Viewer: 1454
0 0

Home / Gaya Hidup

Kamis, 20 Agustus 2020 - 11:07 WIB

Cerita Petani Jepang Tinggal di Tengah Bandara Narita, Tolak Rp24 Miliar Demi Tanah Leluhur

Viewer: 1455
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 15 Detik

Kompasnasional | Bagi kebanyakan warga luar Jepang, nama Takao Shito mungkin sangat asing di telinga. Namun, di Jepang, Shito begitu terkenal.

Shito adalah petani yang nekat tinggal di tengah-tengah salah satu bandara tersibuk di Jepang, Narita International Airport.

Mengutip Oddity Central, Shito dan keluarganya hingga kini diketahui masih diapit oleh Narita. Padahal, seperti diketahui, tinggal di dekat bandara, pastilah tidak mudah.

Terlebih, saban hari, Shito dan keluarganya harus mendengarkan suara pesawat hingga jet yang memekakkan telinga.

Namun, Shito merasa sudah terbiasa dengan kebisingan pesawat.

“Anda akan terbiasa dengan kebisingannya (pesawat),” ucap Shito yang saat ini sudah berusia 70 tahun.

Tekad Shito untuk tetap menjadi petani dan tinggal di tengah-tengah bandara bukanlah tanpa sebab.

Keluarga Shito telah menanam sayuran di lahan pertanian yang sama setidaknya selama lebih dari 100 tahun. Kakeknya adalah seorang petani, ayahnya juga, dan sekarang Shito telah mengambil profesi yang sama.

Bermaksud melestarikan profesi sebagai petani, Shito dan para generasinya bersikukuh menolak meninggalkan lahannya.

Baca Juga  Panik! Keasyikan Main HP, Ibu Kelabakan Tahu Bayinya Makan Kecoak

Sejak diusulkan oleh pemerintah pada tahun 1966, Narita memang telah memicu kontroversi hingga kecaman dari warga serta aktivis. Ayah Shito pun dikatakan ikut sebagai pihak yang memprotes Narita.

Setelah demonstrasi berdarah, bandara akhirnya dibuka pada 1978. Pembangunan landasan pacu yang kian meluas masih membuat rumah dan lahan pertanian Shito terancam.

Namun, Shito terus menolak pindah hingga membuang mentah-mentah kompensasi lahan dari pemerintah. Padahal, nilai ganti rugi disebutkan mencapai hampir USD1,7 juta (Rp24,9 miliar).

“Ini adalah tanah yang diolah oleh tiga generasi selama hampir satu abad, oleh kakek saya, ayah saya dan saya sendiri. Saya ingin terus tinggal di sini dan bertani.

“Saya ditawari penyelesaian tunai dengan syarat saya meninggalkan pertanian saya. Mereka menawarkan 180 juta yen (Rp24,9 miliar). Itu setara dengan gaji seorang petani selama 150 tahun. Saya tidak tertarik dengan uang, saya ingin terus bertani. Saya tidak pernah berpikir untuk pergi,” terang Shito.

Baca Juga  Tergiur Sushi Gratis, Puluhan Warga Taiwan Ganti Nama

Shito yang ketika muda sempat bekerja di bisnis restoran, akhirnya terus melanjutkan perjuangan leluhur. Meski kini, satu-satunya akses ke dan dari pertanian adalah melalui terowongan bawah tanah.

Dengan bersenjatakan Undang-Undang Pertanahan Pertanian Jepang, Shito pun berhasil mempertahankan lahannya selama lebih dari dua dekade.

Meski mengaku perjuangannya melelahkan, tetapi Shito tidak ingin mundur. Karena tekadnya inilah, kerja keras Shito telah dijadikan simbol hak-hak sipil bagi penduduk Jepang.

Ratusan sukarelawan hingga aktivis terus bersatu untuk mendukungnya selama bertahun-tahun.

Kini, Shito masih merawat pertanian organiknya di tengah Bandara Narita, dan menjual hasil bumi segar kepada sekitar 400 pelanggannya. Pandemi COVID-19 juga dikatakan tidak berdampak negatif padanya.

Justru karena wabah, lalu lintas udara anjlok secara drastis dan akhirnya membuat udara di lingkungan bandara menjadi bersih. Tidak hanya itu, Shito dan keluarganya kini juga bisa hidup dengan lebih tenang tanpa suara bising pesawat.(A/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Gaya Hidup

Taliban Keluarkan Perintah, Minta Anggotanya Tak Lakukan Poligami

Gaya Hidup

Telur Seribu Tahun, Siapa Berani Coba?

Gaya Hidup

Dokter Reisa Ingatkan Masyarakat Hindari Gunakan Telepon Genggam di Tempat Umum

Berita

Selama Ditahanan Dhawiya Makin Religius

Berita

Perdana Main Film Horor, Ini Tanggapan Pevita Pearce

Gaya Hidup

9 Makanan ini Dulu Hanya Dikonsumsi Orang Miskin, Kini Naik Kasta Tersaji di Restoran Mewah

Berita

Jeep Segera Produksi SUV Kecil Seukuran Suzuki Jimny

Gaya Hidup

Ditemani 4 Wanita, Kakek 62 Tahun Ditangkap. Ngaku Telah Berhubungan Intim