Viewer: 926
0 0

Home / Hiburan / Teknologi

Kamis, 2 Juli 2020 - 07:59 WIB

Sejarah Sepeda Brompton: Gereja Tempat Mata-mata Rusia Kopdar

Viewer: 927
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

Kompasnasional | Nama sepeda Brompton kembali jadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia. Jika sebelumnya sepeda itu dikaitkan dengan kasus penyelundupan, kali ini alat transportasi itu jadi andalan mereka yang ingin menghabiskan masa normal baru dengan berolahraga.

Harga sepeda Brompton tidak murah, versi standarnya bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah. Keunggulannya banyak, mulai dari mudah dilipat hingga bisa dibawa ke dalam mobil.

Awalnya, merek Brompton tersebar luas di Indonesia pasca ditemukannya muatan ilegal di dalam pesawat Garuda Indonesia yang datang dari luar negeri. Sepeda tersebut disebut-sebut adalah milik mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra atau Ari Ashkara.

Baca Juga  Air Ternyata Sudah Ada di Mars Lebih Lama dari Perkiraan

Sejarah sepeda Brompton
Dilansir VIVA Otomotif dari Guardian, Kamis 2 Juli 2020, merek Brompton diciptakan oleh pria Inggris bernama Andrew Ritchie, pada 1976. Awalnya, ia hanya bekerja sebagai seorang penata taman.

Andrew memiliki ketertarikan dengan sepeda, khususnya model yang bisa dilipat. Saat senggang, ia mulai merancang model sepeda yang ergonomis dan mudah untuk dibawa. Butuh lima tahun sebelum ia akhirnya masuk ke dalam proses produksi dengan skala yang cukup besar.

Namun, empat tahun kemudian ia kembali terjun ke bisnis itu, kali ini dengan dukungan modal yang besar. Dalam waktu 10 tahun, kapasitas produksi yang tadinya hanya 6.000 unit per tahun naik menjadi 40 ribu unit.

Baca Juga  Menohok, Begini Tanggapan Eks Kader Demokrat Pasek Suardika Soal Curhatan SBY

Asal nama sepeda Brompton
Biasanya, perancang menggunakan nama sendiri untuk hasil ciptaannya. Tapi, Andrew justru tertarik memakai nama gereja di Inggris. Tempat ibadah itu adalah Gereja Brompton Oratory, yang dibangun pada 1880. Dalam waktu 4 tahun, pengerjaannya selesai dan hingga kini masih berdiri tegak.

Alasan Andrew memakai nama gereja itu, adalah karena bangunan itu adalah pemandangan yang pertama terlihat saat ia melihat ke luar jendela apartemennya. Uniknya, dikutip dari Londonist, salah satu pilar gereja itu pada zaman dulu sering jadi tempat janjian atau kopdar mata-mata Rusia untuk saling bertukar informasi rahasia. (V/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Rugi Sampai Miliaran Rupiah, Annisa Bahar Merasa Hukuman untuk Sandy Tumiwa Ringan-KompasNasional

Arsip

Rugi Sampai Miliaran Rupiah, Annisa Bahar Merasa Hukuman untuk Sandy Tumiwa Ringan

Teknologi

YouTube Down Pagi Ini

Teknologi

Biden Bekukan Penjualan F-35 ke UEA, Begini Reaksi Emirat
Foto Personil Grup Band NCT

Berita

Ada Surat Ancaman Bom, Gegana Sterilisasi Lokasi Konser NCT 127!

Teknologi

8 Rumah Sakit Uji Klinis Obat Ivermectin, Hasilnya Bikin Kaget

Hiburan

UFO Kembali Beraksi

Teknologi

Air Ternyata Sudah Ada di Mars Lebih Lama dari Perkiraan

Berita

Proyek Tol Manado-Bitung Ambruk, 3 Pekerja Tertimbun