Viewer: 863
0 0

Home / Berita

Kamis, 1 Oktober 2020 - 20:27 WIB

Hinaan Bencong Kapolres Blitar Berujung Pengunduran Diri Kasat Sabhara

Viewer: 864
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Kompasnasional | Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, kasus pengunduran diri Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo disebabkan adanya teguran dari Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo.

“Ada anggota Sabhara rambutnya panjang, ditegur Kapolres dan Kasatnya ini membela anak buahnya,” tutur Awi saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2020).

Menurut Awi, Propam Polda Jawa Timur akan menelusuri kebenaran informasi dari kedua. Termasuk soal adanya tindak arogansi kekerasan verbal.

“Nanti pasti diklarifikasi kebenaran informasi tersebut. Yang benar yang mana, versi Kasat Sabhara atau versi keterangan Kapolres, tentunya akan diungkap fakta-faktanya oleh Bidpropam Polda Jatim,” jelas Awi.

Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo mengajukan pengunduran diri sebagai anggota kepolisian lantaran merasa kecewa kepada Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo.

Baca Juga  Warga Desa Bahenap laksanakan upacara 17 Agustus bersama Satgas TMMD

Agus mendatangi Polda Jatim untuk menyerahkan seberkas surat pengunduran dirinya sebagai anggota Kepolisian, yang ditujukan pada Kapolda Jatim dengan tembusan ke Kapolri.

“Hari ini saya sudah ajukan pengunduran diri pada Kapolda Jatim dengan tembusan bapak Kapolri. Alasannya, saya tidak terima sebagai manusia dengan arogansi Kapolres saya,” ujar dia, Kamis (1/10/2020).

Agus menambahkan, dirinya tidak dapat menerima perlakuan Kapolres yang dianggapnya kerap memaki dengan berbagai macam makian pada dirinya dan anak buahnya yang lain.

Ia juga menyebut, kekesalan ini tidak hanya dirasakannya, tetapi juga dirasakan oleh perwira lain setingkat kepala satuan lainnya.

“Sebenarnya saya ini sudah akumulasi dari senior saya. Akumulasi (kekesalan) kasat yang lain. Kalau ada yang tidak cocok gitu, maki-makian kasar itu sering disampaikan, mohon maaf, kadang sampai nyebut-nyebut binatang. Sama saya tidak separah itu, yang terakhir menyebut bencong, tidak berguna, banci, lemah dan lain-lain,” ujar dia.

Baca Juga  Cegah Penyebaran Virus Babinsa Sokan Adakan Pembagian Masker

Arogansi Kapolres Blitar menurut dia tidak hanya berhenti sampai di situ. Ia menyebut, Kapolres seringkali melakukan pencopotan jabatan terhadap anak buahnya, tanpa melakukan pembinaan lebih dulu. Hal itu ia akui membuat resah, lantaran yang dilakukan Kapolres, dianggapnya belum tentu baik.

“Kapolres tidak ada arahan apa pun, tapi jika tidak benar langsung seperti itu. Sebenarnya kalau salah dibina, bukan dimaki terus-terusan. Kadang main copot jabatan. Memangnya kalau copot orang itu bisa lebih baik? Belum tentu kan?,” ujar dia.(L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Juara 3 LKS 2021 Tingkat Provinsi, SMK Swasta Persiapan Pematangsiantar Buktikan Sebagai SMK Yang Berkuwalitas

Arsip

Insiden viral di medsos, Mobil SUV tabrak 3 pengendara

Arsip

Miris, Buruh di Pabrik Milik Orang Korea Dapat THR Cuma Rp 8 Ribu

Berita

Sat Polair Polres Bengkayang Terus Imbau Masyarakat Pakai Masker

Berita

Bupati Kapuas Hulu Mengunjungi Mahasiswa Kapuas Hulu Di Kota Pontianak

Berita

Setelah Sepuluh Hari Pencarian, Akhirnya Mayat Petani di Samosir Ditemukan 

Berita

Kerjasama Dengan PT.Cipta Futura, SMKN 2 Pematangsiantar Gelar Bursa Kerja Khusus

Berita

Wakil Gubernur Kalbar Menghadiri Musrenbang Kabupaten Sanggau Tahun 2022