Home / Berita / Nasional / Reviews

Senin, 15 Januari 2018 - 12:12 WIB

John Nainggolan Tidak Tahu Sahamnya Beralih ke Sandiaga Uno

Viewer: 602
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 56 Detik

KompasNasional.com – SAHAM John Nainggolan di Japirex lenyap dan berpindah tangan ke Sandiaga Uno. Perpindahan itu tertulis dalam dokumen jual-beli yang di atasnya dilengkapi meterai serta tanda tangan Sandiaga dan John Nainggolan.

Dalam akta perubahan susunan Direksi PT Japirex, John juga disebutkan mengundurkan diri. “Padahal, saya tidak pernah melakukan itu juga menjual saham Japirex,” kata pria 61 tahun itu.  Berikut wawancara dengan John Nainggolan.

Bagaimana ceritanya Anda sampai memiliki saham di PT Japirex?
Pak Edward Soeryadjaya menjadikan saya sebagai nominee pemegang saham serta komisaris. Pak Edward kemudian menitipkan saham-saham Japirex Pak Iwan Muhidin ke saya. Waktu itu, semua dilakukan di depan Pak Andreas Tjahjadi dan Takala Hutasoit (pengusaha sekaligus orang dekat Edward).

Peralihan saham itu melalui jual-beli?
Semua saham Japirex itu sebenarnya punya Pak Edward. Jadi saya tidak mengeluarkan uang. Prinsipnya pertemanan saja. Dia mempercayakan kepada kami sebagai teman-teman dekat. Pak Andreas itu juga teman sekolah, bahkan teman main Pak Edward sejak kecil. Saya kemudian jadi komisaris, tapi tidak aktif di Japirex.

Benarkah Anda melakukan jual-beli saham Japirex dengan Sandiaga Uno?
Tidak ada perjanjian. Saya juga tidak tahu saham saya ternyata sudah beralih ke Sandiaga. Pada 2001, saya juga tidak pernah bertemu notaris maupun Pak Sandi.

Baca Juga  Jalan Utama Nagori Parhundalian Putus, Pihak Perkebunan PTPN IV Belum Memperbaiki

Tapi ada surat perjanjian jual-beli saham yang diteken Sandiaga dan Anda?
Saya pernah melihat ada surat perjanjian itu dari pengacara. Tapi saya tidak menandatangani. Istri saya juga tidak pernah melakukan itu. Dia tidak ikut-ikutan dalam bisnis.

Mungkin Anda diminta Pak Edward mengalihkan saham ke Sandiaga?
Tidak ada perintah dari Pak Edward.

Atau bisa saja kan Sandiaga yang diminta Edward?
Tidak ada pemberitahuan ke saya tentang adanya perintah dari Pak Edward kepada Sandiaga untuk ambil alih saham.

Itu alasan Anda kemudian membuat surat pernyataan di atas materai yang membantah isi perjanjian jual-beli saham?
Ini sebenarnya kan persoalan kecil, cuma duit Rp 12 miliar. Kalau diselesaikan lebih awal, tak akan ada masalah. Ketika ramai di koran, saya jadi ingat saya ada di Japirex. Dan ketika telanjur begini, ya saya tak ada pilihan. Ini karena menyangkut kepercayaan Pak Edward kepada saya.

Maksud Anda?
Saya dihubungi by phone oleh Pak Edward. “John benar saham kamu jual ke Sandi?”. Saya kaget. Saya katakan, “Saya tidak pernah menjual saham itu”. Dalam beberapa kali pertemuan, saya jelaskan ke Pak Edward, saya tidak pernah menjual. Pak Edward bilang, “Kalau tidak menjual, ya buktikan.”

Dalam akta notaris hasil RUPS Japrex yang kami dapat, tertulis Anda mundur sebagai komisaris utama?
Saya tidak mengundurkan diri, tapi saya memang tidak aktif sebagai pengurus di Japirex. Ketika ramai di media (soal jual-beli lahan Japirex), saya ingat kalau ada saya di Japirex. Setelah itu, Pak Edward menghubungi saya. Saya kemudian bertemu Pak Edward setelah lama tak bertemu dengan dia.

Baca Juga  Presiden Akan Melantik Kapolri Baru Rabu Siang

Anda bertemu dengan Edward di mana saja?
Saya bertemu empat kali, dua kali di Jalan Teluk Betung dan dua kali di Hotel Dharmawangsa.

Kalau hubungan Sandiaga dan Edward sepengetahuan Anda seperti apa?

Pak Sandiaga itu sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Pak Edward. Pak Edward mengenal Sandi dari ibunya, Mien Uno. Waktu Sandiaga masih kecil, ibunya menitipkan Sandiaga ke Pak Edward. Mien Uno akrab dengan Pak Edward. Kemudian Pak Edward menyekolahkan Sandiaga mengambil S2 di Amerika Serikat. Sebelumnya, lulus S1 dia kerja di Bank Summa.

Sejak kapan Anda kenal Sandiaga Uno?
Saya kenal Pak Sandiaga pada 1996 atau 1997. Pak Edward yang mengenalkannya di Singapura. Kemudian kami bertemu beberapa kali, termasuk di Kanada. Itu juga dengan Pak Edward. Lalu pertemuan kami yang terakhir tiga atau empat tahun lalu saat berpapasan di bandara Singapura.

[TC/TR]

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

BAZNAS Sidempuan Salurkan ZIS Kepada Mustahik, Wali Kota : Senyum Mereka Adalah Bahagia Kita

Berita

Satgas TMMD bantu pelayanan Posyandu di desa Bahenap

Berita

Semarak Ramadhan, Markas Cabang LMPI Pematangsiantar Bagi – Bagi Takjil Gratis

Berita

Bupati Samosir Berikan Motivasi Kepada Siswa Kompetensi Sains Tingkat Nasional

Berita

Wawako P.Sidimpuan Hadiri Tinjut Penyelesaian Barang Milik Daerah

Berita

Gubernur Kalbar H.Sutarmidji : Sikap Disiplin Harus diMiliki Seorang Pemimpin

Berita

KELOMPOK KERJA KEPALA SEKOLAH ( K3S ) KECAMATAN AMBALAU LAKSANAKAN RAPAT DENGAN AGENDA RAPAT “SOSIALISASI JUKNIS TATA KELOLA DANA BOS REGULER, SKP, DAN PIP TAHUN 2022”

Berita

Duplikasi Jembatan Kapuas I Mulai Dikerjakan, Jalan Sultan Hamid II akan Dilebarkan