Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Reviews

Rabu, 20 April 2016 - 09:56 WIB

Diduga Dokter Lalai, Bayi Pasien BPJS Meninggal di RSUP Malalayang

Viewer: 589
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 26 Detik

Seorang bayi pasien BPJS berusia 4 bulan meninggal di RSUP Prof Kandouw Malalayang, Manado, Selasa (19/4) sekitar pukul 22.00 WITA. Kematian diduga akibat kelalaian dokter yang lambat melakukan penanganan medis.

Menurut pengakuan Dwi Ima Parmawati, ibu korban, Senin (18/4) lalu, dia membawa anaknya tersebut ke RSUP Prof Kandouw dengan keluhan sesak napas.

Saat itu, dokter UGD hanya melakukan tindakan mengukur tekanan darah dan memberi resep obat puyer. Selanjutnya bayi pasien BPJS kelas II bernama Novaldi Gracelo Berkipas ini dianjurkan pulang berobat rawat jalan.

Keesokan harinya, Selasa (19/4), sesak napas Novaldi kambuh. Meski telah memberikan obat puyer kondisi bayi Novaldi tak mengalami perubahan.

Baca Juga  Diduga Alami Gangguan Jiwa, Budianto Situmorang Bantai Dan Penggal Kepala Ayahnya

Bersama suami dan keluarga lain, warga Desa Raprap, Tatapaan, Minahasa Selatan ini kembali membawa Novaldi ke Rumah Sakit yang sama. Dwi sempat terlibat adu mulut dengan dokter yang menangani anaknya tersebut.

Saat di UGD saya sempat rebut dengan dokter yang menangani. Saya bilang, kalau sempat ditangani kemarin, mungkin tidak akan begini, tutur Dwi kepada wartawan di halaman tempat pemulasaran jenazah rumah sakit, Rabu (20/4) dini hari.

Di ruang UGD yang sama, kembali bayi Novaldi yang menderita kelainan jantung sejak lahir, hanya mendapat penanganan bantuan napas melalui tabung oksigen. Setelah sempat mendapat perawatan selama kurang lebih 8 jam, bayi malang ini akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Baca Juga  Tingkatkan Minat Olahraga, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bantu Bersihkan Lapangan Voli Dan Berikan Bantuan Net Voli.

Keluarga pun memutuskan membawa pulang korban untuk dimakamkan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Bayi mungil tersebut terbujur kaku dalam dekapan ibunya. Orang tua Dwi dan suaminya Marson Berkipas tak henti-hentinya meratapi jasad bayi.

Meski mengaku pasrah, keluarga berencana akan menempuh jalur hukum untuk melaporkan kelalaian dokter ke Mapolda Sulut.

Harus (ditempuh jalur hukum). Kita sudah ikhlas dengan kepergian Novaldi namun ini harus menjadi pembelajaran supaya pasien-pasien lain dilayani dengan baik, pungkas Dwi (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dinas Kominfo Humbahas Tak Lagi Operasikan LPSE

Asahan

Tim Gugus Tugas Covid-19, Nyatakan 4 Orang PDP di Asahan, 2 Diantaranya Positif Corona

Berita

Walikota Terima Peta ZNT Pembuatan Tahun 2021 dari ATR BPN Kota P.Sidimpuan
Foto ini didistribusikan oleh pemerintah Korea

Berita

Semenanjung Korea Panas: Korut dan Korsel Saling Serang

Berita

11 PPPK Terima SK, Wali Kota : Guru Sangat Dibutuhkan

Berita

Prajurit TNI Berlebaran di Pulau Terluar Selatan Indonesia

Berita

Pimpin Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19, Pangdam XII/Tpr : Melindungi Keselamatan Masyarakat adalah Hukum

Berita

Bupati Kapuas Hulu membuka Rapat Anggota Tahunan KSP CU Tri Tapang Kasih Tahun Buku 2021 di Kecamatan Seberuang Tahun 2022