Viewer: 921
0 0

Home / Berita

Jumat, 9 Oktober 2020 - 13:40 WIB

Dosen-dosen yang Dukung Mahasiswa Berdemo, Beri Nilai A dan Liburkan Kuliah

Viewer: 922
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 39 Detik

Kompasnasional | Sejumlah dosen diketahui mendukung mahasiswanya melakukan unjuk rasa untuk menolak omnibus law UU Cipta Karya.

Dukungan dari dosen ini ditunjukkan dalam berbagai hal.

Di Surabaya, seorang dosen akan memberikan nilai A kepada mahasiswanya yang berdemonstrasi menolak UU Cipta Kerja.

Sedangkan di Jember, dosen sengaja meliburkan kuliah supaya mahasiswanya bisa mengikuti aksi.

Umar Sholahudin, salah satu dosen di Universitas Wijaya, Surabaya, berjanji memberi nilai A kepada mahasiswanya yang berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja.
Pengumuman itu disampaikan dalam akun Facebook-nya, Rabu (7/10/2020).

“Buat mahasiswa saya yang ikut demo Tolak UU Cipta Kerja bersama buruh untuk mata kuliah Gensos dan Pembangunan saya kasih nilai A,” tulis Umar dalam unggahannya.

Baca Juga  Kepala Desa Sinyior Tapsel Dan Anaknya Sama-sama Diperiksa Dalam Kasus Yang Berbeda

Umar menilai demonstrasi adalah sarana belajar efektif mahasiswa sebagai agen perubahan dibandingkan hanya belajar secara daring.

“Turun ke jalan menurut saya lebih efektif agar mereka ikut merasakan perjuangan rakyat,” kata Umar, Kamis (8/10/2020).

Kemudian, UU Cipta Kerja juga dianggap memengaruhi kondisi mahasiswa ketika telah terjun di dunia kerja nanti.

Dengan demikian, hal itu perlu diperjuangkan.

“Omnibus law tidak hanya berdampak bagi buruh, tapi bagi elemen lainnya termasuk mahasiswa saat nanti dia bekerja,” kata dia.

Umar mengingatkan, mahasiswanya yang mengikuti demonstrasi harus tetap memperhatikan protokol kesehatan.Hal senada juga dilakukan oleh dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Jember, M Iqbal.

Iqbal sengaja meliburkan kelas supaya mahasiswa bisa mengikuti aksi penolakan UU Cipta Kerja di bundaran DPRD Jember.

Baca Juga  Wawako Buka Acara Program Pendataan Keluarga Tahun 2021 Kota Psp

Ada empat kelas yang diliburkan pada Kamis (8/10/2020).

“Hari ini memang ada jam ngajar, kalau saya memberikan kuliah, saya menganggap saya mengingkari nurani mahasiswa,” kata dia.

Bahkan, Iqbal juga bergabung dalam aksi dan menyampaikan orasi penolakan UU Cipta Kerja.

Mahasiswa, kata Iqbal, sudah seharusnya memperjuangkan penolakan UU Cipta Kerja.

“Kalau mereka tidak menolak omnibus law, undang-undang ini akan memengaruhi nasib mereka,” kata dia.

Sebab, sejumlah pasal terkait hak buruh dan tenaga kerja akan berpengaruh, seperti pesangon dan hak cuti.

“Itulah alasan saya meliburkan kuliah. Saya yakin ini perjuangan nurani, jadi tidak takut,” kata dia.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

GEDUNG SMPN-1 DOLOK SANGGUL DILAHAP SIJAGO MERAH

Berita

Kapolres Nias Selatan laksanakan Pemilihan Pengurus PP Polri Nias Selatan masa jabatan 2021-2026

Berita

Penjaringan & Penyaringan Perangkat Desa. Jadi Polemik Di Tengah-Tengah Masyarakat Desa Lawira II.

Berita

Bimtek TIK dan Sertifikasi Junior Graphic Design Singkawang”

Berita

Pangdam XII/Tpr Sambut Kedatangan Wakil Presiden di Kalbar

Berita

Satgas Ops Aman Nusa II memberi edukasi kepada pemilik hewan ternak akan bahaya nya Penyakit Mulut Kuku ( PMK)

Berita

Wali Kota Sebut Wujudkan Petugas Fardhu Kifayah Terampil

Berita

KORAMIL, POLSEK DAN GERAKAN MELIAU PEDULI LAKUKAN AKSI SOSIAL PENGUMPULAN DANA BUAT M. IZAM.