Viewer: 769
0 0

Home / Kreatif

Selasa, 25 Agustus 2020 - 14:54 WIB

Masker Batik Bantu Eropa Cegah Corona

Viewer: 770
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 13 Detik

Kompasnasional | Ribuan masker batik Indonesia turut membantu warga Eropa mencegah penyebaran virus Corona. Penggunanya pun cukup beragam dari mulai anak-anak, remaja hingga dewasa. Para konsumen di Eropa kebanyakan menyukai masker batik warna pesisir dan kurang berminat dengan warna-warna cerah. Sejauh ini masker batik sedikitnya telah memasuki empat pasar Eropa yaitu Belanda, Jerman, Austria, dan Perancis.

Peluang semakin menjanjikan dikarenakan harga masker batik Indonesia cukup bersaing jika dibandingkan dengan produk-produk masker yang saat ini ditawarkan di Belanda. Hal tersebut juga didukung dengan berbagai kebijakan Pemerintah Belanda yang memberlakukan aturan kewajiban penggunaan masker kepada warganya di berbagai tempat dan lokasi seperti di dalam bis dan tempat-tempat umum lainnya.

Masker-masker tersebut merupakan beragam produk hasil Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah penghasil batik terkenal Indonesia seperti Lasem, Wonosari, dan Yogyakarta.

Keberhasilan pemasaran masker batik di Belanda tidak terlepas dari hasil kerja sama yang apik antara salah seorang diaspora Indonesia, Ine WawoRuntu, Ketua Yayasan Hibiskus dengan berbagai UMKM penghasil batik di Indonesia. Hal ini merupakan bentuk kepedulian para diaspora akan nasib para pengrajin kecil Indonesia yang terkena imbas krisis Corona saat ini.

Baca Juga  Fungsi Tersembunyi Honda Beat, Bikin Hidup Buruh Tani Kian Mudah, Kok Bisa?

“Kegiatan pemasaran masker batik kami lakukan melalui toko-toko milik para diaspora dan WNI di Eropa serta dari mulut kemulut. Alhamduillah melalui usaha ini dapat membantu saudara-saudara kita di tanah air,” Ucap Ine.

Pemasaran masker batik ke Eropa tidak hanya diinisiasi oleh kalangan diaspora tapi juga oleh salah seorang penggiat batik di Indonesia, Muhammad Sartono dari Sahabat Budaya Indonesia. Sejauh ini pihaknya berhasil memasarkan masker batik Lasem ke Perancis dan Australia yang mendapatkan sambutan cukup hangat. Baginya mempromosikan berbagai produk batik dan turunannya di berbagai negara merupakan kebanggaan tersendiri.

“Di masa pandemik seperti sekarang ini, menuntut kami untuk terus kreatif dan berinovasi salah satunya dengan pembuatan dan pemasaran masker batik ke berbagai belahan dunia. Di tahun 2019, Sahabat Budaya Indonesia sukses menyelenggarakan workshop batik di berbagai kota di Eropa bekerja sama erat dengan Perwakilan RI,” ungkap Ahmad.

Baca Juga  Pilpres Amerika 2020, Astronaut NASA Berikan Suara dari Luar Angkasa

Usaha pemasaran masker batik ke Eropa tentunya tidak tanpa kendala, selain biaya transportasi yang mahal, pengurusan dokumen, juga pemilihan warna corak yang sesuai dengan selera konsumen menjadi hal yang perlu diperhitungkan.

Kisah sukses pemasaran masker batik ke Eropa menunjukkan bahwa produk-produk Indonesia dapat diterima dan memilki berbagai keunggulan. Oleh karena itu peluang ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk terus berkarya dalam menghasilkan berbagai produk berkualitas guna mencari berbagai peluang bisnis di tengah guncangan ekonomi dunia saat ini.

Kalau di Eropa saja sudah ribuan orang yang menggunakan masker batik asli Indonesia, ayo kita pakai masker batik untuk mencegah penyebaran Corona di tanah air sekaligus membantu usaha kecil saudara-saudara kita. Batik Mendunia, Indonesia Bangga!(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kreatif

Fungsi Tersembunyi Honda Beat, Bikin Hidup Buruh Tani Kian Mudah, Kok Bisa?

Kreatif

Ingin Jadi Pengusaha Handal ? Tanamkan Mindset ini

Kreatif

Bonsai kelapa semakin tren di masa pandemi

Kreatif

Politisi PKB Kagum Lihat Kerja Risma Sulap Balai Sosial Jadi Sentra Kreasi

Kreatif

Mengubah Limbah Bahan Beracun Dan Berbahaya Menjadi Bukit Teletubbies Indah Menghijau

Berita

Pemerintah Tetapkan SNI Mainan Anak yang Aman

Kreatif

Dikira Petani Milenial, Pemuda di Tangerang Ternyata Tanam 47 Pohon Ganja di Rumahnya

Berita

Bluesky Social, Medsos Baru Mantan CEO Twitter Tarik Ribuan Pendaftar