Home / Berita / Daerah / Kriminal / Medan / Reviews

Senin, 3 September 2018 - 09:37 WIB

Klaim Lahan Pasar Pagi Polonia Berujung Perusakan, Polisi Diminta Respon Laporan Masyarakat

Viewer: 655
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 56 Detik

KompasNasional.com,Medan – Klaim kepemilikan lahan pajak (pasar-red) pagi Polonia, Medan akhirnya berujung pengrusakan. Sejumlah massa yang diduga adalah preman bayaran sejak pukul 11.00 wib dikabarkan telah berkumpul di sebuah bengkel milik Toni Kristian.

Pantauan media ini, sekitar 30 orang bergerak menuju kios dan memulai aksinya dengan mengobrak-abrik lose milik para pedagang, Selasa (28/8). Kegaduhan yang terjadi sontak membuat para pedagang yang berada dilokasi kejadian melakukan perlawanan. Bentrok pun tidak dapat dihindarkan.

Hal itu dikatakan, Jansen selaku Ketua PK SBSI 92 pajak pagi Polonia, yang mewakili para pedagang. Menurutnya upaya bongkar paksa ini bukan yang pertama. “Ini  yang kesekian kali, setelah pengrusakan yang dilakukan sebelumnya telah kita laporkan,” ujarnya sembari menunjukkan secarik kertas Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) nomor : STTLP/1743/K/VIII/2018 SPKT POLRESTABES MEDAN.

Jansen mengaku sangat kecewa dengan insiden ini. Karna sebelum terjadinya insiden pembongkaran paksa kios para pedagang ini, pihak pedagang sudah melaporkan kasus atas pengerusakan yang dilakukan oleh Toni Kristian Cs sebelumnya ke Poltabes Medan.

Baca Juga  Walikota HadiriWisuda Ahli Madya Kebidanan Angkatan XVI Akbid Sentral P.Sidimpuan

“Laporan kita saat ini masih dalam tahap penyelidikan, tapi lagi-lagi preman bayaran itu dengan bringas merusak kios para pedagang,” imbuhnya kesal.

Jansen mengutarakan, pihak yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut hingga saat ini belum bias menunjukkan surat putusan pengadilan terkait eksekusi. Sehingga menggunakan sekelompok pereman untuk membongkar paksa kios para pedagang.

Pantauan crew media ini, bentrokan mulai redah saat kepolisian Polrestabes Medan tiba di lapangan dan melerai perselisihan.

Jansen berharap agar pihak kepolisian dapat menindak lanjuti laporan mereka dan menangkap para pelaku perusakan kios para pedagang.

Jansen menuturkan, dirinya mewakili para pedagang juga telah mengadukan klaim atas lahan yang telah menjadi tempat berdagang sejak tahun 1971 itu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan pada, Senin (27/8).

Baca Juga  Tim Anies Putar Video di Sidang Sengketa Pilpres, Sempat Disetop Ketua MK

Sebagaimana diceritakan Jansen, Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Andi Lumbangaol menerima pengaduan tersebut dan menyesalkan tidakan eksekusi paksa tanpa melalui putusan pengadilan.

“Kalaupun ada pengakuan seseorang yang mengklaim lahan tersebut adalah miliknya, janganlah langsung main eksekusi sendiri. Kan ada jalur hokum, silahkan gugat, biar pengadilan yang memutuskan,” ujar Andi.

Ketua Fraksi Persatuan Nasional itu menyebutkan apa yang dilakukan sekelompok preman itu adalah pidana perusakan dan meminta pihak kepolisian agar segera memproses pengaduan masyarakat.

“Itu namanya sudah pengrusakan. Polisi harus segera menyeret pelakunya ataupun orang yang memerintahkan (menyuru) melakukan perusakan itu. Ini Negara hukum, dan hukum adalah panglima dinegeri ini,” tandasnya.**(Roni Roy)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Samakan Visi dan Misi, Asops Kasdam XII/Tpr Pimpin Rakernisops TA 2022

Berita

Jelang Idul Adha, Dinas Pertanian Laksanakan Pengecekan Hewan Ternak Qurban

Berita

Lancar Dan Khidmat, Suasana Upacara Peringatan HUT Ke-77 Tentara Nasional Indonesia, Tahun 2022 Di Halaman Kantor Bupati Ketapang.

Berita

Bos Movistar Yamaha Tak Yakin MotoE dapat Gantikan Kompetisi MotoGP
Foto 9 Tersangka

Berita

Bea Cukai Sumut Sita 2,4 Juta Batang Rokok, Kerugian Rp 2 M Lebih

Berita

Peduli Sarana Pendidikan Babinsa Bersama Warga Laksanakan Kerja Bakti .

Berita

Suap ke Bupati Jombang Demi Jabatan Definitif Plt Kadis Kesehatan

Berita

Sekda Kalbar Pimpin Apel Siaga La Nina Di Provinsi Kalbar