kompasnasional.com | ASAHAN – Untuk mencegah penyebarluasan penyakit malaria pada musim hujan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Asahan melakukan Indoor Residual Spraying (IRS) terhadap 7.000 dinding rumah warga di daerah endemis malaria.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan dr Aris Yudhariansyah kepada wartawan menjelaskan penyemprotan dilakukan dengan menyemprot insektisida, dimana nanti residunya akan menempel di dinding sehingga nyamuk yang menempel di dinding akan mati.
“Ada sebanyak 7.000 rumah warga akan kita semprot dan kini masih terus berlangsung. Hal itu dilakukan untuk mencegah peredaran nyamuk yang menyebabkan penyakit malaria,” ujarnya saat berbincang bersama Wartawan, Jumat (6/10/2017).
Aris yang didampingi Kabid P2P Saprin Hutahean mengatakan, ke depan, Asahan juga memiliki target bahwa tahun 2020 Asahan akan tereliminasi dari kasus malaria.
Asahan sudah terbebas dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut.
“Penyemprotan fokus kepada daerah endemis dan kita harapkan bisa menurunkan kasus malaria di daerah tersebut,” sebut Aris.
Adapun daerah yang menjadi target IRC yakni Kecamatan Sei Kepayang Timur sebanyak 1.300 rumah, Bagan Asahan 1.300 rumah, Sei Apung di 3 Desa yakni 2.000 rumah, Silo Laut di 3 Desa 2.400 rumah.
Data yang diterima, kasus malaria di Asahan sendiri kini mengalami penurunan. Penurunan
dimulai dari tahun 2014 dengan jumlah kasus sebanyak 2.389, kemudian pada tahun 2013 turun menjadi 1.018 kasus dan terakhir pada tahun 2016 kembali turun menjadi 688 kasus.
“Harapan kita kasusnya terus turun,” ucap Aris (M Husni Lubis)






