Home / Berita

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:22 WIB

Terseret Kasus Korupsi, Segini Harta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama

Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi

Dirjen Bea Cukai, Djaka Budi

Viewer: 65
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 53 Detik

Jakarta, JejakNasional – Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budi Utama terseret kasus suap importasi barang yang melibatkan pimpinan Blueray Cargo. Nama petinggi Bea Cukai itu muncul dalam dakwaan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Menurut KPK, kasus suap importasi barang itu menjerat bos Blueray Cargo, John Field. Dalam dakwaan Jaksa, nama Djaka Budi disebut hadir dalam rangkaian pertemuan antara pejabat DJBC dengan pengusaha kargo sebelum dugaan pengondisian jalur impor terjadi. Pertemuan dengan pengusaha ini dilakukan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, sekitar Juli 2025.

“Dilakukan pertemuan antara pejabat-pejabat di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai antara lain Djaka Budi Utama, Rizal Fadillah, Sisprian Subiaksono dan Orlando Hamonangan Sianipar dengan pengusaha-pengusaha kargo,” bunyi surat dakwaan jaksa KPK.

Setelah pertemuan ini, pada periode Juli 2025 hingga Januari 2026, John Field diketahui bersama memberikan uang total Rp61.301.939.000 dalam bentuk dolar Singapura kepada pejabat DJBC.

Baca Juga  Kapolda Kalbar Tegaskan : Masih Ada Yang Bandel, Kita Lakukan Penegakan Hukum Tanpa Kompromi

Selain itu, dari dakwaan, tercatat ada juga fasilitas hiburan dan barang mewah senilai Rp1.845.000.000 yang diberikan kepada sejumlah pejabat.

Rizal selaku selaku mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC disebut menerima Rp2 miliar hampir di setiap penyerahan uang dan Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono menerima Rp1 miliar. Kemudian, Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan menerima Rp450 juta hingga Rp600 juta a.l. fasilitas hiburan senilai Rp1,45 miliar dan jam tangan Tag Heuer senilai Rp65 juta.

Merespons hal ini, Bea dan Cukai menyatakan bahwa mereka menghormati proses hukum yang sedang berjalan di pengadilan, dengan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah.

Baca Juga  Kenapa Menteri Nusron Tak Usut Dugaan Pidana Pagar Laut meski Ada Pejabat ATR Dicopot?

“Karena perkara ini sudah masuk ke tahap persidangan, untuk menghormati dan menjaga independensi proses tersebut, kami tidak berkomentar mengenai substansi perkara,” kata Budi Prasetiyo, Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai, Kamis (7/5/2026).

Sebagai pejabat publik, Harta Djaka Budi Utama pun menjadi sorotan.

Mengutip Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Djaka terakhir kali melaporkan hartanya pada 26 Februari 2026. Total kekayaannya mencapai sekitar Rp 5,70 miliar.

Perinciannya, sebagian besar hartanya terdiri dari aset tanah dan bangunan sebesar Rp 3,8 miliar, kas dan setara kas Rp 1,1 miliar, dan harta lainnya Rp 442,2 juta.

Djaka hanya mendaftarkan satu kendaraan bermotor, yaitu Toyota Innova lansiran 2021. Sedangkan perolehan atas hasil sendiri tercatat sebesar Rp 250 juta.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pemerintah Desa Bawozihono bersama Masyarakat Laksanakan pemasangan Pipa air bersih

Berita

Wali Kota Terima Audensi HIMMAH Al- Wasliyah Sidempuan dan Tapsel

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Karya Bhakti Bangun Rumah Masyarakat Perbatasan.*

Berita

Pajero Sport Family (PSF) Korwil Kampar Adakan Kopdar di Wisata Puncak Kompe

Berita

Natal Bersama Lions Club Golden Estate di Panti Asuhan

Berita

KPK Usut Indikasi Suap Revisi Perda Tata Ruang Terkait Meikarta

Berita

Prabowo Lantik 500 Komcad Buat Jaga IKN

Arsip

Tak Malu Akui Bahwa Dirinya Dulu Adalah Tukang Pasir, Polisi Ganteng Ini Kini Hits