Viewer: 856
0 0

Home / Berita

Jumat, 22 Mei 2020 - 22:50 WIB

Pembagian Bansos di PT Pos Bandung tak Indahkan Jaga Jarak

Viewer: 857
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 20 Detik

BANDUNG – Kompasnasional | Ratusan warga memadati Kantor PT Pos di Jalan Asia Afrika, Jumat.  Mereka memadati kantor Pos untuk mengambil pembagian bantuan sosial (BST) tanpa mengindahkan penerapan pembatasan fisik sebagai protokol kesehatan.

Salah seorang warga yang mengantre, Lilis (39) mengaku sudah antre sejak pagi hari. Uang bantuan itu dibutuhkannya untuk menyambung hidup di tengah pandemi meski ia tahu bahwa berkerumun sangat berpotensi menyebarkan virus corona.”Saya pasrah aja. Soalnya butuh banget uang. Udah habis. Jadi, gak apa apa lah berdesakan juga,” kata Lilis.

Warga yang mengantre di Kantor Pos itu terdiri dari mulai anak muda hingga lansia, dan ada anak-anak yang ikut. Warga tersebut mengantre untuk mendapat bantuan Rp600 ribu dari pemerintah.

Baca Juga  Penyaluran BLT UMKM di Halmahera Selatan Dinilai Tak Tepat Sasaran

Meski terpaksa mengantre berdesakan, ia berharap ke depannya ada petugas yang mengatur untuk bisa menerapkan protokol kesehatan. Karena ia tahu bantuan tersebut bakal diberikan dalam dua tahap. “Saya berharap bulan depan tidak antreseperti ini,” kata Lilis.

Seorang warga lainnya, Atik (50) menyayangkan tidak adanya petugas yang mengatur protokol kesehatan dalam proses pembagian BST. Ia mengaku khawatir dapat tertular Covid-19 karena kerumunan itu dapat berisiko. “Mudah-mudahan setelah antrian ini orang-orang masih pada sehat. Bulan depan antrinya jangan begini kalau bisa,” kata Atik.

Baca Juga  Bareskrim Tetapkan 2 Pejabat Kemendag Jadi Tersangka Korupsi Gerobak  

Senada dengan Atik, warga lainnya Dadang Kurnia (46) meminta pemerintah dan petugas lebih tegas dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia berharap jangan sampai ada klaster baru di tempat pembagian BST, karena tempat pembagian BST bukan hanya di Kantor Pos Asia Afrika.

“Pemerintah harusnya tegas. Ini ga ada yang ngatur. Jadi desak desakan. Kami juga ga mau kayak gini, jangan sampai ada klaster PT Pos,” kata Dadang. (RCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Peduli Kesehatan Warga, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Pengobatan Door To Door Di Kampung Perbatasan.

Berita

Di Hadapan DPRD, Bupati Tapsel Ucapkan Rasa Syukur Atas Opini WTP 8 Kali Berturut-turut

Berita

Dorong Swasembada Pangan dan Potensi Sawit Mandiri

Arsip

Gempa Aceh Versi PMI: 26 Meninggal, Tiga Balita

Berita

Jatanras Sat Reskrim Polresta Pontianak Ringkus Dua Pelaku Pembobol ATM Mandiri

Berita

Muscab Gerakan Pramuka Kota Psp Ke-3 Tahun 2020 Berlangsung Lancar

Berita

Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Silaturahmi Dirum Puskesad

Berita

Dimasa Pandemi, Bupati Tapsel Tabur Benih Ikan di Danau Sias