Viewer: 722
0 0

Home / Internasional

Jumat, 25 September 2020 - 15:04 WIB

Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Viewer: 723
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 51 Detik

Kompasnasional | Presiden Donald Trump menolak untuk menjamin dia bakal meletakkan jabatan dengan damai jika kalah dalam Pilpres AS.

Pernyataan yang diucapkan presiden ke-45 AS itu tak pelak memantik kritikan tak haya dari oposisi Partai Demokrat. Bahkan dari partainya sendiri, Republik.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, dia ditanya apakah bakal berkomitmen pada prinsip dasar demokrasi: penyerahan kekuasaan secara damai.

“Yah, kita harus melihat apa yang terjadi,” kata Trump. Ucapannya itu memantik sindiran dari rivalnya di Pilpres AS, Joe Biden.

Kepada awak media, kandidat presiden dari Demokrat itu mengaku tidak habis pikir dengan penolakan yang diperlihatkan oleh suami Melania itu.

“Dengar, dia bahkan mengatakan sesuatu yang sangat irasional. Saya tak tahu harus menanggapi bagaimana,” kata dia dikutip AFP Rabu (23/9/2020).

Baca Juga  Portugal Tinggalkan Piala Dunia Dengan Kepala Tegak

Bahkan Mitt Romney, senator yang berasal dari Republik menyatakan, keraguan sang presiden akan konstitusi itu sendiri “sama sekali tak bisa diterima”.

“Hal dasar dalam demokrasi adalah penyerahan kekuasaan secara damai. Tanpa itu, jadilah Belarus,” jelas Romney yang kerap mengkritik Trump itu.

Pernyataan presiden itu disampaikan setelah dia, yang mengejutkan era Presiden AS modern, betapa dia mengeluhkan keadilan di pemilihan.

Dia mengomentari rencana penggunaan mail-in ballots dibanding in-person karena wabah virus corona yang melanda seluruh dunia.Kalian tahu, saya selama ini sangat mengeluhkan mengenai balot ini, yang jelas adalah bencana,” kata dia dalam konferensi pers.

Presiden berusia 74 tahun itu berulang kali berujar, balot mail-in rawan terjadi penipuan dan dituding menjadi alat mengeruk keuntungan bagi Demokrat.

Namun, sampai saat ini belum ada bukti bahwa pengiriman lewat pos bakal memberikan dampak negatif yang signifikan di Pilpres AS.

Baca Juga  China sebut kehadiran bomber AS di Laut China Selatan sebagai tantangan terbuka

Bahkan, dia kemudian mengusulkan agar rencana tersebut dibatalkan, di mana jika skenario itu terjadi, dia akan terus berkuasa.

“Singkirkan balotnya dan kalian akan mendapatkan, yah sejujurnya, keberlanjutan kekuasaan. Tidak akan ada serah terima,” ujar dia.

Malah dalam salah satu kesempatan, sang presiden menuturkan dia berpikir pemilihan itu “hanya akan mengakhiri Mahkamah Agung AS”.

Dia mengatakannya di tengah upaya untuk mencalonkan calon hakim agung untuk mengisi Ruth Bader Ginsburg yang meninggal pekan lalu.

Jika ambisi Trump dan Republik sukses, maka mereka akan mempunyai sembilan hakim tertinggi yang dilaporkan begitu konservatif.

Namun Demokrat dan Joe Biden menentangnya. Mereka menegaskan bahwa penetapan hakim agung tersisa harus menunggu hasil pemilihan.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Hasil Penyelidikan WHO tentang Asal-usul Covid-19 Picu Amarah, Kenapa?

Berita

Sempat Hilang, Park Won-soon Wali Kota Seoul Ditemukan Tewas, sempat Dituduh Pelecehan Seksual

Internasional

Pesawat Militer Philipina Jatuh Menewaskan 29 Tentara

Berita

Tokoh Kristiani Sepakat Gelar Doa Bersama Untuk Indonesia
Pemuda 17 Tahun Tembak Tiga Polisi Turki Hingga Tewas-kompasnasional

Arsip

Pemuda 17 Tahun Tembak Tiga Polisi Turki Hingga Tewas

Berita

Coronavirus: Malaysia memberlakukan kuncian dari Rabu hingga 31 Maret

Internasional

Pembunuh di Spanyol Tunjukan Kepala Manusia Kepada Anak-anak, Awalnya Dikira Lelucon Halloween Senin, 2 November 2020 02:13 WIB

Arsip

GAWAT! Siapapun Bisa Bantai Ratusan Orang Pakai Senjata Omar Mateen Lewat Akses Ini