Persiapan Untuk Putra Putri Asal Mempawah Bekerja di Perusahaan Industri Besar Yang Ada di Mempawah
Mempawah Kalbar,KOMPAS NASIONAL Com – Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail didampingi Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesra, Kabag Ekonomi dan Pembangunan Setda Kab. Mempawah dan Kepala Bidang Tenaga Kerja Disperindagnaker melaksanakan monitoring pelaksanaan uji kompetensi Mahasiswa Diploma 1 Teknik Industri,di SMK SMTI Pontianak.
Sekda Ismail mengatakan, Program Diploma 1 Industri adalah kerjasama Pemkab Mempawah dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian RI melalui Nota Kesepakatan Bersama (MoU) yang ditandatangani Bupati Mempawah bersama Kepala BPSDMI Kemenperindustrian RI pada tanggal 7 Juni 2021.
“Uji kompetensi ini diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi SMK SMTI Pontianak, diikuti 59 Mahasiswa terdiri dari Prodi Teknik Perawatan Mesin Industri sebanyak 29 orang, dan Prodi Teknik Kimia Proses Industri sebanyak 30 orang, kesemuanya adalah putra dan putri asal kabupaten Mempawah,” ungkapnya.
Selain itu, kata Ismail Program Diploma1 Teknik industri ini digagas dan bertujuan untuk mempersiapkan tenaga trampil bersertifikasi, dan siap bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Mempawah.
Dan juga sebagai ikhtiar Pemkab Mempawah dalam menyikapi keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di kabupaten Mempawah.
“Dimulainya program Diploma1 industri ini merupakan embrio dan langkah awal dalam mendorong berdirinya program Diploma 3 Industri. Juga tentunya kualifikasi dan kompetensinya menjadi semakin baik dan mumpuni, dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang semakin selektif dan berdaya saing, sesuai kualifikasi dan kompetensi yang diharapkan oleh dunia industri saat ini,” ujar Ismail.
Untuk itu, imbuh Ismail Pemkab Mempawah, setelah adanya program ini sudah membangun komitmen bersama bersama beberapa perusahaan yang bersedia mengakomodir Mahasiswa program D1 Industri ini.
“Baik dalam proses magang selama kurang lebih 3 bulan, maupun merekrut lulusan program Diploma1 ini menjadi tenaga kerja di perusahaan. Semoga program ini dapat terus dilanjutkan dengan dukungan dari semua pihak, terutama perusahaan sebagai pengguna tenaga kerja,” pungkasnya.
Hasnan Sutanto






