Viewer: 853
0 0

Home / Politik

Senin, 27 Juli 2020 - 06:28 WIB

PDIP Pecat Akhyar Nasution: Khianati Partai, Keburu Nafsu, dan Ambisi Kekuasaan

Viewer: 854
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompasnasional | PDIP memberikan sanksi tegas terhadap Akhyar Nasution yang membelot ke Partai Demokrat demi bisa maju di Pilwali Medan 2020.

Ketua DPP PDIP sekaligus Plt Ketua DPD PDIP Sumatera Utara (Sumut), Djarot Saiful Hidayat, mengatakan membelotnya Akhyar ke Demokrat otomatis membuatnya dipecat sebagai kader PDIP. Djarot menegaskan, Akhyar dipecat karena berkhianat. Pemecatan Akhyar secara resmi sebagai kader akan dilakukan Mahkamah Partai.

Diketahui dalam struktur kepengurusan, Akhyar terakhir menjabat Wakil Ketua DPD PDIP Sumut. Ia juga menjabat Walkot Medan menggantikan Tengku Dzulmi Eldin yang terjerat kasus korupsi di KPK.

“Dia (Akhyar) mengkhianati partai yang selama ini membesarkannya. Dia (Akhyar) mungkin melupakan hal itu karena keburu nafsu dan ambisi kekuasaan yang kelewat besar,” ujar Djarot dalam keterangannya, Sabtu (25/7).

Baca Juga  Ansor Jatim: Khofifah Layak Jadi Kandidat Capres 2024

Djarot menyatakan sejauh ini PDIP mengajari para kadernya untuk selalu taat keputusan dan tidak terpengaruh pada ambisi berburu kekuasaan.

“Kader partai harus berdisiplin dan berpolitik itu untuk pengabdian yang lebih besar, bukan untuk berburu kekuasaan politik,” ujarnya.

“Karena itu lah langkah pragmatis yang dilakukan saudara Akhyar Nasution dengan pindah ke Partai Demokrat justru ditempatkan sebagai bagian konsolidasi kader,” lanjutnya.

Djarot lantas menilai Akhyar telah gagal dalam berpolitik. Tentu saja karena sikap ambisinya tersebut yang berpindah partai demi maji di Pilkada Medan.

“Dalam konsolidasi tersebut ada kader yang lolos karena memiliki kesabaran revolusioner, namun ada yang gagal karena ambisi kekuasaan. Yang bersangkutan (Akhyar) masuk pada ketegori kedua,” ucapnya.

Baca Juga  Bawaslu Tegaskan Calon Kepala Daerah Dilarang Bagikan Bansos

Lebih lanjut, Djarot menyatakan tak diusungnya Akhyar dalam Pilkada Medan karena kinerjanya sebagai Plt Wali Kota Medan yang buruk.

“Hasil evaluasi kinerja atas kader partai yang ditugaskan sebagai Wali Kota Medan tidak bagus, sehingga partai tidak akan mencalonkannya kembali,” ujar mantan Gubernur DKI tersebut.

Akhyar Nasution sebelumnya menyatakan ingin maju melalui partainya di Pilwalkot Medan. Namun, PDIP tak kunjung memberi rekomendasi karena ada calon lain yang dipertimbangkan. Salah satunya menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution.

Kemudian, Akhyar mendapatkan dukungan dari PKS dan Demokrat. Kini, Akhyar memilih meninggalkan PDIP dan masuk Demokrat sejak sebulan lalu.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Politik

Demokrat, Ahmad Yahya Sebut Ada Pungutan yang Jadi Beban Partai di Daerah

Politik

Calon Wali Kota Dumai Jadi Tersangka Pelanggaran Pilkada

Politik

Pemerintah Menolak Partai Demokrat Hasil KLB Pimpinan Moeldoko, AHY Tetap Ketum Sah

Politik

Demokrat: Ini Cara Moeldoko Ambil Alih Partai Demokrat dari AHY

Politik

4 Fakta Sosok Silvany Austin Pasaribu, Diplomat RI Pembungkam Vanuatu Soal Papua

Politik

Sebut Isu PKI Bohong, Jubir Gerindra: Sanksi untuk Arief Poyuono Akan Diproses

Politik

Minta Megawati Tindak Ribka Tjiptaning, Muannas: Kalau Tidak, Biar Kita Proses Hukum

Berita

Paslon Tunggal Asner- Susanti Berada di Kolom Kiri