Kompas Nasional l Siantar
Kota Pematangsiantar dilanda banjir, 1 orang pengendara sepeda motor tewas terseret arus air , sementara 77 rumah di Tanjung Pinggir terrendam dan puluhan ternak Kambing ikut terseret banjir.
Hujan deras yang mengguyur Kota Pematangsiantar, sabtu (11/07//2020) sejak sore hingga malam hari membuat sejumlah lokasi di Kota Pematangsiantar mengalami banjir.
Akibat luapan sungai Sigulang-gulang yang sangat deras, seorang pengendara motor terseret arus air hingga 2 kilometer. Korban baru diketemukan hari Minggu (12/07/2020 dalam keadaan tidak bernyawa.
Terakhir diketahui, korban adalah MP, usia 48 tahun dan berjenis kelamin laki-laki.
Disebut masyarakat sekitar, pada Sabtu malam disaat hujan deras, korban melintas menggunakan sepeda motor di jalan dekat Terminal Tanjung Pinggir, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, Sumatera Utara.
“Saat melintas, korban beserta sepeda motornya terseret arus air di jalan tersebut,” kata salah satu warga yang melihat kejadian itu.
Amatan media ini, tidak jauh dari lokasi terseretnya korban dan sepeda motornya, terdapat sungai kecil dan sungai besar.
Untuk informasi, sungai besar Sigulang-gulang posisinya sekitar 200 hingga 300 meter dari lokasi korban terseret arus air.
Sedangkan sungai kecil, sangat berdekatan dengan lokasi korban dan sepeda motornya terseret arus air.
“Air banjir di badan jalan itu, sebagian besar bersumber dari sungai kecil yang meluap karena hujan deras,” kata salah satu warga yang rumahnya terrendam.
Tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Siantar dan Brimob dari Sub I Detasemen B Siantar, berupaya melakukan pencarian terhadap korban disekitar lokasi kejadian. Namun tak berhasil.
Korban baru berhasil ditemukan pada Minggu (12/07/2020) pagi sekitar pukul 08.00 WIB di aliran sungai yang tidak jauh dari PT Bumi Sari Prima (Tapioka) yang terletak di Jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, ungkap salah satu anggota TIM SAR BPBD Kota Pematangsiantar.
Penulis : Toni Tambunan






