Viewer: 774
0 0

Home / Internasional

Jumat, 25 September 2020 - 15:04 WIB

Trump Menolak Meletakkan Jabatan dengan Damai jika Kalah dalam Pilpres AS

Viewer: 775
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 51 Detik

Kompasnasional | Presiden Donald Trump menolak untuk menjamin dia bakal meletakkan jabatan dengan damai jika kalah dalam Pilpres AS.

Pernyataan yang diucapkan presiden ke-45 AS itu tak pelak memantik kritikan tak haya dari oposisi Partai Demokrat. Bahkan dari partainya sendiri, Republik.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, dia ditanya apakah bakal berkomitmen pada prinsip dasar demokrasi: penyerahan kekuasaan secara damai.

“Yah, kita harus melihat apa yang terjadi,” kata Trump. Ucapannya itu memantik sindiran dari rivalnya di Pilpres AS, Joe Biden.

Kepada awak media, kandidat presiden dari Demokrat itu mengaku tidak habis pikir dengan penolakan yang diperlihatkan oleh suami Melania itu.

“Dengar, dia bahkan mengatakan sesuatu yang sangat irasional. Saya tak tahu harus menanggapi bagaimana,” kata dia dikutip AFP Rabu (23/9/2020).

Baca Juga  Regulator penerbangan Eropa sebut pesawat Boeing 737 Max 'aman untuk terbang'

Bahkan Mitt Romney, senator yang berasal dari Republik menyatakan, keraguan sang presiden akan konstitusi itu sendiri “sama sekali tak bisa diterima”.

“Hal dasar dalam demokrasi adalah penyerahan kekuasaan secara damai. Tanpa itu, jadilah Belarus,” jelas Romney yang kerap mengkritik Trump itu.

Pernyataan presiden itu disampaikan setelah dia, yang mengejutkan era Presiden AS modern, betapa dia mengeluhkan keadilan di pemilihan.

Dia mengomentari rencana penggunaan mail-in ballots dibanding in-person karena wabah virus corona yang melanda seluruh dunia.Kalian tahu, saya selama ini sangat mengeluhkan mengenai balot ini, yang jelas adalah bencana,” kata dia dalam konferensi pers.

Presiden berusia 74 tahun itu berulang kali berujar, balot mail-in rawan terjadi penipuan dan dituding menjadi alat mengeruk keuntungan bagi Demokrat.

Namun, sampai saat ini belum ada bukti bahwa pengiriman lewat pos bakal memberikan dampak negatif yang signifikan di Pilpres AS.

Baca Juga  Presiden Palestina Bertemu Raja Yordania Bahas Kondisi Yerusalem

Bahkan, dia kemudian mengusulkan agar rencana tersebut dibatalkan, di mana jika skenario itu terjadi, dia akan terus berkuasa.

“Singkirkan balotnya dan kalian akan mendapatkan, yah sejujurnya, keberlanjutan kekuasaan. Tidak akan ada serah terima,” ujar dia.

Malah dalam salah satu kesempatan, sang presiden menuturkan dia berpikir pemilihan itu “hanya akan mengakhiri Mahkamah Agung AS”.

Dia mengatakannya di tengah upaya untuk mencalonkan calon hakim agung untuk mengisi Ruth Bader Ginsburg yang meninggal pekan lalu.

Jika ambisi Trump dan Republik sukses, maka mereka akan mempunyai sembilan hakim tertinggi yang dilaporkan begitu konservatif.

Namun Demokrat dan Joe Biden menentangnya. Mereka menegaskan bahwa penetapan hakim agung tersisa harus menunggu hasil pemilihan.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Serangan Bom Bunuh Diri di Sekolah Polisi Pakistan, 59 Orang Tewas

Arsip

Saat Donald Trump Buat Nilai Tukar Meksiko Terjun Bebas

Internasional

Pura-pura Jadi Tim Medis Berpakaian APD Lengkap, Sekelompok Perampok Sukses Kuras Barang Supermarket

Internasional

Kudeta Militer Myanmar, Aung San Suu Kyi Ditangkap, Apa Penyebanya?

Arsip

Gempa 1 Menit yang Menewaskan 1.000 Orang

Berita

Rapat Konsultasi GPEI Sumut Bahas Permasalahan di Pelabuhan

Internasional

Pengacara Indonesia di Berlin: Menjembatani Hukum Indonesia dan Jerman

Arsip

Miris, Buruh di Pabrik Milik Orang Korea Dapat THR Cuma Rp 8 Ribu