Viewer: 828
0 0

Home / Kesehatan

Jumat, 10 Juli 2020 - 19:18 WIB

Kasus Gontor, Ahli Minta Pesantren Tutup Hingga Akhir Tahun

Viewer: 829
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

Kompasnasional | Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman menyarankan seluruh fasilitas pendidikan termasuk pondok pesantren ditutup hingga akhir tahun 2020.

Hal itu merespons tujuh santri Pondok Pesantren Modern Gontor Kampus 2 Ponorogo, terkonfirmasi positif corona.

Menurutnya, kebijakan itu harus dilakukan mengingat masih banyak kasus di Indonesia yang belum terdeteksi.

Dicky menuturkan risiko penularan Covid-19 di Indonesia, termasuk di pesantren masih sangat tinggi. Jika dibiarkan, dia mengatakan akan timbul klaster dari fasilitas pendidikan tersebut.

Terkait dengan hal itu, dia kembali mengatakan tidak merekomendasikan pesantren untuk dibuka. Terlebih, dia menyebut tidak ada data valid terkait dengan cakupan pengujian nasional dan per wilayah yang bisaa menjadi para siswa atau santri aman ketika kembali belajar.

Baca Juga  Bahaya bagi Tubuh, Jangan Konsumsi Durian dengan 5 Macam Makanan dan Minuman Ini

“Untuk negara yang sukses mengendalikan pandemi bisa bertahap membuka sekolah,” ujarnya.

Di sisi lain, Dicky juga mengingatkan positive rate Indonesia saat ini masih di kisaran 11 persen. Dia berkata ada jarak 6 persen kekurangan cakupan test yang juga artinya masih banyak kasus positif di masyarakat yang belum terdeteksi.

“Malahan yang ideal di 3 persen positive rate,” ujar Dicky.

Senada, epidemiolog dari Universitas Unair Windhu Purnomo mengatakan pondok pesantren belum dapat dibuka. Dia berkata lokasi tersebut baru bisa beroperasi untuk kegiatn belajar pada akhir tahun 2020.

“Kecuali bila semua wilayah sudah tidak ada lagi yang merah atau berisiko tinggi. Jadi kalau ada fakta penularan di ponpes saat ini, semua ponpes harus ditutup kembali.

Baca Juga  Gunung Marapi Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 200 Meter

Sebanyak tujuh santri Pondok Pesantren Modern Gontor Kampus 2 Ponorogo, terkonfirmasi positif corona. Dari tujuh santri tersebut, enam orang diketahui berasal dari luar Pulau Jawa.

Pemkab dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Ponorogo pada Minggu mengonfirmasi kasus pertama santri asal Sidoarjo. Namun hingga Rabu (8/7), bertambah enam orang.

Akibatnya, warga ponpes tidak diperkenankan untuk keluar pondok. Mereka juga tidak boleh menerima tamu/kunjungan untuk keperluan apapun, kecuali pemenuhan kebutuhan pokok dan pelayanan kesehatan.(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Cara Menentukan Masker Perawatan Wajah Sesuai Jenis Kulit

Kesehatan

#TanyaDokter: Ciri-ciri Mimisan yang Berbahaya

Kesehatan

12 Siswa STM yang Akan Demo Omnibus Law Reaktif Corona, Dibawa ke Polda Metro

Berita

Awas, Ini Bahaya Eyeliner untuk Mata

Kesehatan

Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Berita

Anggota BEM Terbang ke Asmat Zaadit Taqwa Tidak Terlihat

Berita

Jelang Idul Adha, Fitriani Manurung Ajak Warga Kota Medan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Kesehatan

Kasus Covid-19 Naik 500 Persen, Dokter Sulit Tentukan Penerima Oksigen