Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Sekolah Menengah Atas (SMA) RK Budi Mulia Pematangsiantar berhasil meraih prestasi juara peringkat ke III dalam perlombaan ajang Bisnis Plan yang diselenggarakan Budi Mulia Cup 2022 Jakarta Tingkat Nasional dengan mengangkat thema “Dedicate Effort and Skill to Ignite a New You”. (DESTINY)
Adapun peserta siswa SMA RK Budi Mulia Pematangsiantar yang ikut dalam perlombaan tersebut, yaitu Johannes Turnip, Debora Sinaga, Nesia Simbolon. Ketiga siswa ini membuat Inovasi Buah Harimonting menjadi Selai atau yang disebut dengan Selai Tabo Harimonting (SEBOHAI).
Lomba tersebut diselenggarakan secara virtual (online) yang diikuti oleh SMA se Indonesia yang bergabung. Jumat 11Maret pengumuman proposal, Sabtu 12 Maret pengumuman finalis dan Senin 14 Maret final dan pengumuman.
Guru Pembina, Egi Samosir dalan keterangannya mengatakan, Budi Mulia Cup 2022 diselenggarakan di Jakarta yang pelaksanaannya secara virtual, dalam perlombaan tersebut ada beberapa bidang salah satunya Bisnis Plan yang pesertanya seluruh SMA yang ada di Indonesia termasuk SMA RK Budi Mulia Pematangsiantar.
“Dalam perlombaan bisnis plan tersebut sekolah yang masuk final adalah sekolah unggulan seperti SMA Penabur 1, SMA Penabur 3, SMA Penabur 6, SMA St.Carolus Surabaya, dan termasuk SMA Budi Mulia Pematangsiantar”.kata Egi saat di jumpai diruang kerjanya. Sabtu,(30/4/22).
Adapun Perlombaan yang di perlombakan dalam bisnis plan ini, kata Egi adalah, peserta harus dapat atau mampu menemukan sebuah bisnis yang sifatnya masih original, bukan meniru dan dalam perlombaan bisnis plan SMA Budi Mulia Pematangsiantar sudah dua kali juara berturut-turut yakni tahun 2021 juara dua dan tahun 2022 ini juara tiga dengan skor 85,8 point selisih nilai 0,1 point dengan peringkat kedua.
“Pada perlombaan bisnis plan pada tahun ini SMA Budi Mulia Pematangsiantar mengangkat potensi sumatera utara yang berasal dari tumbu-tumbuhan yaitu buah harimonting. Kenapa kami memilih tumbuhan harimonting ? karena harimonting adalah tumbuhan liar yang tidak mempunyai nilai ekonomis. Melalui inovasi ini anak-anak sudah mencoba bahwa harimonting bisa menjadi selai, jadi hasil percobaan yang ditemukan, anak-anak memberi nama “Selai Tabo Harimonting (SEBOHAI)”. Dengan SEBOHAI ini SMA Budi Mulia Pematangsiantar mendapat peringkat juara tiga tingkat nasional”.ujar Egi.
Egi juga menambahkan, atas inovasi SEBOHAI tersebut dirinya sedang berfikir dalam pemasaran SEBOHAI di Indonesia. “Kedepannya apa yang sudah diperoleh anak-anak SMA Budi Mulia, saya sedang menjejaki kepada pemodal dalam hal pemasaran. Karena secara ekonomi yang dulunya harimonting itu tumbuhan liar, kalau ini bernilai ekonomis maka akan terjadi budidaya ekonomi didaerah Tapanuli Utara, serta daerah Samosir karena di daerah tersebut dapat ditemukan tumbuhan ini yang nilai ekonomisnya tidak ada.”jelasnya.
Sementara Yohanes Turnip, salah satu siswa peserta yang ikut dalam perlombaan Bisnis Plan mengatakan, bahwa Harimonting tumbuhan liar memang agak sulit ditemukan, tetapi berkat guru pembimbing buah yang di jadikan sebagai SEBOHAI itu ahirnya dapat dan langsung di olah menjadi selai.
“Dengan waktu yang agak singkat, berkat bantuan kakak kelas saya yaitu Debora Sinaga dan Nesia Simbolon yang Ikut serta menuntun serta mengajari saya, akhirnya inovasi SEBOHAI berhasil dan kami meraih peringkat ke tiga tingkat nasional dalam lomba bisnis plan 2022”.kata Yohanes siswa kelas XI IPS SMA RK Budi Mulia ini.
Juga menurut Yohanes penemuan SEBOHAI ini bisa menjadi bernilai ekonomis, karena ini unik dan jarang ditemukan bahkan belum ada sama sekali ditemukan di pasaran. Karena disamping khasiatnya serba guna, manfaatnya juga sangat bagus.
“Semoga banyak yang tau bahwa harimonting ini bisa dijadikan sebagai nilai ekonomis. Untuk adek-adek kelas agar dapat berinovasi lebih inovatif dan kreatif lagi di bisnis plan ini”.pungkasnya
Toni Tambunan.





