Viewer: 1195
1 0

Home / Berita

Rabu, 27 Mei 2020 - 21:14 WIB

Telan 300 Manusia, Inilah Buaya Legendaris di Seluruh Afrika yang Tak Pernah Bisa Ditangkap, Bahkan Senjata AK47 Tak Mampu Menembus Kulitnya

Viewer: 1196
1 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 59 Detik

Kompasnasional | Buaya merupakan salah satu predator yang berbahaya dan hidup di rawa-rawa.
Hewan buas ini juga kerap didapati memangsa manusia.
Ada satu buaya fenomenal yang memakan ratusan korban jiwa.

Buaya yang bernama Gustave itu menjadi sosok menakutkan bagi warga Burundi.
Buaya yang memiliki keahlian itu sulit ditaklukkan dan sulit ditangkap.
Bahkan, buaya itu dikenal sebagai predator yang miliki rahang kuat.

Namun buaya di Burundi ini layak mendapat predikat monster buaya, Gustave namanya.
Monster di Sungai Ruzizi Afrika ini, seperti dikutip dari odditycentral.com, telah berada di sana sekitar 60 tahun dan diperkirakan telah membunuh lebih dari 300 orang.
Gustave selalu mampu lolos dari penangkapan.

Tidak ada yang tahu ukuran pastinya, ilmuwan dan orang-orang yang pernah melihatnya memperkirakan panjang tubuhnya 18 dan 25 kaki (5,5 sampai 7,5 meter).
Bobotnya lebih dari 2.000 lbs (900 kg), atau lebih dari setengah berat mobil khas.
Saat ini dia adalah buaya terbesar di Afrika.

Baca Juga  Tingkatkan Kemampuan Anggota Saka Bhayangkara, Sat Binmas Polres Melawi Gelar Latihan*

Awalnya Gustave diperkirakan berumur lebih dari 100 tahun, namun pengamatan lebih lanjut mengungkapkan dia memiliki gigi penuh, yang berarti dia jauh lebih muda dari itu.
Menurut film dokumenter PBS 2004 ‘Capturing the Killer Croc’ dia “hampir tidak bergigi”, diperkirakan “mungkin berusia lebih dari 60 tahun, dan mungkin masih terus tumbuh”.
Gustave memilki luka-luka ditubuhnya, luka itu ia dapatkan setelah terkena tembakan AK47 dari tentara yang mencoba menangkapnya.

Penduduk setempat mengatakan kepada National Geographic bahwa dia melarikan diri dengan “memakan peluru”.
Namun para ilmuwan membantah dengan mengatakan bahwa ukuran dan cirinya membuatnya sangat tahan peluru.
Ilmuwan menambahkan karena ukurannya yang tidak biasa, Gustave tidak bisa berburu binatang-binatang kecil seperti ikan, antelop, dan zebra.

Dia memangsa binatang yang lebih besar seperti kuda nil, rusa, dan kadang juga manusia.
Saat Gustave memangsa manusia dia tidak langsung memakannya, korban akan diseret ke dalam air, mencabik-cabik dan menenggelamkannya.
Dalam beberapa dekade ini lebih dari 300 manusia menjadi mangsanya.

Baca Juga  Lewat Jalur SNMPTN 2 Siswi SMKN 3 Pematangsiantar, Tembus Lulus Masuk PTN Jurusan Bahasa Jerman

Patrice Faye dan ilmuwan lainnya telah berusaha menangkap Gustave selama dua tahun.
Perangkap seberat 3 ton yang memiliki banyak penjerat pun tak mampu menjebak Gustave, ia berhasil lolos.
Ukuran tubuhnya, kelincahan, dan kecenderungan memangsa manusia telah menjadikan Gustave legenda di wilayah tersebut.
Gustave terakhir dilihat oleh penduduk setempat pada Juni 2015 saat sedang menyeret banteng dewasa berukuran lebih dari 1000kg ke sungai.
Legenda Gustave menginspirasi sebuah film pada tahun 2007 berjudul “Primeval” berkisah tentang sebuah tim yang dikirim ke Burundi untuk menangkap buaya namun gagal. (GI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Anggota Polri Tidak Sebanding Dengan Jumlah Penduduk Menjadi Alasan Utama Dibentuknya Pokdarkamtibmas Polres Melawi*

Berita

Kawal dan Dampingi BLT-DD, Cara Babinsa Makrampai Pastikan Sampai ke Tangan Penerima Manfaat*

Berita

Bersama Kadiskes, Dandim Sambas Tinjau Penanganan Pemulangan Pekerja Migran Indonesia*

Berita

Bupati Tapsel : Forum Anak Harus Mampu Menjadi Wadah Kreativitas Bagi Anak-Anak Generasi Emas Tapsel

Berita

3 (Tiga) Orang WNI Diduga (PMI) Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural Kembali Diamankan Prajurit Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty

Arsip

Kapolrestabes Medan Dimutasi Kapolri, Digantikan Kombes Dadang Hartanto

Berita

Pembangunan Pabrik Tesla di Berlin Terhambat karena Ular Tidur

Berita

Diduga Lecehkan Ulama dan Jokowi, Rumah Warga di Pasuruan Digeruduk Banser