Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Internasional / Reviews

Jumat, 29 April 2016 - 14:09 WIB

Sandera Kanada Tewas, Komandan Militer Filipina Dicopot

Viewer: 681
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 23 Detik

Brigadir Jenderal Alan Arrojado yang selama delapan bulan terakhir memimpin Brigade 501 Provinsi Sulu dicopot. Dia digantikan oleh Kolonel Jose Faustino selepas satu sandera asal Kanada dipenggal oleh militan Abu Sayyaf di Pulau Jolo.

Philippine Star melaporkan, Kamis (29/4), Arrojado kabarnya bersitegang melawan atasannya, Mayor Jenderal Gerrardo Barrientos. Mereka adu pendapat soal strategi menekan militan, terkait operasi pembebasan para sandera.

Arrojado memiliki ide membebaskan sandera yang terdiri dari dua warga Kanada John Ridsdel dan Robert Hall, WN Norwegia Kjartan Sekkingstand, dan penduduk lokal Filipina bernama Maritess Flor. Keempat sandera itu mendesak dibebaskan lebih dulu, karena nyaris disekusi. Mereka diculik dari resor wisata Samal September 2015.

Baca Juga  Hari Bhayangkara ke 74 Polres Asahan Bagikan Nasi Bungkus Pada Pengguna Jalan

Usulan Arrojado tidak ditampung, kemudian militer Filipina mengedepankan serangan udara di Jolo. Hasilnya Ridsdel dipenggal, sedangkan tiga sandera lainnya dipindah ke lokasi belum diketahui.

Juru bicara militer Filipina, Restituto Padilla, membantah Arrojado dicopot dari posisinya karena ada sandera terbunuh. Dia mengatakan Arrojado sudah waktunya dipindah ke divisi lain.

“Ini adalah penyegaran dan mutasi biasa dalam tubuh angkatan darat,” ujarnya dalam jumpa pers kemarin. Padilla sekaligus menepis kabar pertengkaran Arrojado dengan sang atasan.

Selain tiga sandera dari Samal, militan Abu Sayyaf masih menyandera 14 awak kapal asal Indonesia, empat pelaut Malaysia, satu warga Belanda serta Jepang. Para sandera kabarnya diajak berpindah-pindah ke sekitar Jolo karena serangan intensif militer Filipina.

Baca Juga  Wabup Kapuas Hulu Gelar Ramah Tamah Bersama Persatuan Sepak Bola ASN Pemprov Kalbar U40

Dalam jumpa pers di Manila, Presiden Benigno Aquino menenangkan publik dalam negeri maupun internasional yang menyangsikan kemampuan militer Filipina menumpas Abu Sayyaf. Dia mengatakan tim intelijen bekerja keras memetakan lokasi para sandera. Rencana teror Abu Sayyaf juga sudah diperoleh.

“Aparat keamanan kita sanggup meredam ancaman ini. Kami harap rakyat Filipina bisa menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa harus khawatir,” kata Aquino (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

MUSIBAH MENIMPA ANGGA SEPTIADI, BUTUH PERHATIAN KESRA PEMKAB SINGKAWANG.

Berita

Apel Bersama, Wan TNI Garnizun Pontianak Gelar Donor Darah

Berita

Polsek Kalis Laksanakan Giat Yustisi Di Wilayah Hukum Polsek Kalis

Berita

Kebelet BAB, Sopir Truk Tewas Terbentur Penunjuk Jalan Tol Tangerang

Berita

Jalin Solideritas Satuan, Dandim 1203/ktp Kunjungi Koramil Jajarannya.

Berita

Memo Rahasia Bocor, Pentagon Sebut Covid-19 Sampai 2021

Berita

Pelatihan Citizen Journalism dan Digital Marketing bagi UMKM Digelar di Siantar

Berita

Tanggul Sungai Cikaranggelam Cikampek jebol