Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Daerah / Ekonomi / Kriminal / Medan / Nasional / Reviews

Jumat, 23 Juni 2017 - 15:16 WIB

Diduga Dedi Telap Rp 200 Juta Uang Haram Jatah Oknum Poldasu, Apakah Benar ?

Viewer: 691
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

kompasnasional.com | MEDAN – Sungguh lucu sekaligus hina, bisa-bisanya pria keturunan Tionghoa kerap disapa panggilan Dedi disebut memotong jatah oknum-oknum polisi nakal setiap bulannya sebesar Rp 200 juta yang berasal dari setoran para pengusaha toko obat dan kosmetik ilegal di seluruh wilayah Kota Medan.

Santer terdengar terjadinya keributan di Poldasu dikarenakan kelakuan pria bernama Dedi keturunan Tionghoa warga Jalan Platina Medan Marelan yang mengaku-ngaku sebagai ketua asosiasi pengusaha obat-obatan ilegal.

Mendengar kabar tersebut, wartawan langsung mencari kebenaran informasi dari salah seorang pengusaha yang juga mengenal sosok sepak terjang seorang Dedi.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun bahwa setiap bulannya Dedi mengumpulkan uang setoran dari para pengusaha toko obat ilegal yang ada di wilayah Kota Medan guna disetorkan ke oknum-oknum polisi nakal yang berada di Poldasu.

Baca Juga  Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo Bakal Hadapi Sirkuit Sulit

Ironisnya, uang setoran bukannya sesuai titipan, malah Dedi disebut-sebut hanya memberikan uang sebesar  Rp 50 Juta dengan sengaja memotong uang Rp 200 juta dari Rp 250 juta yang biasa diberikan setiap bulannya.

“Ribut di Poldasu gara uang setoran dipotong si Dedi. Baru-baru ini aja kejadiannya,” ujar sumber yang enggan namanya dipublikasikan, Kemarin (22/6/17).

Ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Rina Sari Ginting melalui seluler 08126013***  belum menjawab dan memberi tanggapannya.

Baca Juga  Pengukuhan IKA UNTAN Diharapkan Tingkatkan Pertumbuhan di Kalbar 

Sementara itu, ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM) KPK Indra Jabrik Hutapea SH mengatakan “ada apa dengan pihak kepolisian sekarang ini Sosok Dedi harus dicari oleh pihak propam Poldasu, jelas sudah mencoreng citra lembaga kepolisian. Kalau perlu tangkap si Dedi tersebut. Mana tahu ada indikasi dia berperan juga memasarkan kosmetik-kosmetik ilegal berbahaya yang sangat merugikan masyarakat,” ujar Indra melalui seluler.

Guna pemberitaan yang berimbang Dedi yang juga dihubungi melalui seluler dengan nomor 081264788373 meski telepon aktif hingga berita di turunkan Dedi belum memberikan jawaban baik via SMS (kmpsnsnl|omvig)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
100 %

Share :

Baca Juga

Berita

Hindari Kerumunan Siswa Pulang Sekolah, Cabdisdik Siantar : Kami Akan hubungi kepsek serta evaluasi sekolah tersebut

Berita

Panitia Pembangunan Masjid Musafir Al-Ikhlas Menerima Bantuan dari Pemko Padangsidimpuan

Berita

Ketua TP PKK Kota Pematangsiantar Ajak Ibu Hamil dan Menyusui Divaksin Covid-19

Berita

IPB University Punya Profesor Termuda Berusia 37 Tahun, Ini Profilnya

Berita

Acaman Limbah di Kususbibi, Iswan Hasjim: Kita Tidak Akan Tinggal Diam

Berita

Казино Gold Input Vulcan обустроено казино Вулкан Платинум игровым автоматически через Realtime Gaming

Arsip

[Video] Robot Ini Akhiri Tradisi ‘Camping’ Buat Beli iPhone Baru

Berita

Babinsa Sungai Paduan Kodim 1203/Ktp, Tunjukan Kepulianya Kepada Warga Binaan.