Home / Berita

Selasa, 8 Juni 2021 - 19:04 WIB

Tolak Tes Swab, Warga Madura Tantang Duel Petugas Suramadu

Viewer: 378
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Kompasnasional l Seorang warga Madura yang terjaring penyekatan di Jembatan Suramadu, sisi Surabaya, menantang para petugas yang berjaga lantaran diduga menolak tes swab antigen.

Aksinya itu terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial. Video berdurasi 38 detik itu salah satunya diunggah oleh akun Instagram @teluuur.

Mulanya pria yang mengenakan kaus hitam, bercelana jin dan peci hitam itu marah di depan tenda tes swab antigen milik BPBD Provinsi Jatim. Ia tak terima, dan kemudian menantang para petugas untuk duel dengannya.

“Ayo duel sama saya!” teriak pria itu kepada para petugas.

Sejumlah petugas dari Satpol PP, TNI, hingga Polri yang berada di lokasi kemudian berupaya menenangkan pria itu dengan merangkul dan membawanya menjauh dari tenda.

Baca Juga  Pos Operasi Ketupat Toba 2024, Polres Samosir Siaga di Daerah Rawan Macet dan Longsor

Namun kemarahan pria Madura itu malah semakin menjadi. Alhasil seorang polisi yang berada di lokasi kemudian menjatuhkannya.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum membenarkan kejadian itu. Pria tersebut sempat menolak menjalani tes swab dan melawan petugas.

“Benar sempat menolak dan melawan,” kata Ganis, Selasa (8/6).

Ganis mengatakan, pria tersebut berasal dari Sampang, Madura dan berniat menuju kota Surabaya namun enggan untuk melakukan swab saat terjaring penyekatan.

“Dari Sampang,” ucapnya.

Kini, pria tersebut telah mengakui kesalahannya dan neminta maaf. Hal itu setelah yang bersangkutan mendapat arahan oleh petugas di lapangan.

Baca Juga  Bupati Kenalkan Konsep Pertanian Terintegrasi Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani Tapsel

“Sudah minta maaf, setelah diberi penjelasan Kasat Lantas yang ada saat itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ganis mengatakan, dalam melakukan tugas penyekatan di Suramadu, petugas membutuhkan kesabaran dan ketenangan dalam menghadapi masyarakat seperti itu.

Petugas, kata dia perlu melakukan pendekatan-pendekatan yang humanis terhadap warga. Bahkan jika perlu menggunakan bahasa daerah Madura.

“Juga menggunakan bahasa Madura jika perlu,” ucapnya.

Hal itu, kata dia, agar masyarakat mau mengerti bahwa apa yang dilakukan dalam penyekatan di Suramadu itu, adalah demi keselamatan bersama.
(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Semarak HUT Kota Putussibau Ke 127

Berita

Dekranas Memiliki Peran Penting Untuk Mendukung Dan Memajukan Perekonomian

Berita

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya : “Saya Akan Berusaha Memperjuangkannya”

Berita

Balitbang Kalbar Gelar Seminar Penelitian 2021

Berita

Wawako Sidempuan Buka Acara Coaching Clinic Penyusunan Road To Map Tahun 2022

Berita

H Dolly Pasaribu, S.Pt, MM menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Sosialisasi UU No.18/2017 BP2MI

Berita

Silaturahmi Dengan Tokoh Tionghoa, Erlina Imbau Perayaan Imlek Terapkan Protokol Kesehatan

Berita

Tim Itwasda Polda Kalbar Lakukan Audit Kinerja Polres Melawi*