Home / Berita

Kamis, 25 Februari 2021 - 15:51 WIB

Wali Kota Edi Kamtono Tetapkan Status Siaga Karhutla

Viewer: 425
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 20 Detik

Dua Orang Terduga Pembakar Lahan Diamankan

PONTIANAK KALBAR KOMPAS NASIONAL – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk wilayah Kota Pontianak. Sebagaimana diketahui, beberapa hari terakhir terjadi kebakaran lahan di sejumlah lokasi di Kota Pontianak.

Edi menerangkan, saat ini pihaknya tengah membentuk Tim Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Kota Pontianak.

Dalam tim tersebut akan melibatkan unsur TNI/Polri, Pemkot Pontianak, masyarakat mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga tingkat RT/RW, termasuk pemadam kebakaran swasta.

Tugas Tim Satgas itu nantinya memonitor kawasan lahan gambut yang rentan terjadi kebakaran serta melakukan patroli memantau titik-titik lokasi lahan gambut.

Baca Juga  Wabup Mempawah Hadiri Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXVI

“Kalau ini diterapkan, pencegahan jauh lebih maksimal sehingga kebakaran lahan bisa diantisipasi sejak dini,” tuturnya usai menghadiri rapat koordinasi antar lembaga dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Kalbar di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (25/2/2021).

Saat ini pihaknya fokus menangani kebakaran lahan yang berlokasi di ujung Jalan Perdana dan Sepakat II yang terjadi kemarin.

Informasi yang diperolehnya dari pihak kepolisian, sudah ada dua orang yang diamankan karena diduga membakar lahan. Kedua orang tersebut akan diproses hukum akibat perbuatannya.

Baca Juga  Pembangunan Penggantian Jembatan Tano Ponggol Kec. Pangururan Kabupaten Samosir resmi dimulai

“Ini juga sebagai warning bagi warga lainnya agar tidak membakar lahan,” kata Edi.

Aturan sanksi karhutla tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwa) nomor 55 tahun 2018 tentang Larangan Pembakaran Lahan.

Bagi pemilik lahan yang terbakar, baik disengaja maupun tidak disengaja, terancam sanksi lahannya dibekukan dan tidak bisa dimanfaatkan selama kurun waktu tertentu. Lahan yang tidak sengaja terbakar dibekukan selama tiga tahun.

Sedangkan yang disengaja, dilarang memanfaatkan lahannya selama lima tahun.

“Kita lakukan penyegelan terhadap lahan itu dengan memasang plang,” tegasnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Alhamdulillah Kapuas Hulu Jadi Atensi Dari Kementerian PUPR

Berita

Pemkab Samosir Rayakan HUT RA Kartini 143

Berita

Wali Kota Padang Sidempuan Hadiri Seminar ICONICSOF Tahun 2022

Berita

Wujudkan Program Ramadhan Berbagi, Cabang Dinas Siantar Gelar Safari Ramadhan

Asahan

Lions Club Golden Estate Diserbu 600an Masyarakat Kurang Mampu

Berita

Ajudan Positif Covid-19, Wagub Sumut Berstatus ODP

Berita

Pelaku Penipuan Yang Mengatasnamakan Kapolres Melawi*Diduga Punya motif lain*

Berita

Polsek Sayan Berhasil Tangkap Pelaku Pemerkosaan*