Viewer: 804
0 0

Home / Berita

Jumat, 22 Mei 2020 - 22:50 WIB

Pembagian Bansos di PT Pos Bandung tak Indahkan Jaga Jarak

Viewer: 805
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 20 Detik

BANDUNG – Kompasnasional | Ratusan warga memadati Kantor PT Pos di Jalan Asia Afrika, Jumat.  Mereka memadati kantor Pos untuk mengambil pembagian bantuan sosial (BST) tanpa mengindahkan penerapan pembatasan fisik sebagai protokol kesehatan.

Salah seorang warga yang mengantre, Lilis (39) mengaku sudah antre sejak pagi hari. Uang bantuan itu dibutuhkannya untuk menyambung hidup di tengah pandemi meski ia tahu bahwa berkerumun sangat berpotensi menyebarkan virus corona.”Saya pasrah aja. Soalnya butuh banget uang. Udah habis. Jadi, gak apa apa lah berdesakan juga,” kata Lilis.

Warga yang mengantre di Kantor Pos itu terdiri dari mulai anak muda hingga lansia, dan ada anak-anak yang ikut. Warga tersebut mengantre untuk mendapat bantuan Rp600 ribu dari pemerintah.

Baca Juga  Polisi Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bocah 10 Tahun di Manado

Meski terpaksa mengantre berdesakan, ia berharap ke depannya ada petugas yang mengatur untuk bisa menerapkan protokol kesehatan. Karena ia tahu bantuan tersebut bakal diberikan dalam dua tahap. “Saya berharap bulan depan tidak antreseperti ini,” kata Lilis.

Seorang warga lainnya, Atik (50) menyayangkan tidak adanya petugas yang mengatur protokol kesehatan dalam proses pembagian BST. Ia mengaku khawatir dapat tertular Covid-19 karena kerumunan itu dapat berisiko. “Mudah-mudahan setelah antrian ini orang-orang masih pada sehat. Bulan depan antrinya jangan begini kalau bisa,” kata Atik.

Baca Juga  Sekda Lantik 90 Pejabat Administrator Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat

Senada dengan Atik, warga lainnya Dadang Kurnia (46) meminta pemerintah dan petugas lebih tegas dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia berharap jangan sampai ada klaster baru di tempat pembagian BST, karena tempat pembagian BST bukan hanya di Kantor Pos Asia Afrika.

“Pemerintah harusnya tegas. Ini ga ada yang ngatur. Jadi desak desakan. Kami juga ga mau kayak gini, jangan sampai ada klaster PT Pos,” kata Dadang. (RCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Internet Relationship Assistance Chat Room – How To Find An experienced Online Romance Advice Chat

Berita

PERKUMPULAN MACAN KOTA SINGKAWANG BAGIKAN SEMBAKO DAN MASKER GERATIS KEPADA MASYARAKAT.

Arsip

Soal Label Halal Dibotol Miras, MUI Pastikan Itu Hoax dan Fitnah !!!

Berita

Walikota P.Sidimpuan Salurkan Bansos Beras 108 Ton ke KPM

Berita

Pemkot Medan Tertibkan Puluhan Reklame Bermasalah

Berita

Diwakili Kadis Pariwisata, Plt. Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Rakerwil Generasi Muda Pujakesuma Wilayah Sumut Tahun 2022

Berita

Desa Nanga Suruk Dan Desa Beringin Jaya Dambakan Jembatan Gantung

Berita

Polres Pematangsiantar Gelar Giat Diskusi Sosialisasi Kegiatan P4GN di Kota Pematangsiantar