Viewer: 701
0 0

Home / Internasional

Rabu, 25 November 2020 - 14:08 WIB

Berfoto dengan Selebriti Israel, Penyanyi Mesir Hadapi Tuntutan Hukum

Viewer: 702
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 57 Detik

Kompasnasional l Pengadilan Mesir akan menggelar sidang tuntutan terhadap penyanyi kondang Mohamed Ramadan yang difoto bersama dua selebritis dalam acara pesta di Dubai.
Tuntutan ini diajukan oleh seorang pengacara dengan sangkaan Mohamed Ramadan telah “menghina rakyat Mesir ” karena foto-foto yang dikecam oleh banyak orang Arab sesudah pemerintah Israel menyebarkannya.

Penyanyi berusia 32 tahun itu menegaskan ia tidak tahu-menahu kebangsaan para selebritis.

Mesir dan Israel terlibat dalam empat perang sebelum kedua negara meneken perjanjian perdamaian pada tahun 1979. Namun demikian, hubungan antara kedua negara kadang-kadang tegang.

Apa keuntungan Uni Emirat Arab membuka hubungan diplomatik dengan Israel?
Pejabat tinggi Uni Emirat Arab untuk pertama kalinya kunjungi Israel, Palestina sebut ‘lawatan memalukan’
Arab Saudi bantah Putra Mahkota Mohammed bin Salman adakan ‘pertemuan rahasia’ dengan PM Israel
Baru-baru ini Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian dengan Israel untuk menormalisasi hubungan. Sudan telah menyatakan rencana serupa.

Baca Juga  Sering Jadi Kebiasaan Orang Jepang, Mencuci Rambut Dengan Air Beras Miliki Manfaat Luar Biasa

Lagu Yahudi di acara pesta
Kasus ini bermula pada Sabtu (21/11) ketika akun resmi Facebook and Twitter Negara Israel dalam bahasa Arab membagikan foto Ramadan memeluk penyanyi Israel Omer Adam dalam sebuah bar yang terletak di lantai paling atas gedung di Dubai.

Kredit foto itu diberikan kepada seorang wartawan Uni Emirat Arab dan diberi keterangan: “Seni selalu menyatukan kita bersama.”

Unggahan lain menampilkan foto Mohamed Ramadan bersama pemain sepak bola Israel Diaa Saba.

Beredar pula video pendek di daring yang tampak menunjukkan orang-orang berjoget dengan diiringi lagu rakyat Yahudi Hava Nagila di acara pesta yang dihadiri Ramadan.

Foto-foto tersebut memicu kemarahan di media sosial, banyak di antara mereka menuduh Ramadan “mengkhianati” rakyat Palestina.

Tagar “Mohamed Ramadan adalah seorang Zionis” trending di Twitter.

Baca Juga  DPR Menekan Mike Pence untuk Mencopot Donald Trump, Pemakzulan Dilakukan Jika Wapres Tak Bertindak

Wartawan Mesir dan dan anggota parlemen Mustafa Bakry mencuit: “Mohamed Ramadan, artis asal Mesir Hulu, memeluk penyanyi Zionis dan [oleh karenanya] kehilangan penggemar Arab sejatinya. Sungguh rugi.”

Bakry mengajukan pertanyaan kepada Ramadan: “Apakah Anda tahu ada populasi Arab yang terusir dari wilayah mereka dan wilayah mereka diduduki dan kesucian mereka dinodai.”

Ramadan menolak kritikan yang diarahkan kepadanya melalui cuitannya pada Minggu (22/11) dan menuduh orang-orang yang mengkritiknya berusaha “menghentikan kesuksesan dan kepopuleran saya”.

“Saya tidak bertanya asal negara orang yang ingin berfoto bersama saya, kecuali mereka mengatakannya sendiri,” tulisnya.

Ia juga membagikan video ketika ia bersama dengan seorang pria Palestina yang tampaknya berada di tempat yang sama di Dubai. Ia menyampaikan “salam kepada saudara rakyat Palestina”. (D/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ket/Foto: dari kiri ke kanan, President Lions Club Golden Estate Darmawan Yusuf, SH,SE,M.Pd,MH, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis,SH,MH, Wakapolres Belawan Kompol Taryono Raharja Sik SH dan Past President hartono Ramaly,SH,M.Si.

Berita

Menyambut HUT Bhayangkara 73 LIons Club Golden Estate Menggelar Bakti Sosial

Internasional

Salah Jack Ma Adalah: Hampir Sekuat Negara China
Menyusup di Kargo Pesawat Demi Untuk Menjadi Pengemis di Dubai -KompasNasional

Arsip

Menyusup di Kargo Pesawat Demi Untuk Menjadi Pengemis di Dubai

Berita

Biara Terkenal Usia 1000 Tahun Terbakar

Berita

Idealnya Sosok Kabareskrim Polri

Berita

Mahathir Ajak Pengusaha RI Investasi di Malaysia

Arsip

Anti Gempa, Seorang Arsitek Beijing Ciptakan Gedung Cetak 3D

Berita

Lenis Kogoya : Desa Paseban bisa menjadi Proyek pencontohan Desa wisata Adat di Bali