KOMPASNASIONAL,MEDAN – Aksi perampokan dengan modus memecah kaca mobil kembali terjadi di Medan. Kali ini dialami Ritwar Chang (48) penduduk Jalan Pukat 8 Mandala Medan.
Tidak tanggung, uang tunai sebesar Rp 575 juta lenyap dilarikan perampok yang diketahui sudah membuntuti korban, Sabtu (29/12/2018) siang.
Penuturan korban sebelum membuat laporan pengaduan ke Polrestabes Medan, siang itu ia baru saja menarik uang di BCA Jalan Bukit Barisan sejumlah Rp 575 juta yang ia masukkan ke kantong plastik hitam. Mengendarai Suzuki Ertiga BK 1449 korban pun meninggalkan BCA kira-kira pukul 12.45 dengan menuju BCA Asia simpang Jl. Lampung. Sesampainya di sana, korban memarkirkan mobilnya pas sebelum toko keramik, sebelum Jl. Lampung dan bergegas masuk ke bank tersebut.
Tidak berapa lama saat akan kembali ke mobilnya, korban terkejut karena orang banyak mengerumuni mobilnya. Ternyata orang melihat kalau kaca belakang sopir sudah pecah.
Salah seorang karyawan toko keramik Maju Jaya, sebelum Bank UOB, menjadi saksi mata karena sempat berinteraksi dengan pelaku.
Menurutnya, pelaku berdiri di depan toko keramik cukup lama sebelum menghancurkan kaca mobil dan meninggalkan lokasi dengan mengambil bungkus plastik hitam berisi uang.
“Saya baru ingat sebelum saya meninggalkan mobil ada sepeda motor mio soul warna merah putih yang dikendarai pria berperawakan kecil, hitam, rambut ikal, dan berkumis seperti sedang memantau gitu. Saya berdiri cukup lama memperhatikan orang itu sampai akhirnya dia pergi dan saya masuk ke BCA”.
“Sepertinya saya juga melihat orang yang sama di luar pagar Bank BCA memperhatikan ke arah bank,” kata korban lagi yang berita ini ditulis masih menjalani pemeriksaan atas pengaduannya ke Polrestabes Medan.
Sementara Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto ketika dikonfirmasi terkait perampokan tersebut belum ada balasan. Ditambah lagi dengan buruknya kinerja SPKT yang cukup lambat memproses laporan pengaduan korban juga tidak dijawab orang nomor satu di kepolisian Kota Medan tersebut.
Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Puthu Yuda juga enggan menjawab konfirmasi wartawan. Saat dikonfirmasi via layanan WhatsApp, perwira berpangkat dua melati emas tersebut enggan membalas. (17Merdekacom/AW)






