Home / Berita

Kamis, 17 Juni 2021 - 16:43 WIB

Sutarmidji Optimis Kalbar Akan Jadi Penyumbang PDRB Terbesar se-Kalimantan

Viewer: 401
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 42 Detik

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS Nasional – Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., menjadi narasumber pada diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) di diskusi pakar IV dengan topik “Desentralisasi Ekonomi: Peran Tata Kelola Ekonomi Daerah terhadap Ultimate Goals Otonomi Daerah”, di Ruang Data Analisis Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Rabu (16/6/2021).

Diskusi Pakar IV KPPOD tersebut juga mengadirkan narasumber lainnya yaitu Direktur APINDO Research Instittute, Agung Pambhudi, Direktur Riset Center Of Reform on Economics (CORE), Piter Abdullah dan Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas periode 2014-2019, Prof. Bambang Soemantri Brodjonegoro. Juga diikuti oleh Peserta dari unsur kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha dan akademisi, serta komponen masyarakat sipil serta mitra-mitra strategis KPPOD yang mengikuti kegiatan ini melalui daring.

Turut mendampingi Gubernur Kalbar pada acara tersebut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Provinsi Kalbar Dr. Syarif Kamaruzaman, M.Si. Dalam paparan materinya, Gubernur Kalbar mengungkapkan bahwa desentralisasi sekarang sudah mengarah ke sentralisasi.

Sebagai contoh, kata dia, masalah pertambangan dan lain sebagainya.

Saat ini perizinannya dikelola oleh pusat dan menyebabkan lamanya pengurusan yang menyebabkan aktivitas masyarakat terhambat.

Baca Juga  Bupati Tapsel : PKK Harus Berperan Aktif Dalam Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Tapsel

H. Sutarmidji menegaskan, hal itu juga mempengaruhi catatan pertumbuhan ekonomi suatu daerah, karena hasil galian yang masih ilegal tadi.

“Pergerakan perekonomian dalam bentuk apapun dan sumber daya alam atau bahan baku tidak bisa diolah menjadi barang setengah jadi dan sebagainya, karena masalah listrik, di mana listrik sebesar 220 Megawatt masih dibeli dari Malaysia, sehingga bagaimana perekonomian Kalbar bisa bergerak bila pengeluaran terbesarnya ada pada sumber energi (listrik) yang merupakan penggerak kegiatan ekonomi apapun,” ungkap Orang Nomor Satu Kalbar.

Gubernur Kalbar optimis bila empat sampai lima tahun ke depan Kalimantan Barat akan menjadi penyumbang PDRB terbesar se-Kalimantan.

Hal ini disebabkan Kalbar merupakan penghasil CPO terbesar kedua se-Indonesia yang jumlah produksinya kurang lebih 4 juta ton per tahun.

Akan tetapi, tegas Gubernur Kalbar, adapun yang tercatat di Kalbar belum separuhnya, karena pintu ekspornya masih melalui Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Tanjung Perak, Lampung, Belawan dan lain sebagainya.

Dia berharap, dengan adanya Pelabuhan Internasional Kijing dan Perbatasan Badau, setengah dari ekspor sudah tercatat di Kalbar.

Apabila 4 juta ton sudah tercatat di Kalimantan Barat sepenuhnya, maka Kalbar akan bersaing dengan Kalimantan Timur sebagai peyumbang PDRB terbesar se-Kalimantan.

Baca Juga  Tema Ngopi Bareng Bang Fauzan, Kapolres Mempawah Buka-bukaan Tentang Hidupnya 

“Selama menjabat Gubernur, semenjak September 2018 sampai sekarang ini, sudah bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp1,7 triliun menjadi Rp2,4 triliun sampai Rp2,5 triliun. Artinya, Pemerintahannya sudah bisa meningkatkan pendapatan sebesar Rp700 miliar sampai Rp800 miliar sampai dengan saat ini.

Dan saya yakin bisa sampai Rp3 triliun nantinya,” ungkap Gubernur.

Dia kembali melanjutkan, pada Sektor Pertanian harus lebih dikembangkan.

Jika hanya mengandalkan sektor pertambangan saja, akan berdampak pada kerusakan lingkungan hidup.

“Sektor Pertanian juga merupakan Sektor yang ingin lebih dikembangkan, karena kalau hanya mengandalkan sektor pertambangan saja akan berdampak pada kerusakan lingkungan dan lain sebagainya,” lanjut Mantan Walikota Pontianak dua periode.

Gubernur Kalbar meminta kepada KPPOD agar Balai Latihan Kerja diganti menjadi Pusat Sertifikasi Keahlian.

Dia juga meminta Pemerintah Pusat dan Daerah, agar meningkatkan indikator desa-desa yang belum maju dan mandiri di Indonesia.

“Saya minta indikator desa-desa dapat ditingkatkan, agar dapat lebih maju dan mandiri.

Untuk itu diharapkan dalam menggunakan dana desa dapat melengkapi indikator yang ada, supaya desa mandiri menjadi bertambah,” tutup Gubernur Kalbar.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Gubernur Kalbar Terima Penghargaan TOP Pembina BUMD 2021

Berita

Masyarakat Patuhi Prokes, Satbinmas Polres Melawi Gandeng Bhabinkamtibmas*

Berita

Bappenda Sintang Gelar Jemput Bola Pembayaran PBB-P2 di Ruang Publik

Berita

Bahayanya Karhutla, Personel Operasi Bina Karuna II Laksanakan Patroli, Himbauan dan Sosialisai Kepada Masyarakat 

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Ajarkan Ilmu Dasar Komputer Kepada Anak-Anak Perbatasan RI-Malaysia.

Berita

Wabup Kapuas Hulu Hadiri Jambore Kader Posyandu Perbatasan 

Berita

Wako Pontianak Resmikan Kampung Digital Gradasi Gang H Mursyid di Tepian Sungai Kapuas

Berita

Ringankan Beban Warga Perbatasan, Satgas Yonif 407 Gelar Khitanan Gratis*