Viewer: 961
0 0

Home / Berita

Rabu, 17 Juni 2020 - 16:39 WIB

Polisi akan Periksa Ahli Sejarah Terkait Kasus Jenderal Purn Hendropriyono

Viewer: 962
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

Kompasnasional ¦ Mantan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) AM Hendropriyono dilaporkan ke polisi.

Pensiunan jenderal TNI AD ini dilaporkan atas pernyataannya mengenai Sultan Hamid II.

Hendropriyono menyebut Sultan Hamid II pengkhianat dan tak layak dijadikan pahlawan.

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, setelah laporan pengaduan diterima, Senin (15/6/2020) kemarin, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus akan mempelajari kasus tersebut.

“Sampai dengan saat ini, kita masih memeriksa 1 orang saksi. Hari ini belum ada pemeriksaan saksi lagi, dijadwalkan baru Kamis dan Jumat, pekan ini,” kata Donny saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/6/2020).

Selain itu, penyidik juga belum mengamankan barang bukti apapun terkait kasus tersebut.

Donny juga belum bisa memastikan, apakah akan memanggil Hendropriyono di Polda Kalbar atau di Mabes Polri untuk diminta klarifikasi.

Baca Juga  Wujudkan Kenyamanan Beribadah Warga Perbatasan, Satgas Yonif

Menurut dia, saat ini penyidik masih akan terlebih dulu memeriksa sejumlah saksi, yakni saksi ahli dan saksi sejarah.

“Kita periksa saksi-saksi dulu. Termasuk saksi ahli, juga saksi sejarah,” ucap Donny.

Diberitakan, beredar video berdurasi 6 menit 13 detik yang menampilkan AM Hendropriyono berbicara tentang Sultan Hamid II dan sejumlah cuplikan gambar.

Video tersebut juga diunggah ke YouTube oleh kanal Agama Akal TV dengan judul “keturuan Arab pengkhianat, kok mau diangkat jadi pahlawan? Part 1 AM Hendropriyono”.

Dalam rekaman itu, Hendropriyono menyebutkan alasan mengapa Sultan Hamid II tidak layak dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

“Saya ingatkan kepada generasi penerus bangsa, para kaum muda, jangan sampai tersesat dengan suatu usaha politisasi sejarah bangsa kita. Karena Sultan Hamid II ini bukannya pejuang bangsa Indonesia,” jelas Hendropriyono.

Baca Juga  Pelukan Keluarga Duka Tak dapat Membendung Air Mata Freddy, Polsek Batu Ampar Bantu Proses Pemakaman Warganya

Atas beredarnya video tersebut, Kesultanan Pontianak membuat laporan pengaduan ke Polda Kalbar, Sabtu (13/6/2020) malam.

“Saya mewakili keluarga besar Sultan Hamid II melaporkan Hendropriyono atas pernyataannya yang menyebut Sultan Hamid II seorang pengkhianat bangsa,” kata Pangeran Sri Negara Kesultanan Pontianak, Kalimantan Barat, Syarif Mahmud, Sabtu malam.

Menurut Mahmud, dia mendapat video tersebut pada Sabtu pagi, dari salah satu pengurus Yayasan Sultan Hamid II.

“Laporan pengaduan ini terkait adanya dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik (Sultan Hamid II),” ucap Mahmud. (TL/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tingkatkan Keterampilan Peserta Didik, SMKN 1 Siantar Gandeng LKP Gelar Workshop Beauty Class

Berita

Suasana Haru Tergambar Saat Bupati Tapsel Melepas 83 Calon Jemaah Haji

Berita

KUNKER KOMISI C DPRD PROPINSI SUMUT KE HUMBAHAS

Berita

Kapolres Melawi Berikan Langsung Bansos Sembako Kepada Masyarakat 

Berita

Ikatan Media Online (IMO) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Melawi Resmi Terbentuk Periode 2022-2027

Berita

Tim Gabungan TNI-Polri Sintang Grebek Arena Sabung Ayam di Rawa Mabok

Berita

Presiden Prabowo Rencanakan Kenaikan Gaji ASN Guru, Dosen, hingga Pejabat Negara

Berita

Tim GTPP Covid-19 Pemkab Simalungun Lamban Warga Positif Corona Baru Ditangani 9 Hari Setelah di Karantina