Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Internasional / Reviews

Rabu, 20 Juli 2016 - 09:50 WIB

Rakyat China Makin Sebal Pada AS, Giliran KFC Diboikot

Viewer: 699
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

Kekesalan rakyat Tiongkok atas hasil keputusan Arbitrase Internasional terkait Laut China Selatan yang berpihak pada gugatan Filipina masih belum mereda. Ratusan orang menggelar unjuk rasa besar-besaran, termasuk menyasar simbol-simbol Amerika Serikat.

Restoran cepat saji populer akhirnya jadi korban: Kentucky Fried Chicken. Gerai KFC di Hangzhou, Zhejiang, Changsa, Yangzhou, hingga Hunan mengalami boikot. Tak sekadar boikot, warga berunjuk rasa di halaman restoran memprotes keputusan arbitrase yang diduga hasil intervensi Negeri Paman Sam.

BBC melaporkan, Rabu (20/7), unjuk rasa menyasar KFC pertama kali digelar akhir pekan lalu di Provinsi Hebei. Warga, tidak jelas siapa penggeraknya, memasang banyak spanduk di halaman parkir KFC. “Ketika kau makan KFC, engkau kehilangan kehormatan nenek moyangmu,” tulis spanduk itu.

Baca Juga  SAT BINMAS POLRES TOBA MONITORING KETERSEDIAAN HARGA MINYAK GORENG

KFC merupakan salah satu gerai cepat saji Amerika Serikat paling sukses di Tiongkok, dibuka di ratusan lokasi hanya dalam waktu satu dekade terakhir.

Boikot patriotik seperti yang menimpa KFC rupanya bukan barang baru. Pada 1919, banyak mahasiswa China mengajak warga memboikot barang-barang Jepang. Saat itu Perjanjian Versailles selepas Perang Dunia ke-1, memberikan sebagian wilayah Tiongkok, terutama di Manchuria, ke Kaisar Tokyo.

Demikian pula pada 2008, ratusan warga memboikot berbelanja di toko grosir Carrefour. Alasannya, pada upacara pembawaan obor di Paris, otoritas keamanan setempat dituding memberi kesempatan aktivis Tibet melakukan kampanye kemerdekaan dari China.

Keputusan Badan Arbitrase di Den Haag, Belanda, pada 12 Juli lalu menyatakan pemerintah Tiongkok tidak memiliki dasar hukum menetapkan sembilan garis putus-putus yang mengesankan 80 persen perairan Laut China Selatan sebagai wilayah mereka. Dengan demikian, Pemerintah Filipina yang mengajukan gugatan berhak melaut di sekitar Kepualuan Spratly yang direklamasi oleh tentara China.

Baca Juga  Pasca Ledakan Bom Di Makasar, Kapolres Kubu Raya Datangi Gereja-Gereja

Sejak munculnya putusan itu, sentimen anti-Barat di Negeri Tirai Bambu meningkat drastis. seorang pria di Kota Dalian menyerang penumpang di kereta bawah tanah karena menggunakan sepatu merek Nike. Si pelaku pemukulan menuding korban simpatisan Amerika Serikat. Nike adalah sepatu olah raga buatan AS. Dilaporkan pula ratusan warga China sengaja merusak ponsel besutan AS, iPhone 6 di beberapa kota (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Penyaluran BLT UMKM di Halmahera Selatan Dinilai Tak Tepat Sasaran

Berita

Personel Subdenpom XII/2-1 Sampit bersihkan Lingkungan sekitar

Berita

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Plt. Kadisdik Pematangsiantar Canangkan Program Sekolah Unggulan

Berita

PA & PPK, Proyek Dinas Pendidikan Dayah Aceh Yang Ada Di Kutacane Mengabaykan Telpon Wartawan

Berita

Pemko P.Sidempuan Kembali Laksanakan Safari Isra’ Mi’raj Sambut Ramadhan 1443 H

Berita

Komisi II DPR Apresiasi Sekaligus Sedih Kemendagri Pangkas Anggaran RP 2,7 T

Berita

Kasad Apresiasi Gerak Cepat Penangkapan Pembunuh Sadis Babinsa dan Istri di Papua

Berita

Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Ikuti Tradisi Nugal Turun Temurun Suku DayakÂ