Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Jumat, 18 Agustus 2017 - 17:17 WIB

Pemerintah bersyukur subsidi pupuk turun di 2018, ini alasannya

Viewer: 630
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

kompasnasional.com – Pemerintah Jokowi-JK mengalokasikan anggaran subsidi pupuk sebesar Rp 28,5 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Anggaran ini turun dari tahun 2017 yang mencapai Rp 31,2 triliun.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edy Putra Irawady bersyukur adanya penurunan subsidi tersebut. Menurutnya, hal ini mencerminkan adanya efisiensi dan penghematan di sektor distribusi.

“Alhamdulillah, artinya saat ini turun yang grogotan kami terhadap subsidi Rp 172 triliun yang kemarin diusulkan, itu turun menjadi Rp 28 triliun. Di sini artinya ada efisiensi kemudian ada penghematan di sektor distribusi dan sebagainya,” kata Edi, di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (18/8).

Baca Juga  Polres Binjai Amankan 11 Orang dalam Penggerebekan Penampungan TKI Ilegal

Namun demikian, kata dia, subsidi pupuk ini masih dipertahankan karena ada tiga alasan seperti, untuk meningkatkan kesejahteraan petani kemudian agar produktifitasnya meningkat dan untuk meningkatkan produksi pangan itu sendiri.

“Misalnya dulu yang kita subsidi hanya urea, sekarang besar kita berikan sekitar 2 juta ton untuk pupuk majemuk. Pupuk majemuk ini produktivitasnya tinggi di atas 6 per hektar rata-rata. Kalau dulu sebelum ada NPK hanya sekitar 4 ton. Gabah kering hanya sekitar 4 ton, panennya sekitar 5. Jadi subsidi ini diarahkan untuk majemuk sangat mendorong produktifitas,” jelasnya.

Baca Juga  Ibu dan 2 Anak Menangis, Jalan Kaki di Tol Saat Hujan Lebat !

Diharapkan, dapat meningkatkan kesejahteraan petani karena mengurangi nilai ongkos produksinya. Rata-rata ongkos produksi biaya pupuk terhadap biaya usaha tani ini sekitar 8-9 persen.

“Tetapi ini sangat penting bagi petani. Karena ketepatan jenisnya, ketepatan jumlahnya ketepatan, harganya, waktunya sangat mempengaruhi hasil dari pada usaha tani. Ini penting, walaupun pada biaya produksinya hanya 9 persen, tetapi dia sangat berperan terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” tandasnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Sekjen Kemenang: Seluruh ASN Harus “Melek” Moderasi Beragama

Berita

Kapolda Kalbar Beserta Ketua Bhayangkari Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Halaman Kantor Gubernur Kalbar 

Berita

Wabup Kapuas Hulu Ikut Pertemuan Virtual Dengan Mendagri dan Ketua KPK

Berita

Tim Bridge Sintang Berjaya di Kejuaraan Bridge Terbuka ke-22 Piala Rektor dan Dekan Fakultas Teknik Untan

Berita

Satgas TMMD Kodim Sambas Laksanakan Pengerjaan Pemasangan Batako Pos Dalduk RI/MLY

Berita

Buka KTT ASEAN 2023, Jokowi: Dengan Persatuan, Kita Mampu Jadi Pemain Sentral

Asahan

Masa Pandemi, Alumni 90 Kisaran Temu Kangen Via Zoom Meeting

Berita

Dua Kali Raih Bhabin Terbaik, Bripka Ekhi Kembali Terima Penghargaan