nas Putih, Efeknya Bisa Bikin Gula Darah Naik!

Kesehatan

Positif COVID-19, Doni Monardo Minta Masyarakat Hindari Makan Bersama