Kompasnasional l Anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres, Sidarto Danusubroto menyoroti sejumlah peristiwa kerumunan massa terkait acara Habib Rizieq Shihab.
Diketahui kerumunan massa terjadi saat penjemputan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta, kemudian acara di Tebet, Mega Mendung Bogor, dan pernikahan putri Habib Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat.
Ia meminta kejadian serupa tidak lagi terulang di masa depan dan polisi harus bertindak tegas untuk menciptakan Jakarta yang aman dan tentram. Buah berkumpulnya masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan tersebut sekarang mulai terasa, yaitu meningkatnya suspect Covid-19 di tengah masyarakat,” kata Sidarto Danusubroto saat bertemu Kapolda Metro Jaya Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya belum lama ini.
Dalam pertemuan itu, hadir juga anggota Watimpres lainnya, Putri Kuwisnuwardhani, Ketua umum Relawan Jokowi (RèJO) HM Darmizal MS serta Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Donny Gahral.
Sedangkan Irjen Fadil didampingi Kabid Humas Kombes Yusri Yunus, para Kapolres dan Direskrimum.
Adanya kejadian itu, ungkap ajudan terakhir presiden Soekarno ini, dana luar biasa besar yang dikeluarkan negara dalam penanggulangan Covid-19 seolah jadi terbuang begitu saja.Sidarto Danusubroto mengatakan, menjadi Kapolda Metro Jaya adalah pekerjaan yang ekstra keras dan kompleks.
Ketua Umum RèJO, HM Darmizal MS, memberikan dukungan kepada Kapolda Metro dalam menertibkan masyarakat agar lebih berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. mendukung kerja keras polisi diseluruh tanah air. Apalagi sebentar lagi, tepatnya pada Rabu 9 Desember, 2020, Indonesia akan melaksanakan pesta Demokrasi, berupa Pilkada pada 17 Provinsi dan 274 Kabupaten/Kota,” katanya.
“Masyarakat harus terlibat aktif dalam pesta demokrasi tersebut. Sekaligus harus dengan ketat menjalankan protokol kesehatan agar Pilkada berjalan aman dan lancar,” ujar Darmizal. (TN/Red)








