Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Pemerintah mengizinkan setiap daerah yang berada di wilayah PPKM level 1 dan 2 bisa menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) setiap hari dengan jumlah peserta didik 100 persen dari kapasitas ruang kelas. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya, protokol kesehatan (prokes) adalah prioritas utama.
Namun akhir – akhir ini ada sejumlah sekolah di Kota Pematangsiantar tak lagi menerapkan protokol kesehatan dengan dengan ketat seperti pada saat dimulainya PTM Terbatas. Kendati pandemi Covid-19 masih bergejolak di seluruh dunia.
Namun berbeda dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 yang berada di Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar ini. Sekolah tersebut tetap konsisten menjalani aturan yang tertera di Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, maupun Instruksi Gubernur (Ingub) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.
Pantauan awak media Rabu, (12/1/22), saat berkunjung ke SMA Negeri 5 Pematangsiantar salah satu wali peserta didik sekolah tersebut mengatakan “Di sekolah ini, pihak sekolah menerapkan prokes Covid-19 sangat ketat. Dimulai dari pengawasan terhadap siswa yang baru datang, saat berada di dalam kelas serta sampai pulang dari sekolah”.sebut wali siswa tersebut.
Bahkan setiap siswa-siswi yang datang ke sekolah, secara beraturan mencuci tangan yang sudah disediakan. Tempat cuci tangan juga disertai air mengalir dan sabun. Tidak lupa, masker sudah dikenakan mereka saat memasuki gerbang sekolah. Selanjutnya, satu per satu murid disambut petugas kesehatan untuk mencek suhu tubuh murid serta memberikan hand sanitizer.
Ketika salah satu murid tidak mengenakan masker, salah satu petugas Satgas Covid-19 sekolah SMA Negeri 5 memberi sebuah masker. Murid tersebut tidak diperbolehkan masuk hingga masker dikenakan dengan baik.
Sebelum murid tersebut mengikuti pembelajaran di kelas masing-masing, terlebih dahulu dibarisan di lapangan berdasarkan urutan tingkatan kelasnya. Seorang guru akan bertugas untuk menyebutkan urutan kelasnya. Jika tiap-tiap ketua kelas melihat jumlahnya sudah sesuai, maka guru tersebut akan menyebutkan dan mempersilahkan masuk ke ruang kelasnya.
“Tetap menjaga jarak, jangan ada yang main – main. Tidak perlu berkumpul, jaga barisannya,” ucap guru tersebut sembari murid pergi ke kelasnya.
Kepala SMA Negeri 5 Pematangsiantar Edwar Simarmata mengatakan, meskipun saat ini dari data Satgas Covid-19 menunjukkan angka kasus penyebaran masih landai namun tidak akan membuat sekolahnya lengah dan lalai terhadap protokol kesehatan.
“Penerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat terus kami lakukan walaupun jumlah kasus Covid-19 terus menurun. Ini sudah ketentuan sesuai Instruksi gubernur dan SKB 4 menteri. Belum ada perintah yang menyatakan kita bebas dari Covid-19 serta bebas dari prokes,” tegas Edwar.
Ia menuturkan, dengan terus menerapkan prokes secara ketat dapat mencegah penularan Covid-19. Dan berharap jangan sampai lengah yang mengakibatkan jumlah orang yang terinfeksi bisa banyak lagi. Apalagi sekolah di Kota Pematangsiantar sedang mempersiapkan PTMT 100 persen.
“Menerapkan prokes itu wajib. Jangan sampai lupa. Ayo lindungi diri kita dan juga orang lain dari paparan Covid-19. Jangan sampai menimbulkan kluster baru disaat pembelajaran tatap muka terbatas sudah berjalan,” pungkasnya.
Toni Tambunan.








