Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Kriminal / Reviews / Teknologi

Senin, 15 Mei 2017 - 14:10 WIB

Wanna Cry Ransomware Disebar Acak

Viewer: 901
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

kompasnasional.com | JAKARTA – Serangan Wanna Cry Ransomware menghebohkan dunia. Sejak jumat, 12 Mei diperkirakan sekitar 100 negara terkena serangan ganas ini, termasuk Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, Wanna Cry Ransomware menyerang sistem IT Rumah Sakit Kanker Dharmais.

“Virusnya disebar random,” kata Rudi dalam program Primetime News, Metro TV, Jakarta, Minggum 14 Mei 2017.

Di Inggris, sebanyak 16 rumah sakit terpaksa tutup.  Sebab, saat  para pekerja rumah sakit berusaha untuk mengakses komputer, mereka menemukan tuntutan untuk memberikan USD300 (Rp4 juta) dalam bitcoin.

Mengenkripsi file dan menuntut tebusan adalah taktik yang biasa digunakan dalam serangan Wanna Cry Ransomware .

Pengamat Siber Ruby Alamsyah menuturkan, rumah sakit menjadi korban paling banyak lantaran komputer di instansi tersebut beroperasi selama 24 jam. Keamanan sistem operasinya pun tidak terjaga.

Baca Juga  Kepala Sekolah SMAN 5 Bangga, di Masa Pandemi Covid-19 Sebanyak 21 Orang Siswa SMAN 5 Pematangsiantar lulus SNMPTN

“Apalagi komputer untuk layanan, itu harus hidup setiap hari selama 24 jam,” ungkap dia.

Ruby khawatir serangan ransomware Wannacry ini belum sampai puncaknya. Ia meminta para pengguna komputer dan ahli IT untuk berhati-hati esok hari.

“Senin, di saat pengguna menyalakan komputer dikhawatirkan virus menyerang secara massif,” ujar dia.

Guna mengantisipasi serangan virus tersebut, pengguna diminta tidak terhubung dengan jaringan internet saat menyalakan komputer. Pengguna juga diimbau untuk memindahkan data ke USB.

Wannacry menginfeksi sebuah komputer dengan meng-encrypt seluruh file yang ada di komputer tersebut dan dengan menggunakan kelemahan yang ada pada layanan SMB bisa melakukan eksekusi perintah lalu menyebar ke komputer windows lain pada jaringan yang sama.

Baca Juga  Harap-harap Cemas Ortu Santri Ponpes Al Khoziny Gemetar Tunggu Kabar Anaknya

Semua komputer yang tersambung ke internet yang masih memiliki kelemahan ini apalagi komputer yang berada pada jaringan yang sama memiliki potensi terinfeksi terhadap ancaman Wannacry.

Dari tampilan diketahui bahwa Wannacry meminta ransom atau dana tebusan agar file-file yang dibajak dengan enkripsi bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi. Dana tembusan yang diminta adalah dengan pembayaran bitcoin yang setara dengan USD300. Wannacry memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya. Di samping itu juga memberikan deadline waktu terakhir pembayaran dan waktu dimana denda tebusan bisa naik jika belum dibayar juga (mtrtvnws|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tersangka Korupsi Kuota Haji Asrul Azis Ajukan Penangguhan Penahanan ke KPK

Berita

Hefriansyah SE MM ; Lima Prioritas Pembangunan Siantar Tahun 2021

Berita

Tekan Penyebaran Covid-19 POLRI Diperbatasan Bersama Satgas PPKM Gencar Bagi Masker Kepada Warga

Arsip

Tersangka Pemalsuan BPJS Kesehatan Di Cimahi Bertambah

Berita

Kelola Sampah Jadi Bahan Bakar Energi Baru Terbarukan

Berita

Bupati Lantik Sudiahman Saragih SH sebagai Penjabat Sekda Kabupaten Simalungun

Berita

Ormas Indonesia Bersatu Yakin Rizal Ramli Berbohong

Asahan

Kamaluddin Nazuli Siregar Pimpin PC HIMMAH ASAHAN 2021-2023