Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Kriminal / Nasional / Reviews

Selasa, 23 Mei 2017 - 14:02 WIB

Blak-blakan Adhyaksa Dault Soal Eks Menteri Dituduh Anti-Pancasila

Viewer: 667
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 24 Detik

kompasnasional.com – Tudingan mengenai adanya tokoh nasional sekaligus eks menteri memiliki ideologi anti Pancasila diembuskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Pernyataan itu diduga menyasar nama Adhyaksa Dault. Isu ini segera dikonfirmasi eks menteri pemuda dan olahraga (menpora) itu kepada Tjahjo.

Dugaan pernyataan Tjahjo kepada Adhyaksa diperkuat dengan menyebut ciri bahwa tokoh tersebut juga komisaris di perusahaan BUMN. Apalagi posisi Adhyaksa sekarang juga mendapat jatah dari Presiden Joko Widodo melalui Menteri BUMN Rini Soemarno, menjabat komisaris BRI, salah satu bank milik pemerintah.

Kondisi ini bermula ketika ramai video Adhyaksa menghadiri acara ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada tahun 2013 silam. Namun, itu telah dijelaskan eks menpora era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut. Sehingga dia kini curiga ada pihak coba menjatuhkannya. “Saya tahu yang menyebar-nyebarin,” kata Adhyaksa kepada merdeka.com, Senin kemarin.

Kondisi ingin menjatuhkan, kata Adhyaksa, juga seiring ramainya isu politik akibat Pilkada Jakarta beberapa waktu lalu. Namun, baginya kini masalah itu telah dikonfirmasi kepada Tjahjo. Sebab, dia menyebut bahwa mantan Sekjen PDIP itu telah dikenalnya lama sekaligus seniornya dalam berorganisasi.

Baca Juga  GMKI Sayangkan RDP DPRD dengan Tim GTPP Pemko Siantar Digelar Tertutup

Menurut Adhyaksa, niat para pelaku terlihat jelas ingin menjatuhkan. Terutama dengan mengadu domba antara ideologi nasionalisme dan religi. Padahal dia merasa selama ini tidak pernah mengkhianati Pancasila.

“Ada orang yang enggak suka karena saya Islamnya menonjol, islam kental. Tokoh yang agamanya kuat,” ujarnya. Namun, dia tidak mengungkap pihak mana ingin menjatuhkannya.

Adhyaksa juga telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Surat ini dilakukan perihal adanya tudingan setelah ramai video dirinya hadir di acara ormas HTI. Bahkan surat tersebut juga diserahkan kepada Badan Intelijen Negara (BIN).

“Saya sudah mengirim surat, sudah konfirmasi ke Pak Jokowi, Menteri BUMN Rini Soemarno dan juga BIN,” terangnya.

Seperti diketahui, Tjahjo Kumolo menyinggung adanya tokoh nasional yang diduga ingin mengubah ideologi negara. “Bayangkan ada tokoh nasional, mantan menteri, komisaris BUMN besar berteriak-teriak ingin mengganti Pancasila dengan syariat Islam,” ungkap Tjahjo.

Namun Tjahjo tidak menyebutkan tokoh yang dimaksud. Dia hanya mengatakan bahwa informasi tersebut data baru yang ditemukan oleh Menko Polhukam Wiranto. Politisi PDIP ini menyebut Wiranto sudah memiliki data dan bukti baik berupa rekaman visual, data tertulis maupun foto. Data itu menunjukkan bahwa tokoh tersebut sedang mengucapkan kata-kata untuk mengganti ideologi Pancasila. “Masak enggak tahu? Ada lah, ada rekamannya,” ujarnya.

Baca Juga  Dua Bulan Lagi Lunas Mobil Disita, Debitur Laporkan PT.SMS Finance Ke Polisi

Tokoh yang dimaksud Tjahjo saat ini masih duduk di kursi empuk sebagai komisaris di perusahaan pelat merah. Disinggung soal pencopotan jabatan orang yang dimaksud, Tjahjo enggan berkomentar banyak. “Pencopotan, urusan menteri BUMN. Saran saya ya harus dicopot dong,” ungkapnya.

Sedangkan Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku belum tahu siapa komisaris yang dimaksud. “Saya belum tahu yang diomongin. Kalau Pak Mendagri bilang begitu saya enggak tahu siapa. Tolong dikasih tahu,” ujar Rini.

Kendati belum tahu, Rini memastikan akan mengecek semua bawahannya menentang Pancasila. Mantan Komisaris Bursa Efek Jakarta ini menegaskan setiap pejabat di kementerian BUMN harus mengikuti ideologi Pancasila. “Pancasila adalah dasar negara, ya semua harus ikut Pancasila,” terangnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Update Covid-19 di Kabupaten Samosir 17 Agustus 2021 Tambah 5 Kasus, Sembuh 4 Kasus, Kasus Aktif 244

Nasional

Ngutang Rp50 Miliar ke Negara, Kemenkeu Terus Kejar Putra Soeharto Bambang Trihatmodjo

Berita

Pemprov Kalbar Berterima kasih Kemenkeu RI Dukung Inpor Oksigen Dari Malaysia

Berita

Dandim 1203/Ktp Puji Sinergitas Dan keseriusan Babinsa Jajaran Kodim 1203/Ktp Dalam Mensukseskan PPKM Mikro Di Wilayah.

Berita

Inovasi Gubernur Kalbar Masker Warna Warni Untuk Siswa Selama Sekolah

Berita

Wali Kota : Meskipun Sudah Divaksin, Tetap Terapkan Prokes

Berita

Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa mengapresiasi pencetakan kartu identitas anak (KIA) Mencapai Target Nasional

Berita

Babinsa Sebubus Bersama Perangkat Desa Pasang Stiker PKH*