Wagub Ria Norsan Paparkan Stratetegi Peningkatan Jalan Provinsi Kalbar
PONTIANAK KALBAR,KOMPAS NASIONAL – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menjadi pembicara program talk show Insidepontianak yang mengangkat tema “Solusi dan Tantangan Pemprov Kalbar Tuntaskan Jalan Mantap” di Hotel Mercure Pontianak, Jumat (24/9/2021).
Terkait target dan capaian anggaran dan kinerja jalan mantap, Wagub menyampaikan kondisi awal RPJMD tahun 2018 yaitu 49,71%.
Kemudian, capaian di tahun 2020 mencapai 60,05% dan diharapkan pada tahun 2021 ini mencapai 65,79%.
Kemudian terkait tingkat kondisi pelayanan dapat dirinci kondisi Jalan Baik sepanjang 556,391 km atau sekitar 36,25%, jalan sedang sepanjang 365,217 km atau sekitar 32,80% sehingga total persentase kondisi jalan Mantap yaitu mencapai 60,05%.
Selanjutnya untuk kondisi rusak ringan yaitu sepanjang 599,267 km atau sekitar 39,05% dan rusak berat sepanjang 13,875 km atau sekitar 0,90%, sehingga untuk diketahui bahwa hingga tahun 2020 kondisi jalan Tidak Mantap di Kalbar adalah 39,95%.
Pemprov Kalbar juga melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan jalan provinsi, yaitu prioritas peningkatan jalan pendukung utama pendorong pertumbuhan ekonomi, optimalisasi pemeliharaan jalan menuju fungsional, kolaborasi penanganan jalan dengan perusahaan (tambang/kebun dan hutan), optimalisasi belanja dengan tetap memperhatikan efektivitas, meningkatkan manajemen penanganan jalan dan meningkatkan koordinasi penanganan jalan guna konektivitas – jalan nasional/jalan provinsi dan jalan kab/kota.
Wagub menambahkan, capaian kinerja 3 tahun Pemprov dapat dirincikan dengan beberapa capaian indikator kinerja daerah, yaitu:
- Capaian infrastruktur pada kondisi awal RPJMD (2018) adalah 57,15 kemudian pada tahun 2020 mencapai 67,28% berada di atas target 65,15%.
Indeks pembangunan manusia pada kondisi kinerja awal RPJMD tahun 2018 yaitu 66,26%.
Pada tahun 2020 telah mengalami kenaikan menjadi 67,66%.
Desa mandiri di Kalbar semakin bertambah menjadi 385 desa dan sudah tidak ada lagi desa sangat tertinggal.
Indeks kualitas lingkungan hidup Kalbar pada kondisi kinerja awal RPJMD (2018) yaitu 66,10% dan pada tahun 2020 telah mencapai 70,07%.
Hasnan Sutanto






