Viewer: 807
0 0

Home / Berita

Jumat, 4 September 2020 - 12:12 WIB

Hendak Dijual untuk Uang Kuliah Anaknya, Sapi Milik Samsuddin Malah Ditembak Polisi

Viewer: 808
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 34 Detik

Kompasnasional | Warga Desa Kembang Ragi, Kecamatan Pasimasunggu Selayar, Sulawesi Selatan, Samsuddin (74) kini tak bisa berbuat apa-apa setelah induk sapi miliknya ditembak mati oleh anggota Polsek Pasimasunggu Brigpol M.

Induk sapi tersebut merupakan satu-satunya harapan bagi Samsuddin yang ketika dijual akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya kuliah anaknya.

Anak Samsuddin, Syahrul, mengatakan saat ditembak mati sapi itu dalam keadaan hamil dan diperkirakan melahirkan pada Oktober 2020.

“Jadi induk sapi itu ketika melahirkan, maka anaknya dijual untuk biaya kuliah dan kebutuhan lainnya. Saat ini ayah itu sudah tua, tidak bisa kerja keras lagi. Tentu sangat sedih ketika mengetahui sapi yang dipelihara selama ini mati,” kata Syahrul, saat dikonfirmasi, Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ibu Syahrul, Hamsina harus jualan kue di pasar.

Syahrul menceritakan, penembakan itu terjadi di belakang Asrama Polsek Pasimasunggu, Minggu 16 Agustus 2020.

“Jadi waktu itu sapi ayah dan sapi warga masuk di Kawasan Asrama Polsek. Apalagi keadaan pagar sudah rusak. Saat itu anggota polisi melakukan aksi penembakan,” kata Syahrul.

Baca Juga  ‍‍APH Diminta Ungkap ‍‍‍‍‍‍‍‍Dugaan Korupsi Rp3,9 M Pada Proyek Pemrosesan TPA Kabupaten Simalungun

Dulu, lanjut Syahrul, lahan itu dikelola masyarakat sebagai lahan tani atas perintah salah satu polisi.

Namun, beberapa bulan terakhir ini sudah tidak ada aktivitas tani di kawasan tersebut. Pagar sudah rusak dan tidak ada tanaman.

Menurut Mahasiswa UIN Makassar ini, jika mengacu pada Perdes Kembang Ragi memang musim ini adalah musim lepas ternak, sesuai kesepakatan masyarakat setempat.

Atas insiden itu, Syahrul bersama Samsuddin menyambangi Mapolsek Pasimasunggu.

“Awalnya ayah saya ditawari uang Rp 3 juta. Tapi saya tidak sepakat karena harga sapi Rp 10 juta,” tuturnya.Warga Desa Kembang Ragi, Kecamatan Pasimasunggu Selayar, Sulawesi Selatan, Samsuddin (74) kini tak bisa berbuat apa-apa setelah induk sapi miliknya ditembak mati oleh anggota Polsek Pasimasunggu Brigpol M.

Induk sapi tersebut merupakan satu-satunya harapan bagi Samsuddin yang ketika dijual akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya kuliah anaknya.

Anak Samsuddin, Syahrul, mengatakan saat ditembak mati sapi itu dalam keadaan hamil dan diperkirakan melahirkan pada Oktober 2020.

“Jadi induk sapi itu ketika melahirkan, maka anaknya dijual untuk biaya kuliah dan kebutuhan lainnya. Saat ini ayah itu sudah tua, tidak bisa kerja keras lagi. Tentu sangat sedih ketika mengetahui sapi yang dipelihara selama ini mati,” kata Syahrul, saat dikonfirmasi, Kompas.com, Kamis (3/9/2020).

Baca Juga  PBNU Larang Utusan Khusus AS Jessica Stern Kampanye LGBT di RI

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ibu Syahrul, Hamsina harus jualan kue di pasar.

Syahrul menceritakan, penembakan itu terjadi di belakang Asrama Polsek Pasimasunggu, Minggu 16 Agustus 2020.

“Jadi waktu itu sapi ayah dan sapi warga masuk di Kawasan Asrama Polsek. Apalagi keadaan pagar sudah rusak. Saat itu anggota polisi melakukan aksi penembakan,” kata Syahrul.

Dulu, lanjut Syahrul, lahan itu dikelola masyarakat sebagai lahan tani atas perintah salah satu polisi.

Namun, beberapa bulan terakhir ini sudah tidak ada aktivitas tani di kawasan tersebut. Pagar sudah rusak dan tidak ada tanaman.

Menurut Mahasiswa UIN Makassar ini, jika mengacu pada Perdes Kembang Ragi memang musim ini adalah musim lepas ternak, sesuai kesepakatan masyarakat setempat.

Atas insiden itu, Syahrul bersama Samsuddin menyambangi Mapolsek Pasimasunggu.

“Awalnya ayah saya ditawari uang Rp 3 juta. Tapi saya tidak sepakat karena harga sapi Rp 10 juta,” tuturnya.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

BUPATI TOBA, PENJARAKAN SAYA JIKA JAGUNG TOBA ADA PENYIMPANGAN

Asahan

Diskusi Desain Besar Olahraga Nasional, Di Gagas Inibabad DBON 2022

Berita

KRL Baru Kena Lemparan Batu di Bogor, Rangkaian Tak Bisa Dipakai 3 Hari

Berita

Bupati Tapsel Bersilaturahmi ke Petugas Pengamanan di Aek Sijorni

Berita

Wawako Tinjau Vaksinasi Covid-19 Usia 12 – 17 Tahun

Berita

Dekranasda Provinsi Kalbar Dukung Percepatan Pemasaran Kerajinan Daerah Secara Digital.

Berita

KPU Mulai Rekapitulasi Suara Pemilu Nasional Pukul 13.00 WIB

Berita

Pemkab Samosir Salurkan Bansos Penyandang Disabilitas, Lansia, Terlantar dan Sakit Menahun