Home / Berita / Daerah / Reviews

Selasa, 6 Maret 2018 - 11:11 WIB

Gubernur Kalteng Turun Tangan Setelah 2 Situs Budaya yang diduga diRusak,

Gubernur Kalteng Sugiono Sabran

Gubernur Kalteng Sugiono Sabran

Viewer: 664
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 21 Detik

KompasNasional.com, Kalteng – Persoalan legalitas lahan yang belum tuntas menjadi pemicu sejumlah kasus sengketa lahan antara perusahaan dengan warga setempat. Salah satu sengketa bahkan berujung perusakan situs budaya di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Situs adat di Desa Pondok Damar, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, diduga dirusak oleh oknum satpam PT MS, Sabtu (3/3) lalu. Situs adat yang dirusak berupa Patung Sapundu dan Pukung Sandung.

Oknum satpam diduga merusak situs budaya tersebut dengan dalih mengejar pelaku pencurian buah sawit yang dianggap sembunyi di rumah salah seorang warga Pondok Damar. Dalam upaya pengejaran itu, dua situs budaya tersebut diduga dirusak.

Perusakan situs itu memicu kemarahan warga setempat. Konflik hampir tak terelakkan. Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pun turun tangan. Sugianto memanggil perusahaan yang berkasus dengan warga setempat.

Baca Juga  Setya Novanto Jalani Sidang Lanjutan Hari Ini

“Upaya penyelesaian sudah ada. Untuk strateginya, supaya komperehensif, ya dengan pendekatan dengan menghadirkan pengusaha dan penegakan hukum. Kita akan surati perusahaan. Nanti akan kita adakan rapat lagi,” kata Sugianto seperti dikutip dari siaran pers Pemprov Kalteng, Selasa (6/3/2018).

Sugianto mengatakan, konflik antara warga dan perusahaan, termasuk yang berujung perusakan situs budaya, disebabkan karena adanya kesenjangan ekonomi. Sugianto mengatakan banyak perusahaan belum menyediakan kebun plasma untuk warga, sehingga kesenjangan tetap ada.

Baca Juga  Polda Kalbar Gelar Operasi PETI Kapuas 2021,Hari Pertama Amankan 1 Orang Terduga

“Masalah legalitas perusahaan dan warga, iya. Ini akan kita rapatkan lagi dalam minggu ini melalui rapim terbatas dengan pimpinan FKPD terkait,” ujarnya.

Sugianto mengatakan, untuk membangun Kalteng, tidak bisa hanya dari sisi pemerintah dan masyarakat, dibutuhkan juga peran investor.

“Tetapi investor yang peduli Kalteng dan masyarakatnya. Tidak mencari masalah di perusahaan, ini kan supaya jangan sampai mengganggu ekonomi nasional dan daerah, tetapi mencari jalan keluarnya agar kepentingan pemerintah dan masyarakat sama-sama dapat,” pungkasnya.(Detik/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

DPC SBSI 1992 Kota Medan jadi Perisai BPJS KetenagaKerjaan

Berita

Pemkab Tapsel Fokus Pada Pembangunan Yang Berkelanjutan

Berita

Drs.Moses Meminta Digitalisasi Penyiaran Harus Bemanfaat Bagi Masyarakat

Berita

Edi Kamtono Apresiasi Masjid Cikal Bakal Cetak Generasi Qurani

Berita

Pemkot Dukung BNN Pontianak Menuju WBK dan WBBM

Berita

Dua Siswa SMKN 1 Siantar Tembus Lulus PTN Lewat Jalur SNMPTN

Berita

Bid Propam Polda Sumsel Gelar Gaktibplin Terhadap Kendaraan Anggota

Berita

Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Berikan Pengawalan dan Pengamanan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19