Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Reviews

Kamis, 21 Juli 2016 - 16:24 WIB

Kiamat Akibat Pergeseran Bumi Bakal Terjadi 29 Juli 2016?

Viewer: 734
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

Kehebohan bumi akan mengalami pergeseran pada tanggal 29 Juli 2016 mendatang membuat kelompok End Times Propechies menyebut bahwa 29 Juli 2016 akan menjadi akhir dari kehidupan di dunia.

Kelompok yang sering sekali menhembuskan isu tentang hari akhir itu memprediksikan, bahwa saat terjadinya pergeseran kutub bumi akan menimbulkan berbagai peristiwa yang akan mengakibatkan kiamat.

“Pergesaran Kutub Bumi tersebut akan memicu bintang yang berada di langit berlomba dan ketidak stabilan bumi akan mearik atmosfer yang akan mebentuk pusaran awan,” ungkapnya.

Mengutip dari Inquisitr, ilmuwan membuktikan bahwa Bumi telah mengalami perputaran geomagnetik secara penuh setiap 780 ribu tahun.

Alih-alih bergeser secara mendadak, kutub magnetik akan bergerak perlahan di muka Bumi selama ribuan tahun. Sejak pertama kali ilmuwan mulai mencatat pergerakannya, kutub telah bergeser sejauh 965 kilometer.

Baca Juga  Dankodiklatad Didampingi Pangdam XII/Tpr Tinjau Latihan Posko I YTP Raider 641/Bru

Pergerakan kutub magnetik utara telah meningkat pada abad ke-20 dan saat ini telah bergeser sekitar 64,3 kilometer per tahun.

NASA memperhatikan bahwa pergerakan itu akan bertambah cepat antara 14 Juli hingga 19 Agustus. Tampaknya hal itu menjadi dasar ilmiah yang dijadikan kelompok ‘peramal’ itu atas klaim kiamat. Badan antariksa Amerika Serikat tersebut mengonfirmasi bahwa pergeseran kutub geomagnetik memang sedang berlangsung. Namun mereka mengatakan, kita tak perlu panik karena penduduk Bumi sulit untuk melihatnya.

“Kondisi yang menyebabkan berbaliknya kutub tak sepenuhnya dapat diprediksi. Tak ada catatan geologi yang menunjukkan bahwa skenario kiamat yang berhubungan dengan berbaliknya kutub harus ditanggapi dengan serius,” ujar NASA.

Baca Juga  Pencegahan Tindak Pidana Korupsi Terhadap Pengelolaan Keuangan Desa

Sementara itu, End Times Prophecies mengkhawatirkan bahwa bergesernya kutub akan melemahkan medan magnet secara temporer yang melindungi makhluk Bumi dari radiasi Matahari. Teori lain menyebutkan, bergesernya kutub akan mengubah rotasi Bumi yang menyebabkan kekacauan parah. Namun sekali lagi, NASA meminta kita agar tidak khawatir.

“Walaupun medan magnet melemah, atmosfer Bumi yang tebal mampu melindungi dari partikel Matahari,” jelas NASA.

Penting untuk diingat bahwa berbaliknya kutub magnetik Bumi secara utuh membutuhkan waktu ribuan tahun, sehingga proses tersebut bertanggung jawab atas semua perubahan cuaca drastis dan aktivitas seismik.

Menurut NASA, satu-satunya hasil dari pergeseran kutub adalah berubahnya arah kutub sehingga alat penunjuk arah atau kompas harus diperbaiki (pjkst|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pungli Mencuat, Bupati Usman Sidik Pending Mutasi Maslan

Berita

Dua Rumah Ludes Terbakar, Camat Sintang Serahkan Bantuan Kepada Korban.
Jessica Wongso Diancam Hukuman Mati-KompasNasional

Arsip

Jessica Wongso Diancam Hukuman Mati

Berita

Kodim 0212/TS Gelar Acara Tradisi Korps Raport Pindah Satuan

Berita

ALONG CUKONG KAYU ILEGAL, APARAT PENEGAK HUKUM (APH) TUTUP MATA

Berita

DPRD Sintang Mengelar Sidang Rapat Paripurna Penetapan Bupati Dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Sintang*

Berita

Seorang Anak Perempuan di Ternate Nyaris Jadi Korban Penculikan

Berita

DPRD Kalbar Gelar Rapat Paripurna Penundaan Atas Raperda Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah