Home / Berita

Sabtu, 30 Januari 2021 - 15:43 WIB

WHO Selidiki Asal Usul Virus Corona, Keluarga Korban di Wuhan Dibungkam

Viewer: 468
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 38 Detik

Kompasnasional l Tim ahli dari World Health Organization (WHO) kini telah menyelesaikan masa karantina dan segera bekerja untuk mengungkap asal usul virus corona di Wuhan, yang telah menyebabkan pandemi di seluruh dunia. Bersamaan dengan kedatangan tim WHO ini, keluarga korban virus corona di Wuhan menyatakan, pihak berwenang di China menghapus grup media sosial mereka dan meminta mereka untuk diam.

Seperti dikutip dari the Guardian, keluarga korban virus corona di Wuhan tergabung dalam grup di platform media sosial WeChat. Sekitar 80 hingga 100 orang anggota keluarga korban tergabung dalam grup ini. Namun tiba-tiba sekitar 10 hari lalu, grup yang mereka bentuk dihapus tanpa penjelasan.

Zhang Hai, salah satu keluarga korban yang tergabung dalam grup tersebut menyatakan, banyak anggota keluarga yang marah karena otoritas China awalnya mengecilkan ancaman virus tersebut ketika wabah pertama kali muncul. Mereka pun berusaha mengajukan tuntutan hukum kepada pemerintah Kota Wuhan.

Baca Juga  Arahan Dirsamapta Polda Kalbar dalam acara Rakernis fungsi Samapta Polda Kalbar TA 2022

ā€œIni menunjukkan bahwa (otoritas China) sangat gugup. Mereka takut jika keluarga-keluarga ini akan menghubungi para ahli WHO, “kata pria berusia 51 tahun itu. Ia menambahkan,” Ketika WHO tiba di Wuhan, (pihak berwenang) secara paksa menghilangkan (kelompok itu). Akibatnya kami kehilangan kontak dengan banyak anggota.”

Puluhan orang telah bersatu secara online dalam upaya bersama untuk mempertanyakan akuntabilitas pejabat Wuhan, saat menangani wabah Covid-19 yang melanda kota ini setahun yang lalu. Wabah telah menyebabkan lebih dari 4.000 kematian yang tercatat secara resmi di sana.

Baca Juga  Mahasiswa POLNEP Pontianak Buat Temuan Bajakah Vitamin C Sebagai Peningkat Imunitas Melawan Covid-19

Banyak keluarga korban yang tidak mempercayai jumlah kematian resmi. Mereka mengatakan, kelangkaan pengujian selama hari-hari awal pandemi yang kacau, menyebabkan banyak orang kemungkinan besar telah meninggal tanpa dipastikan mengidap virus corona.

Para ahli WHO keluar dari karantina 14 hari pada hari Kamis (28/1/2021), dan memulai penyelidikan mereka yang diawasi dengan cermat.

Hal ini menunjukkan sensitivitas diplomatik dari misi tersebut. Salah satu anggota tim ahli WHO mengatakan kepada the Guardian awal bulan ini, bahwa penyelidikan tidak dimaksudkan sebagai sarana untuk menyalahkan, tetapi untuk mendapatkan pelajaran yang dapat diambil dalam meneliti asal-usul wabah. (KTV/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

663 WBP Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Mendapat Remisi Khusus Idul Fitri 1442 H 2021

Arsip

Dinilai Berbahaya, Pemprov DKI Justru Ingin Jadikan Balai Kota Tempat Pertarungan Pokemon

Berita

POSITIF C-19, BUPATI TOBA ABSEN DI BERBAGAI KEGIATAN PEMKAB

Berita

TNI-Polri Gelar Patroli Show of Force: Ciptakan Kondisi Aman di Tahapan Pilkada Serentak 2024 di Samosir

Berita

Bupati Muda Minta Pejabat Baru Segera BerkonsolidasiĀ 

Berita

Jelang MTQ Nasional XXVII 2018, Pemprov Sumut Turunkan Ratusan Abang Becak untuk Ikut Mensosialisasikan

Berita

Gubernur Kalbar Sutarmidji Tinjau Ruas Jalan Provinsi di Binjai Kabupaten Sintang

Berita

Anggota Polsek Batang Tarang Cegah Gangguan Kamtibmas Giat Patroli Siang Hari